KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

1. MENANAM 100 JUTA POHON UNTUK SELAMATKAN BUMI
Indonesia kembali ingin membuktikan pada dunia, tudingan sebagai negara perusak hutan tak pantas di sandang. selain gencar melakukan pemberantasan pembalakan liar (illegal logging), kali ini aksi penanaman pohon serentak adalah pembuktianya…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 25 NOPEMBER 2008, HAL. 12
 
2. ALIH FUNGSI 44 RIBU HEKTARE LAHAN MEMICU BANJIR
Sedikitnya 44 ribu hektare lahan di Indonesia mengalami alih fungsi setiap tahun. Dari jumlah tersebut pembangunan memahaman dan intrastruktur serta pengembangan wilayah industri dinilai berkontribusi besar terhadap konversi lahan. Pengalihan fungsi itu diudga menyebabkan merebaknya banjir………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 25 NOVEMBER 2008, HAL. 12

3. ENAM PEMBALAK LIAR PAPUA DIBEKUK
Kepolisian Resor Mimika menangkap enam warga Papua yang diduga melakukan pembalakan liar di Kampung Iwaka II, Distrik Kuala Kencana, Mimika, Papua. Menurut Kepala Polres Mimika Ajun Komisaris Besar Godhelp Cornelis Mansnembra, penggerebekan itu berawal dari laporan intelijen yang menyebutkan bahwa di Kampung Iwaka II terjadi pembalakan hutan……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 25 NOPEMBER 2008, HAL.A8

4. LIMBAH MINYAK GANGGU NELAYAN BATAM
Nelayan Teluk Tering, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, mengeluhkan kehadiran limbah bahan berbahaya dan beracun berupa minyak di sepanjang pantai. Gumpalan minyak sebesar kepalan orang dewasa itu menutupi pantai selama sepekan sehingga mengganggu aktivitas nelayan. Peralatan tangkap seperti perahu dan jaring ikan, bahkan kayu mangrove menjadi hitam terlumuri minyak……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 25 NOPEMBER 2008, HAL.A8

5. BANJIR LANDA PANDEGLANG
Banjir mulai merendam sejumlah desa di enam kecamatan di daerah selatan Pandeglang, Banten, Senin (24/11) kemarin. Air menggenangi ribuan rumah, ratusan hektar sawah, dan tambak, serta jalan utama menuju kawasan Ujung Kulon.Keenam kecamatan itu adalah Patia, Angsana, Pagelaran, Munjul, Panimbang, dan Sukaresmi. Banjir yang terjadi sejak pukul 10.00 pagi itu disebabkan meluapnya air di sejumlah sungai, yaitu Cilatak, Ciliman, dan Cilemer………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 25 NOPEMBER 2008, HAL. 26

6. LUMPUR LAPINDO : PEMERINTAH KABUPATEN SIDOARJO MENYERAH
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyerah terkait persoalan ganti rugi korban lumpur Lapindo yang hingga kini berlarut-larut. Pemkab Sidoarjo menyatakan tidak bisa berbuat banyak untuk membantu nasib korban lumpur.Menurut Bupati Sidoarjo Win Hendrarso, Pemkab Sidoarjo tidak bisa mendesak PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ), pihak yang bertanggung jawab dalam proses ganti rugi korban lumpur, untuk segera menuntaskan ganti rugi, karena mereka sedang dilanda krisis keuangan………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 25 NOPEMBER 2008, HAL. 22

7. BAKRIE DAN AES CORPORATION KERJA SAMA CDM
Perusahaan perkebunan kelapa sawit dan karet Bakrie Sumatera Plantations bekerja sama dengan AES AgriVerde Indonesia untuk menurunkan emisi gas metan di pabrik kelapa sawit Sumbertama Nusa Pertiwi, Jambi.Kerja sama ini dijalankan dalam kerangka mekanisme pembangunan bersih (clean development mechanism/CDM)………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 25 NOPEMBER 2008, HAL. 18

8. BANJIR DAN LONGSOR MERUSAK 70 RUMAH
Hujan deras yang mengguyur Kota Manado, Sulawesi Utara, selama tiga hari, sejak Sabtu hingga Senin (24/11), mendatangkan bencana banjir dan tanah longsor di sebagian kawasan. Setidaknya 70 rumah warga rusak dan sembilan di antaranya rusak berat.Longsor menimpa rumah warga di kawasan Paal IV, Kombos Timur, Taas, Mahakeret Timur, dan Malendeng………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 25 NOPEMBER 2008, HAL. 15

9. KAWASAN KONSERVASI LAUT KAIMANA DIRESMIKAN
Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Senin (24/11), meresmikan Kawasan Konservasi Laut Daerah atau KKLD di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Kawasan seluas sekitar 600.000 hektar ini sebagian besar berada di Teluk Triton yang memiliki keanekaragaman jenis flora dan fauna laut.Menteri Freddy memberikan apresiasi kepada masyarakat adat di kawasan Teluk Triton yang menyerahkan kewenangan pengelolaan hak ulayatnya sebagai kawasan konservasi. Kewenangan pengelolaan kawasan itu diserahkan delapan suku asli Kaimana, yakni Kuripasai, Miereh, Maerasi, Irarutu, Koiway, Oburau………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 25 NOPEMBER 2008, HAL. 13

Sumber:
Perpustakaan KLH