KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

1. HUTAN MAMPU CUKUPI KEBUTUHAN ENERGI
Hutan Indonesia dianggap mampu mencukupi kebutuhan energi untuk menggantikan penggunaan bahan bakar fosil dengan memanfaatkan kayu maupun limbah kayu dari industri kehutanan. Menurut Dirjen Bina Produksi Kehutanan Hadi Pasaribu hanya dengan 15 juta hektare lahan hutan Indonesia sudah mampu mencukupi seluruh kebutuhan industri kehutanan……….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 15 OKTOBER 2008, HAL. 15

2. ANGIN SANTA ANA PICU KEBAKARAN HUTAN DI CALIFORNIA
Angin Santa Ana berkekuatan 81 km per jam yang menerjang bagian selatan negara bagian California menyebabkan kebakaran hutan di tiga kawasan. Kebakaran itu melalap ladang seluas nyaris4,85 hektare, merusak lusinan bangunan dan memaksa ribuan orang di pinggir kota Los Angeles mengungsi……….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 15 OKTOBER 2008, HAL. 1

3. KADAR DEBU DI BEKASI MELEBIHI BATAS
Kadar debu di ruas jalan utama Kota Bekasi tiga kali lipat di atas ambang baku mutu. Pencemaran kualitas udara paling besar disumbangkan oleh emisi kendaraan bermotor, industri, ataupun pembakaran terbuka. Tim Laboratorium Terpadu Institut Pertanian Bogor (IPB), yang melakukan uji kualitas udara pada 25 ruas jalan selama periode Agustus-Oktober, menemukan kadar debu berlebihan mencapai 945,20 12 mikrogram per nanometer kubik (ug/Nm3)………..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 15 OKTOBER 2008, HAL. B1

4. REHABILITASI LAUT : 90 UNIT TERUMBU KARANG BUATAN DIPASANG DI TEMAJO
Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat, Selasa (14/10), mulai memasang 90 unit terumbu karang buatan di pantai selatan Pulau Temajo, sekitar 5 kilometer sebelah barat pesisir pantai Kabupaten Pontianak, Kalbar. Kegiatan ini untuk merehabilitasi karang-karang yang rusak di pesisir pantai Kalbar akibat penggunaan bom dan potasium saat penangkapan ikan di perairan itu………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 15 OKTOBER 2008, HAL. 13

5. PENCEMARAN : LIPI DAN BPPT MILIKI TEKNOLOGI BIOGAS
Pencemaran minyak mentah dari kapal tanker milik PT Pertamina di pesisir Indramayu, Jawa Barat, sepanjang 20 kilometer, yang terjadi sejak pertengahan September 2008, sebetulnya dapat diatasi sebab Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT memiliki teknologi secara biologis. Menurut peneliti Balai Teknologi Lingkungan BPPT Titin Handayani ada enam langkah untuk mengatasi pencemaran minyak di pesisir pantai, di antaranya, upaya mengisolasi berbagai mikroba dari area tercemar, menyeleksi mikroba toleran atau tahan terhadap cemaran minyak…………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 15 OKTOBER 2008, HAL. 13

Sumber:
Perpustakaan KLH