KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 
1. KENDARAAN MASUK JAKARTA HARUS LULUS UJI EMISI

Kepala Subbidang Pengendalian Lingkungan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta Ridwan Pandjaitan menegaskan, semua kendaraan di Ibu Kota harus memiliki stiker lulus uji emisi pada 2009. "Tidak terkecuali kendaraan yang berasal dari luar DKI Jakarta," kata dia melalui sambungan telepon kemarin. Menurut dia, tidak ada alasan bagi kendaraan dari luar Jakarta untuk tidak memiliki stiker lulus uji emisi. Ridwan menambahkan, proses uji emisi tidak memakan waktu lama. "Hanya sekitar 5-10 menit," ujarnya. Karena itu, menurut dia, mendapatkan stiker ini bukanlah hal yang sulit………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 19 DESEMBER 2008, HAL. B2
 
2. ONGKOS EKOSOSIAL TOL TRANS JAWA
Target swasembada beras yang terancam oleh masifnya konversi lahan persawahan di Pulau Jawa, dan banjir yang diperkirakan masih akan datang hingga awal tahun depan, membuat Menteri Pekerjaan Umum bergeming dengan rencana proyek jalan tol Trans Jawa. Menurut Menteri, pemerintah sudah memperhitungkan semua dampak jalan tol sepanjang 652 kilometer yang akan mengubah 4.264 hektare lahan, sebagian besar persawahan, itu. Rencana pemerintah itu perlu ditelisik lebih cermat, terutama karena beberapa alasan yang berkaitan dengan keberlanjutan ekologis Pulau Jawa dan Laut Jawa……….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, JUMAT 19 DESEMBER 2008, HAL.A10 
 
3. PEMBUKAAN LAHAN SAWIT ANCAM DANAU SENTARUM
Kelestarian kawasan Taman Nasional Danau Sentarum di kabupaten Kapuas Hulu mulai terancam. Aksi korporasi dalam bentuk pembukaan lahan menjadi perkebunan sawit di hulu mata air salah satui warisabn dunia telah memicu terjadinya degradasi lingkungan hidup yang cukup besar………BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, JUMAT 19 DESEMBER 2008, HAL. 12
 
4. MENDUNG DI ATAS HABITAT BEKANTAN TARAKAN

Awal Agustus 2008, Dullah Kadir mengklaim ada 47 bekantan (Nasalis larvatus) di KKMB. Yang sebenarnya mungkin tidak sebanyak itu. Menurut dia, binatang yang populer disebut monyet belanda itu kini tinggal 18 ekor. Dengan demikian, populasinya berkurang 29 ekor dalam tiga bulan atau seekor setiap tiga hari. Mengapa begitu? Menurut Kadir, ada yang mati karena tidak cocok dengan pakan yang diberikan dan atau lepas serta entah ke mana……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 19 DESEMBER 2008, HAL. 51
 
5. SUNDA KECIL PILOT JEJARING KAWASAN KONSERVASI
Masyarakat dan pemerintah tiga provinsi, yakni Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, serta Pemerintah Timor Leste tengah menyusun jejaring kawasan konservasi laut ekoregion Sunda Kecil. Proyek tersebut didukung Departemen Kelautan dan Perikanan Indonesia serta The Nature Conservancy-Coral Triangle Center.Jika berhasil, hal itu akan menjadi jejaring kawasan konservasi laut (KKL) berbasis ilmiah pertama yang disusun oleh masyarakat dan selanjutnya bakal dijadikan model perancangan jejaring KKL secara nasional……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 19 DESEMBER 2008, HAL. 22
 
6. KARANG BERACUN KURANG DIKENALI NELAYAN

Para peneliti kelautan internasional mencemaskan sejumlah bahaya yang berisiko bagi kegiatan penyelaman pada beberapa kawasan laut dunia. Bahaya penyelaman yang dimaksud adalah adanya spesies ikan dan karang beracun di beberapa obyek penyelaman yang kurang dikenal penyelam.Di samping itu, para peneliti juga sangat khawatir atas kegiatan pencemaran di sejumlah laut di belahan dunia yang merusak ekosistem dan biota laut pada masa depan………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 19 DESEMBER 2008, HAL. 12
 
7. PERLINDUNGAN MASYARAKAT SUMIR
Perlindungan masyarakat terkena dampak usaha pertambangan, seperti bencana ekologis, gangguan kesehatan, dan gangguan mata pencarian pada Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batu Bara yang baru menjadi sumir dan kontradiktif.Undang-undang baru ini menghadapkan rakyat yang terisolasi informasi dan keberdayaan hukumnya secara langsung dengan pengusaha tambang yang tentu lebih berdaya dalam berbagai aspek……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 19 DESEMBER 2008, HAL. 13

Sumber:
Perpustakaan KLH