KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PANGERAN CHARLES DUKUNG RESTORASI EKOSISTEM

Pewaris takhta Kerajaan Inggris, Prince of Wales, atau lebih dikenal dengan Pangeran Charles, menunjukkan perhatian dan dukungan yang besar terhadap upaya pelestarian hutan tropis. Hal ini ditunjukkan dengan rencana kunjungannya ke sejumlah negara pemilik hutan di Asia, termasuk Indonesia, awal November 2008. Perhatian Pangeran Charles terhadap upaya pencegahan deforestasi ini tak lepas dari hasil evaluasi tim peneliti Inggris yang diketuai oleh Sir Nicholas Stern, yang menyebutkan bahwa perubahan iklim global semakin nyata dan akan berakibat sangat buruk terhadap perekonomian dunia jika tidak ada upaya perbaikan dari sekarang……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 31 OKTOBER 2008, HAL. 24


PEDULI KANTOR HIJAU : PERUBAHAN PERILAKU PENTING
Turut peduli terhadap masa depan pembangunan berkelanjutan dapat dimulai dari kantor, tempat sebagian besar waktu pekerja di kota-kota besar dihabiskan. Di antaranya, melalui penghematan listrik, kertas, air, dan pengelolaan sampah. Langkah itu mulai digalakkan di Jakarta……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 1 NOVEMBER 2008, HAL. 12

CHARLES KAGUMI HUTAN HARAPAN
Pangeran Charles menyatakan kekagumannya melihat keelokan hutan Harapan. Hutan yang memiliki luas sekitar 100 ribu hektare ini dinilai masih relatif baik. "Sangat bagus karena hutan ini nantinya dapat mengurangi emisi karbon. Kondisi ini perlu didukung semua pihak," ujar Pangeran Charles dalam kunjungan ke Hutan Harapan…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 3 NOVEMBER 2008, HAL. A9

KEANEKARAGAMAN HAYATI DIPUJI PANGERAN CHARLES
Ahli waris takhta Kerajaan Inggris, Pangeran Charles, terkesan dengan keanekaragaman hayati kawasan hutan hujan Indonesia. Hal itu tergambar dari kunjungannya ke Hutan Harapan di Desa Bungku, Kecamatan Babujang, Kabupaten Batanghari, Jambi, Minggu (2/11).Dalam kunjungan selama dua jam, dia menghabiskan waktu hampir satu jam berkeliling di Hutan Harapan yang berdekatan dengan kamp PT Restorasi Ekosistem Indonesia (Reki)…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 3 NOVEMBER 2008, HAL. 21

KOMITMEN BALI DIJAGA : 60 ORANG MENGAWAL PETA JALAN BALI
Delegasi Indonesia untuk Konferensi Perubahan Iklim di Poznan, Polandia, 1-12 Desember 2008 berjumlah 60 orang. Lima belas delegasi inti akan menjaga