KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

ASEM, LINGKUNGAN, DAN ACEH

"Dunia di ambang bencana! Setidaknya 1.365 pakar mengingatkan soal kerusakan lingkungan yang harus segera ditangani, mulai dari masalah pembabatan hutan sampai krisis air bersih," Demikian diungkapkan Olav Kjorven Direktur Bidang Lingkungan dan Energi United Nation Development Program (UNDP) dalam diskusi yang diselenggarakan Asia-Europe Foundatlon (ASEF) di Helsinki, Finlandia, 9 September lalu. Diskusi itu diikuti sekitar 20 wartawan dari Asia dan Eropa….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUM’AT 15 SEPTEMBER 2006, HAL. 54

REKONSTRUKSI ACEH HANCURKAN HUTAN, TERDAPAT TITIK PERAMBAHAN DAN JALUR BARU DI HUTAN
Hampir semua kebutuhan kayu untuk rekonstruksi di Aceh diduga hasil pembalakan liar. Akibatnya, laju kerusakan hutan Aceh diduga hasil pembalakan liar. Akibatnya, laju kerusakan hutan Aceh pascatsunami diperkirakan meningkat dua kali lipat dibandingkan sebelumnya…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUM’AT 15 SEPTEMBER 2006, HAL. 23
DI KALIMANTAN DAN SUMATERA, API DAN ASAP TETAP MARAK
Kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan kabut asap tetap terjadi di berbagai provinsi di Kalimanan dan Sumatera. Di beberapa daerah lainnya jumlah titik api berkurang sementara……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUM’AT 15 SEPTEMBER 2006, HAL. 23. BERITA TERKAIT: PERUSAHAAN SAWIT LAKUKAN PEMBAKARAN HUTAN, KORAN TEMPO, JUMAT 15 SEPTEMBER 2006, HAL. A7
KONSERVASI: BKSDA LAMPUNG LEPAS LIARKAN 6 EKOR BERUK
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung bekerja sama dengan Pro Animalia melepaskan enam beruk atau Mocaca nemestrina di Register 39 Way Rilau, Batu Tegi, Tanggamusa. keenam beruk itu merupakan hasil sitaan pusat penyelamatan satwa di Tegal Alur Jakarta dan Cikananga, Sukabumi….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUM’AT 15 SEPTEMBER 2006, HAL. 23
POLISI MULAI PERANGI PEMBALAKAN LIAR
Setelah memberantas judi dan narkoba, Polri kini mulai gencar meemrangi pembalakan liar. Meski tersangka pembalak liar, Adelin Lis dapat dibekuk. Kepala Polri Jenderal (Pol) Sutanto mengaku belum puas, Sutanto berharap seluruh aparat Polri lebih serius memerangi kejahatan bernilai triliunan rupiah itu….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUM’AT 15 SEPTEMBER 2006, HAL. 25
AKTIVITAS GUNUNG API BISA DIDETEKSI DARI AIR SEMUR
Anggota Organizing Committes Merapi International Work Shop, Mas Atje Purbawinata mengatakan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bisa mendeksi aktivitas gunung berapi yang masih aktif dengan memantau tinggi permukaan air sumur pada kawasan penduduk yang berada di sekitar gunung api itu’" Hal itu merupakan masukan dari beberapa ahli dan juga peneliti yang datang mengikuti Merapi International Waorkshop," ujarnya kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat (Jabar), Rabu (13/9)…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 14 SEPTEMBER 2006, HAL. 5
TERLALU BANYAK KONSEP UNTUK MANFAATKAN LUMPUR LAPINDO
Sudah terlalu banyak konsep pemanfaatan lumpur Lapindo Brantas, tetapi sampai sejauh ini masih terbatas pada konsep dan belum pernah diaplikasikan. Demikian dikatakan Bupati Sidoarjo, Win Hendrarso setelah menerima paparan pemanfaatan lumpur padat Lapindo sebagai bahan baku keramik di Sidoarjo, Rabu (1/9). "Kami tidak ingin hanya jadi konsep saja. Harus ada realisasi dan kita mendesak pemerintah agar secepatnya direalisasikan, "katanya…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 14 SEPTEMBER 2006, HAL. 4 BERITA TERKAIT: PULAU LUMPUR LAPINDO DINILAI BERBAHAYA, KORAN TEMPO, JUMAT 15 SEPTEMBER 2006, HAL. A2
