KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

LUMPUR PANAS : PERMUKAAN TANAH TURUN SAMPAI 88 CM
Permukaan tanah di kawasan sekitar semburan lumpur panas di Kabupaten Sidoarjo, sudah turun antara 23-88 sentimeter (cm) hanya dalam waktu sebulan. Penurunan paling drastis terjadi di Desa Siring, Kecamatan Porong, yang terletak sekitar 400 meter dari lubang kepundan dengan penurunan tanah 88 cm. Di sekitar desa itu permukaan tanah turun antara 0,67 cm hingga 2,5 cm per hari. Padahal, dalam standar normal, penurunan tanah maksimal 10 cm per tahun. Masalah penurunan permukaan tanah itu diketahui berdasarkan penelitian Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) Institut Teknologi Bandung…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 19 SEPTEMBER 2006, HAL. 1. BERITA TERKAIT: LUMPUR LAPINDO: TANAH EMPAT DESA AMBLES, MEDIA INDONESIA, SELASA 19 SEPTEMBER 2006, HAL. 12; AKIBAT LUMPUR LAPINDO, TANAH DI EMPAT DESA AMBLES, REPUBLIKA, SELASA 19 SEPTEMBER 2006, HAL. 5; PORONG AMBLES HAMPIR SATU METER, KORAN TEMPO, SELASA 19 SEPTEMBER 2006, HAL. A24
2 JUTA HEKTARE LAHAN GAMBUT RUSAK
Kebakaran hutan dan lahan, yang mengawali konversi hutan alam menjadi areal perkebunan dan hutan tanaman industri selama hampir 20 tahun terakhir di Provinsi Riau, menyebabkan dua juta hektar rawa gambut rusak. Akibatnya, lebih dari tujuh juta ton karbon terlepas ke udara. Di Riau terdapat 4.043.601 hektar lahan gambut dengan kandungan total karbon mencapai 14 juta ton.Menurut data Dinas Kehutanan Provinsi Riau tahun 2004, hutan Riau saat ini tinggal 16 persen dengan laju degradasi tahun-tahun belakangan ini sekitar 100.000 hektar per tahun…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 19 SEPTEMBER 2006, HAL. 15
AIR UNTUK GUNUNG KIDUL : DIKEMBANGKAN PENGELOLAAN SUMBER AIR SECARA SWADAYA
Fenomena kekeringan di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, menarik simpati banyak kalangan dari dalam dan luar negeri. Bantuan pun mengalir. Di antaranya berupa suplai air, bak penampungan, jaringan perpipaan, dan pembangunan subsistem sungai bawah tanah.Senin (18/9), air bersih dari mata air Krakalan, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, telah diangkat dan mulai disalurkan bagi 225 keluarga atau 1.055 jiwa korban gempa pada empat desa di kecamatan itu…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 19 SEPTEMBER 2006, HAL. 24
AGAR SAMPAH KOTA TAK MEMBUNUH LAGI
Lagi-lagi sampah kota menimbulkan malapetaka. Setelah Leuwigajah di Bandung, timbunan sampah yang longsor menewaskan tiga pemulung di Bantar Gebang, Bekasi.Beberapa kota besar memang menghasilkan sampah dalam jumlah besar. Jakarta menghasilkan 6.000 ton per hari, Bandung menghasilkan 5.000 ton, dan Bogor diperkirakan mencapai 1.000 ton. Agar tidak menimbulkan malapetaka, cara-cara penanganan sampah yang selama ini dilakukan harus ditinggalkan….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 19 SEPTEMBER 2006, HAL. 26
AIR BERSIH MAKIN LANGKA DAN MAHAL
Air bersih makin langka dan harganya makin mahal di beberapa daerah pada musim kemarau panjang ini. Untuk memperoleh seember air warga harus menggali dasar sungai atau jalan kaki belasan kilometer ke sumber air. Banyak pula warga yang terpaksa memperdalam sumur galian dan sumur pompa dengan biaya yang cukup besar atau menunggu bantuan dari pemerintah daerah.Di Banyumas, Cilacap, dan Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, jumlah warga yang menggali dasar sungai semakin banyak….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 18 SEPTEMBER 2006, HAL. 1
KONDISI TERUMBU KARANG DI PADANG MEMPRIHATINKAN
Kondisi terumbu karang di sepanjang pesisir pantai Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), tengah berada pada taraf mengkhawatirkan, karena tinggal 20 persen yang masih baik. Untuk mengurangi ancaman kepunahan terumbu karang, Pemerintah Kota Padang telah mengambil berbagai langkah perbaikan, di antaranya dengan budi daya dan penanaman terumbu karang buatan dengan semen….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 18 SEPTEMBER 2006, HAL.5
80 HEKTARE HUTAN DI LERENG GUNUNG SLAMET TERBAKAR
Sedikitnya 80 hektare (ha) hutan patrawisa di lereng Gunung Slamet, Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (17/9) malam, terbakar. Menurut warga, api mulai terlihat sejak Minggu siang sekitar pukul 13.30 WIB. Semula dikira pembakaran sampah, atau ada orang membuat arang. Namun lama-kelamaan api terlihat membesar dan meluas, sehingga dipastikan terjadi kebakaran hutan di lereng Slamet ….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 18 SEPTEMBER 2006, HAL.4
LUMPUR MENGALIR SAMPAI JAUH AKHIRNYA KE LAUT
Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH) Rachmat Witoelar hanya mengingatkan, apabila laut menjadi pilihan untuk menampung lumpur, itu harus melalui proses yang ketat. Air hasil penyaringan lumpur yang masuk ke laut harus sesuai standar baku mutu. Meski belum mengantongi izin Menneg LH, Lapindo Brantas telah mempersiapkan pipa sepanjang sekitar 20 kilometer untuk mengalirkan air lumpur ke laut. ….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 18 SEPTEMBER 2006, HAL.7
SOSIALISASI SAMPAH TERPADU BELUM BERJALAN OPTIMAL
Sosialisasi program pengelolaan sampah terpadu hingga kini belum berjalan optimal. Padahal upaya penanggulangan masalah sampah harus melibatkan peran aktif masyarakat lokal. Peneliti sampah dari Pusat Penelitian Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Perdamean Sebayangmengatakan, untuk mengolah problematika sampah di seluruh Indonesia, para pejabat harus mengubah paradigma selama ini…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA, 19 SEPTEMBER 2006, HAL. A1
50 TAHUN, HUTAN INDONESIA BERKURANG 64 JUTA HA

Luas hutan di Indonesia dalam 50 tahun terakhir berkurang sekitar 64 juta hektare, atau dari 162 juta hektare menjadi 98 juta hektare. "Itu disebabkan kerusakan hutan yang meluas di Tanah Air," kata Ketua Panitia Pekan Raya Nasional Hutan dan Masyarakat 2006 di Yogyakarta, Dr Ir San Afri Awang, Senin (18/9)……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA, 19 SEPTEMBER 2006, HAL. 22

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH