KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

1. HUTAN UNTUK RAKYAT
Sekitar 400-500 ribu hektare lahan kawasan hutan lindung di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara akan dilepas untuk masyarakat. Menurut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara James Budiman Siringoringo, pelepasan kawasan itu diajukan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara kepada Departemen Kehutanan pada Desember 2008…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 28 NOPEMBER 2008, HAL. A9
 
2. UJI EMISI KENDARAAN KURANG DUKUNGAN
Program uji emisi kendaraan oleh Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) belum sepenuhnya didukung karyawan Pemkot Jakarta Barat pasalnya, dari sekitar 500 unit kendaraan operasional dan kendaraan karyawan Pemkot Jakbar yang beroperasi hanya 150 unit yang melakukan uji emisi……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT, 28 NOVEMBER 2008, HAL. 16

3. WARGA LINGGA GUNDULI RIBUAN HEKTARE HUTAN
Warga Keton, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau hingga kini masih terus melakukan pembabatan hutan untuk pemanfaatan kayu dan pengusaan lahan . Ribuan hektare hutan lindung di wilayah Keton gundul dan lahannya diperjual belikan seharga Rp 2 juta per hektare…….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, JUM’AT 28 NOVEMBER 2008, HAL. 13

4. PENGALIHAN LAHAN NEGARA DIUSUT, SASARAN TEMBAK KEJATI SUMBAR ADALAH BUPATI SOLOK
Upaya kejaksanaan Tinggi (Kejati) Sumbar mengungkap kasus peralihan lahan negara seluas 17.750 hektare, terus dilakukan. Humas Kejaksanaan Tinggi Sumatera Barat (Sumbar), Koswara mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 12 saksi yang dinilai mengetahui kasus tersebut……….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, JUM’AT 28 NOVEMEBR 2008, HAL. 12
 
5. BANJIR CILACAP RENDAM 269 RUMAH

Sebanyak 269 rumah di Desa Grugu dan Kawunganten, Kabupaten cilacap, Jawa Tengah (Jateng), terendam banjir sejak Rabu hingga Kamis (27/11) pagi, akibat jebolnya tanggul Sungai Cikawung……….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 28 NOPEMBER 2008, HAL. 13

6. KEPEDULIAN ANDA DI "HARI MENANAM POHON INDONESIA" DAN "BULAN MENAANM NASIONAL 2008"
Saat ini, sekitar 1,6 milyar manusia di seluruh dunia bergantung pada hutan sebagai sumber penghidupanya. Saat ini pula, 60 juta masyarakat di dunia tengah menggantungkan nasibnya pada hutan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Kelak, masa depan anak dan cucu kita pun kian terancam oleh kesulitan air, bahaya kelaparan, hama penyakit, banjir, serta longsor yang terus – menerus terjadi, tatkala kita tak lagi memiliki hutan-hutan kita…….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, JUM’AT 28 NOVEMBER 2008, HAL. 4

7. 12.151 KELUARGA KEBANJIRAN
Hujan yang sering turun dan Sungai Karangmumus yang masih meluap hingga Kamis (27/11) mengakibatkan banjir kian meluas di Samarinda, Kalimantan Timur. Banjir menyebabkan 12.151 keluarga kebanjiran. Jumlah itu melebihi 9.090 keluarga yang kebanjiran pada 4-21 November.Banjir yang terjadi sejak Senin kemarin menggenangi empat kecamatan dari enam kecamatan di kota berpenduduk 600.000 jiwa itu…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 28 NOPEMBER 2008, HAL. 22

8. 18.018 HEKTAR LAHAN DI BANJARNEGARA KRITIS
Eksploitasi lahan tanpa memerhatikan dampak lingkungan di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengakibatkan munculnya lahan kritis hingga 18.018,35 hektar. Lahan seluas 2.715,27 ha di antaranya masuk kategori sangat kritis yang sebagian besar terjadi di wilayah Dataran Tinggi Dieng. Lahan kritis itu mencapai sekitar 18 persen wilayah 106.970,97 hektar (ha) wilayah Banjarnegara…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 28 NOPEMBER 2008, HAL. 22

9. LUMPUR LAPINDO : PRESIDEN MINTA TANGGUNG JAWAB NIRWAN
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto memaksa CEO Lapindo Brantas Inc Nirwan Bakrie untuk memenuhi pembayaran 20 persen dan 80 persen ganti rugi warga di Desa Renokenongo, Sidoarjo, Jawa Timur. Presiden meminta batas akhir pembayaran ganti rugi 100 persen untuk warga Renokenongo adalah Senin, 1 Desember 2008………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 28 NOPEMBER 2008, HAL. 15

10. PREDIKSI TERJADINYA GEMPA SEDANG DIUPAYAKAN
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional atau Bakosurtanal bekerja sama dengan Universitas Kyoto, Jepang, memasang satu- satunya peralatan sensor penangkap sinyal perubahan yang datang dari aktivitas inti bumi di wilayah ekuatorial. Peralatan yang dinamai Superconducting Gravimeter ini sebagai upaya memprediksi terjadinya gempa yang selama ini dikatakan hampir mustahil dilakukan………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 28 NOPEMBER 2008, HAL. 13

Sumber:
perpustakaan KLH