KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

RATUSAN HA SAWAH TERINTRUSI AIR LAUT
Musim hujan dan rob yang datang bersamaan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), mengakibatkan ratusan hektare (ha) lahan sawah dan lahan pertanian, terintrusi atau terkena rembesan air laut, sehingga lahan tersebut tak bisa ditanami padi dan palawija karena kandungan garamnya cukup tinggi. "Sudah ratusan ha lahan pertanian di pantura Pekalongan itu telantar sejak beberapa tahun lalu, akibat intrusi," kata Koordinator Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Peternakan dan Kelautan (DPPK) Kota Pekalongan, Pramono, di Pekalongan, Senin (15/12) pagi……….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 15 DESEMBER 2008, HAL. 13

RIBUAN RUMAH DI CILINCING TERENDAM ROB
Ribuan rumah warga pesisir pantai Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara terendam banjir rob hingga setinggi satu meter. Di beberapa RT, ketinggian air ada yang mencapai satu meter lebih hingga membuat sebagian warga mengungsi. Menurut pantauan SP, sejak tadi malam, Minggu (14/12) warga sekitar RT 01 hingga 08, Kelurahan Marunda sudah membuat tanggul-tanggul yang terbuat dari karung berisi pasir untuk mencegah masuknya air pasang. Mereka mengantisipasi ketinggian air yang bercampur sampah masuk ke dalam rumah……….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 15 DESEMBER 2008, HAL. 08

KAYU MILIK WANA RIMBA KENCANA TERNYATA LEGAL
Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya membuka police line dan menyerahkan kembali ribuan kubik kayu kepada perusahaan kayu PT Wana Rimba Kencana (PT WRK) pada Minggu (14/12) lalu. Setelah diselidiki Polda Kaltim ternyata tak terbukti jika kayu tersebut tergolong ilegal. Hal itu di sampaikan Adi Wahyudi, Kepala TKP/Log pond Antara milik PT WRK di Muara Belayan, Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kukar, Kaltim kepada wartawan pada Senin (15/12)……….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SELASA 16 DESEMBER 2008, HAL. 12

NELAYAN DAN PETAMBAK TAGIH GANTI RUGI
Sekitar 500 nelayan dan petani tambak Indramayu yang tergabung dalam Front Rakyat Menggugat, Senin (15/12) pagi, berunjuk rasa di depan Pendapa Kabupaten Indramayu. Mereka meminta Pertamina segera membayar ganti rugi terkait dampak pencemaran minyak mentah yang terjadi tiga bulan lalu. Nelayan dan petambak itu berasal dari Kecamatan Indramayu, Pasekan, Cantigi, dan Balongan. Dari pendapa kabupaten, mereka ke Gedung DPRD, Kejaksaan Negeri Indramayu, serta Kilang Unit Pengolahan VI Balongan……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 16 DESEMBER 2008, HAL. 22

ULAH MANUSIA SEBABKAN KEPUNAHAN TERBESAR
Ulah manusia menjadi penyebab kepunahan terbesar makhluk hidup. Ulah manusia menyebabkan kehancuran lingkungan hidup dan kepunahan lingkungan hidup di bumi dengan cepat ketimbang perubahan evolusi, baik perubahan iklim maupun bencana alam.Demikian dikatakan Dr H Fachroel Aziz dalam orasi ilmiah berjudul Evolusi dan Paleontologi Vertebrata Indonesia: Perspektif Perubahan Iklim di Badan Geologi, Bandung, Senin (15/12)………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 16 DESEMBER 2008, HAL. 13

Sumber : Perpustakaan KLH