KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

1. LINGKUNGAN : PEMERINTAH ULTIMATUM PERAMBAH LAHAN KONSERVASI
Pemerintah mengultimatum perambah di kawasan konservasi yang menduduki secara tidak sah. Setelah memberi peringatan tiga kali, pemerintah akan mengambil langkah represif untuk mengembalikan kawasan itu ke fungsi semula.Menurut Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Djati Witjaksono Hadi, upaya represif benar-benar dilakukan setelah sosialisasi selama tiga kali ke penghuni kawasan. Sosialisasi dilakukan tim gabungan dari lintas instansi dalam kurun waktu selama tiga kali 14 hari………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 18 OKTOBER 2008, HAL. 25

2. TIGA DESA AGAR SEGERA MASUK PETA TERDAMPAK
Panitia Khusus Lumpur Sidoarjo di DPRD Sidoarjo, Jawa Timur, meminta agar tiga desa, yaitu Siring, Mindi, dan Jatirejo, segera dimasukkan dalam kawasan peta terdampak lumpur Lapindo. Selain dinyatakan tidak layak huni, ganti rugi untuk ketiga desa itu akan diambilkan dari APBN. Menurut Dewan Pengarah Panitia Khusus Lumpur Sidoarjo (PKLS) sekaligus Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Jalaluddin Alham , jika terlambat dimasukkan dalam kawasan peta terdampak lumpur Lapindo tahun ini, anggaran untuk tiga desa itu akan semakin rumit dan berlarut-larut……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 20 OKTOBER 2008, HAL. 25

3. LINGKUNGAN : SUMBER MAKANAN BURUNG MIGRAN BERKURANG
Sumber makanan burung migran dari Rusia dan Belarus di pesisir timur Sumatera Utara berkurang. Berkurangnya sumber makanan itu menjadi penyebab berkurangnya burung migran yang singgah dari belahan utara menuju selatan.Burung migran ini tidak lagi bisa mencari makan di dalam lumpur di bagian barat Pantai Baru. Di bagian barat pantai itu mengering karena adanya aktivitas pengerukan pasir pantai. Padahal, di dalam lumpur pantai itu terdapat sumber makanan burung itu……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 20 OKTOBER 2008, HAL. 15

4. KEPULAUAN SERIBU TERCEMAR MINYAK MENTAH
Perairan bagian selatan Kepulauan Seribu tercemar tumpahan minyak mentah. Belum diketahui dari mana tumpahan minyak itu berasal. Menurut Bupati Pulau Seribu Rahman Andit , cairan karbol atau minyak mentah setebal 1-20 sentimeter tergenang sejauh 2 meter dari bibir pantai Pulau Pari. Menurut Rahman, minyak mentah sudah terlihat sejak Kamis lalu. Selain mencemari Pulau Pari, cairan hitam itu mengepung Pulau Tikus, Pulau Burung, dan Pulau Payung. Pulau Pari dihuni sekitar 150 keluarga dan Pulau Payung sekitar 20 keluarga……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 20 OKTOBER 2008, HAL. B1

Sumber:
Perpustakaan KLH