KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

WASPADAI LOKASI RAWAN POHON TUMBANG
Pemerintah DKI Jakarta menengarai ada lima lokasi di Ibu Kota yang paling rawan terjadinya pohon tumbang. Indikasi itu diantaranya dilihat dari banyaknya pohon angsana yang terlalu rimbun dan akarnya terpotong di sepanjang jalan…BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU, 29 OKTOBER 2008, HAL. B1

WARNA AIR LAUT BERUBAH KARENA PERUBAHAN SUHU
Badan Pengendali Dampak Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Bapedal Pemprov Jatim) menyimpulkan, penyebab air laut di Pantai Pulau Merah kawasan Teluk Pancer, Banyuwangi, Jatim, berubah warna menjadi merah disebabkan ganggang merah yang semula berada di dasar laut naik ke permukaan. Perubahan itu bukan karena aktivitas penambangan emas di kawasan tersebut. "Suhu naik, sehingga ganggang merah (beracun) ikut naik ke permukaan. Tim Bapedal sedang menguji kualitas air laut, ikan, dan plankton yang ikut mati di kawasan tersebut. Kesimpulan sementara, air laut menjadi merah dan ikan mati, karena dari ganggang merah yang muncul ke permukaan," kata Wakil Bapedal Pemprov Jatim, Dewi Putriatni, di Banyuwangi, Senin (27/10)……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA, 28 OKTOBER 2008, HAL 13

MEMANFAATKAN LAHAN TIDUR DI LERENG SALAK
Alam Gunung Salak, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor nyaris rusak. Padahal, daerah itu merupakan hulu Sungai Cisadane yang mengalir ke Kota dan Kabupaten Tangerang. Di sekitar lereng gunung yang menjulang dan menjadi ikon Bogor ini, banyak lahan tidur terhampar luas yang ditumbuhi ilalang.Dulu di tahun 1980- an, kawasan lereng Gunung Salak atau daerah Tamansari merupakan sentra terbesar pemasok buah nanas dan talas ke Kota Bogor. Namun, kini kawasan itu menjadi tidak terurus lagi. Tak ada lagi sebutan kawasan sentra nanas dan talas akibat perebutan lahan seluas kurang lebih 250 hektare antara petani dengan pihak pengembang. Sampai sekarang, kasusnya belum tuntas. Lahan itu pun berubah menjadi lahan tidur……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA, 28 OKTOBER 2008, HAL. 7

PELEBARAN TOL SEDYATMO SESUAI AMDAL
Tbk menolak pendapat sembilan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di bidang lingkungan, yang menyebutkan pekerjaan pelebaran Tol Bandara Sedyatmo menjadi penyumbang kerusakan areal hutan bakau seluas 19 hektare (ha). "Proses pelebaran sudah mengikuti prosedur tata lingkungan, yakni Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Kami tidak berani menggarap pekerjaan pelebaran jalan jika Amdal tidak disetujui," kata Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Tbk Okke Merlina dalam siaran persnya yang diterima SP, Senin (27/10)…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA, 28 OKTOBER 2008, HAL. 7

BANJIR BANDANG MENGANCAM JAKARTA
Pusat Krisis Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana Provinsi (Satkoorlak PBP) DKI Jakarta memprediksi banjir besar akan datang melanda Ibu Kota Jakarta pada awal tahun 2009 mendatang. Manajer Pusat Krisis Satkoorlak PBP DKI Jakarta Heru Joko Santoso mengatakan, prediksi tersebut dipicu dari tingginya curah hujan sepanjang bulan itu. "Pengaruh kualitas sungai yang semakin dangkal juga menjadi salah satu faktor pemicu," kata Heru di Balai Kota kemarin (28/10)……BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, RABU, 29 OKTOBER 2008, HAL 14

PENGERUKAN SUNGAI DIMULAI
Pengerukan 12 anak sungai yang semula direncanakan mulai awal November dipercepat pada awal pekan ini. Pengerukan itu dilakukan untuk mengantisipasi banjir yang selalu melanda Jakarta di puncak musim hujan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Wishnu Subagyo Yusuf, Selasa (28/10) di Jakarta Pusat, mengatakan, pengerukan ke-12 kali itu baru saja dimulai. Kecepatan pengerukan sungai akan meningkat seiring berjalannya waktu dan pertambahan alat yang digunakan.