STANDAR PENGELOLAAN HUTAN LESTARI DISUSUN
Departemen Kehutanan (Dephut) bersama Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI) kini tengah menyusun standar legalitas dalam pengelolaan hutan secara lestari. "Standar yang diharapkan tuntas tahun depan ini diharapkan menjadi basis dalam setiap pengelolaan hutan di Indonesia, sehingga ada satu patokan yang bisa dijadikan pegangan mengenai sistem pengelolaan hutan secara lestari, " kata Dirjen Bina Produksi Kehutanan Dephut, Hadi S Pasaribu, di Jakarta, Rabu (13/9)…BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 14 SEPTEMBER 2006, HAL. 6
PENGEBORAN SUMUR PENYELAMAT LAPINDO DIMULAI LAGI
Saat ini penanganan semburan lumpur panas di wilayah kerja PT Lapindo Brantas Inc di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur berjalan seperti rencana semula. Meskipun pemerintah telah mengambil alih kasus semburan lumpur yang telah berlangsung lebih dari 100 hari itu…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 14 SEPTEMBER 2006, HAL. 7
PENGHENTIAN SUMBER LUMPUR HARUS TETAP DIPRIORITASKAN
Upaya penghentian sumber lumpur dan penanganan warga yang menjadi korban harus tetap mendapat prioritas dalam penanganan semburan lumpur PT Lapindo Brantas. Saat ini pemerintah masih memberikan waktu hingga beberapa bulan ke depan kepada PT Lapindo Brantas untuk menghentikan semburan lumpur itu sebelum dilakukan skenario lainnya. "Meskipun saat ini sedang dilakukan persiapan untuk skenario terburuk, tetapi hal itu seharusnya bukan menjadi yang utama. Skenario kedua dan ketiga yang disiapkan adalah untuk mengantisipasi hal terburuk, bukan menjadi yang utama," jelas Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Chalid Muhammad saat dihubungi Pembaruan, Kamis (14/9)….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 14 SEPTEMBER 2006, HAL. 7
PEMERINTAH SIAPKAN PROGRAM ATASI BANJIR
Menteri Kehutanan M.S. Kaban mengatakan pemerintah telah menyiapkan program penaggulangan banjir. Program ini disusun berdasarkan informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) untuk mengantisipasi musim hujan pada Januari dan Februari 2007…BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUM’AT 15 SEPTEMBER 2006, HAL. A6
KABUT ASAP: 2.000 HA LAHAN GAMBUT KEMBALI TERBAKAR
Sekitar 2.000 hektare (ha) lahan gambut di Provinsi Riau kembali terbakar hebat sejak dua hari lalu. Petugas kesulitan memadamkan api karena kekurangan personel serta luasnya areal yang terbakar……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUM’AT 15 SEPTEMBER 2
006, HAL. 9
ABRASI KEMBALI ROBOHKAN RUMAH
Abrasi di pesisir Desa Dadap, Juntinyuat, Indramayu, kembali merobohkan tiga rumah warga desa. Total rumah yang roboh akibat empasan ombak ini sejak akhir Agustus sampai kemarin mencapai 30 rumah……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUM’AT 15 SEPTEMBER 2006, HAL. A9
BAKTERI AEROMONAS MATIKAN PULUHAN TON IKAN MAS

Bakteri Aeromonas melanda kawasan budidaya ikan di perairan waduk Cirata dan Jatiluhur, Kabupayen Purwakarta, Jawa Barat (Jabar). Dalam sebulan terakhir, bakteri ini mengakibatkan sekitar 75 ton ikan mas mati…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUM’AT 15 SEPTEMEBR 2006, HAL. 22

Sumber :
KBUA Perpustakaan KLH