KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

1. SUMUR BOR PENGUSAHA BINATU DITUTUP
Pemerintah Kota Administratif Jakarta Barat menutup permanen sumur bor pelaku usaha pencucian dan pencelupan jins (laundry and dry cleaning) di Kelurahan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Menurut Wali Kota Joko Ramadhan, dalam inspeksi mendadak ini dilakukan pemotongan terhadap lima sumur bor pelaku usaha. Sumur bor tersebut memiliki kedalaman 100 sampai 150 meter…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 27 NOPEMBER 2008, HAL. B2

2. IZIN ANALISIS LINGKUNGAN TRANS JAWA RAMPUNG
Departemen Pekerjaan Umum mengklaim semua investor di koridor trans Jawa telah mendapat izin analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Dengan kondisi ini, pemerintah menggelar rapat membahas percepatan pembebasan lahan untuk mendukung program nasional………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 27 NOPEMBER 2008, HAL. A22
 
3. PERLUASAN TAMAN GUNUNG HALIMUN DIMINTA DITINJAU ULANG
Pemerintah diminta meninjau ulang perluasan Taman Nasional Gunung Halimun dan Gunung Salak di Kabupaten Lebak, yaitu dari 16 ribu hektare menjadi 43 ribu hektare. Asisten Daerah II Provinsi Banten Hidayat Djohari mengatakan perluasan kawasan membuat potensi alam tak bisa dimanfaatkan……….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 27 NOPEMBER 2008, HAL.A11

4. PULUHAN HAKIM PERKARA ILLEGAL LOGGING DI LAPORKAN KE KY
Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama Sumber Ekonomi Lingkungan Sumber Daya Alam (ELSDA) Rabu, (26/11) melaporkan 58 Hakim yang pernah membebaskan terdakwa kasus pembalakan liar ke Komisi Yudisial (KY)……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS, 27 NOVEMBER 2008, HAL. 2 

5. WILAYAH JAWA RAWAN BANJIR
Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan sebagian besar wilayah di Jawa rawan bencana banjir dan tanah longsor. Berdasarkan peta potensi kerawanan, sebanyak 82,4 persen wilayah Pulau Jawa rawan banjir. Adapun daerah yang rawan tanah longsor sebanyak 20,8 persen. "Erat kaitannya dengan tutupan vegetasi hutan di Pulau Jawa yang tinggal 7 persen," kata Deputi Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Masnellyarti Hilman………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 27 NOPEMBER 2008, HAL. A9

6. PANDEGLANG BANJIR LAGI
Ratusan warga di sejumlah desa di selatan Kabupaten Pandeglang, Banten, terisolir lantaran banjir kembali meninggi pada Rabu (26/11) kemarin. Mereka kesulitan memperoleh bahan makanan karena sebagian besar jalan terendam air. Daerah terisolir itu di antaranya Desa Idaman dan Rahayu di Kecamatan Patia.Warga di daerah itu tidak bisa beraktivitas karena jalan antardesa dan antarkampung terendam banjir………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 27 NOPEMBER 2008, HAL. 25

7. KERUSAKAN LINGKUNGAN : STATUS BATUTEGI MENJADI WADUK ANDALAN
Tiga tahun ini, curah hujan di bagian hulu Sungai Sekampung, Provinsi Lampung, rendah sehingga berpengaruh terhadap permukaan Waduk Batutegi. Titik terendah permukaan air waduk terjadi pada Agustus 2008 setinggi 227 meter. Akibatnya, turbin pembangkit listrik tenaga air tak bisa dioperasikan lagi.Pada November ini, elevasi air waduk naik menjadi 236 meter atau 38 meter dari elevasi normal. Dengan elevasi setinggi itu, waduk hanya menyimpan 160 juta meter kubik air dari kapasitas 665 juta meter kubik………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 27 NOPEMBER 2008, HAL. 22

8. 2.400 RUMAH TERENDAM
Sedikitnya 2.400 rumah di Perumahan Bumi Panyileukan, Kelurahan Cipadung Kidul, Kota Bandung, terendam banjir sejak Selasa malam. Hingga Rabu (26/11) sore ketinggian air masih 75 sentimeter. Banjir terparah terjadi di RW 04 sampai RW 11 Kelurahan Cipadung Kidul. Sebagian besar warga mengungsi……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 27 NOPEMBER 2008, HAL. 23

9. KEANEKARAGAMAN HAYATI : KODOK LANGKA ENDEMIK JAWA TERANCAM PUNAH
Sejumlah kodok langka yang merupakan endemik Pulau Jawa terancam punah. Kepunahan ini antara lain disebabkan rusaknya habitat kodok akibat penebangan hutan, polusi, dan menurunnya kualitas lingkungan.Saat ini di dunia terdapat sekitar 5.915 jenis kodok. Adapun ancaman kepunahan kodok di dunia saat ini mencapai 30 persen, atau sekitar 1.893 jenis……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 27 NOPEMBER 2008, HAL. 14

10. BENCANA AKAN MELUAS
Bencana lingkungan yang melanda berbagai daerah di Tanah Air diperkirakan akan terus meluas dan mengkhawatirkan apabila faktor pencegahan tidak menjadi fokus penanganan. Secara geologis, klimatologis, dan geografis, wilayah Indonesia tergolong rentan.Kajian geologis menunjukkan, batuan belum padat atau solid mendominasi struktur batuan di Indonesia. Hujan di atas normal bertempo lama, didukung kemiringan bukit, dan terbatasnya tutupan lahan menimbulkan gerakan tanah.Menurut Deputi III Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Masnellyarti Hilman tanpa aksi perbaikan lingkungan, bencana alam di masa datang akan bertambah parah ………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 27 NOPEMBER 2008, HAL. 13

Sumber:
Perpustakaan KLH