KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP IZINKAN BUANG LUMPUR KE LAUT
Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengizinkan Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo membuang air lumpur langsung ke kali Porong dan laut di selat Madura. Menurut Rachmat Witoelar air lumpur di buang ke sungai dan laut jika memang situasinya membahayakan manusia…… BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 20 SEPTEMBER 2006, HAL. A2
1328 HEKTARE HUTAN TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI TERBAKAR
Sejak akhir Juli sedikitnya 1.328 hektar hutan di Taman Nasional Gunung Ciremai di Jawa Barat terbakar. Luas lahan yang terbakar dipastikan terus bertambah karena hingga kemarin api masih menyala. Penanggulangan kebakaran terhambat keterbatasan alat dan sulitnya medan. Menurut Kepala Satuan Kerja Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Wilayah Kuningan Ridwan Effendi sekitar 328 hektar lahan terbakar pada Juli hingga awal September. Sementara itu, 1.000 hektar lainnya ludes dalam waktu sekitar empat hari…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 20 SEPTEMBER 2006, HAL. 24. BERITA TERKAIT: 900 HEKTARE HUTAN GUNUNG CIREMAI HANGUS, MEDIA INDONESIA, RABU 20 SEPTEMBER 2006, HAL. A1
LONGSOR DI TEMBAGAPURA, DUA WARGA TEWAS
Setelah diguyur hujan sejak sore, sebuah honai di Kampung Kimberly, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, tertimpa tanah longsor, Senin malam. Dalam peristiwa itu, seorang ibu dan seorang bayi tewas, beberapa penghuni honai terluka. Menurut Kepala Kepolisian Resor Mimika Ajun Komisaris Besar Jantje Jimmy Tuilan saat longsor terjadi, honai itu berisi lebih dari 20 orang. "Dua korban yang meninggal adalah Yopina Tabuni (22) dan bayi bernama Atik Waker (1)…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 20 SEPTEMBER 2006, HAL. 24
IKAN KERAMBA DI SUNGAI KAHAYAN MATI
Ribuan ikan keramba milik warga di sepanjang aliran Sungai Kahayan, Kalimantan Tengah, mati. Kematian ikan itu terjadi sejak sekitar dua bulan terakhir. Saat ini Laboratorium Teknik Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kota Palangkaraya sedang memantau kualitas air Sungai Kahayan……………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 20 SEPTEMBER 2006, HAL. 24
DEBIT AIR 26 SITU DI DEPOK TURUN 30 PERSEN
Debit air 26 situ di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), termasuk enam di wilayah Kampus Universitas Indonesia (UI), menurun sampai 30 persen akibat kemarau panjang dan makin tingginya penyedotan air. Selain itu rendahnya penguapan air menyebabkan suhu udara semakin meningkat, rata-rata 1,3 derajat celcius. Menurut pengamat lingkungan hidup dari UI, Tarsoen Waryono, situ-situ di Depok berfungsi sebagai resapan air. Sebagian situ mendapat suplai air dari Bogor. Kalau suplai air dari Bogor tidak ada maka Depok kekeringan dan dampaknya pastilah ke Jakarta……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 19 SEPTEMBER 2006, HAL. 1
ATASI SEMBURAN LUMPUR DI SIDOARJO: DIAGENDAKAN KEGIATAN KONDISI DARURAT DAN BERBAHAYA
Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki dua rencana kegiatan penting ke depan untuk menanggulangi penutupan semburan dan luberan lumpur panas bercampur gas, dalam kondisi darurat serta keadaan bahaya."Kami bekerja all out sepenuh hati, mengatasi semburan lumpur di Sidoarjo," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Purnomo Yusgiantoro, seusai rapat lintas departemen dan instansi terkait di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (18/9) malam……………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 19 SEPTEMBER 2006, HAL. 19
LUMPUR BEDOL DELAPAN DESA
Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo menetapkan delapan desa di sekitar lokasi semburan lumpur sebagai kawasan rawan bahaya. Oleh karenanya warga delapan desa itu akan dipindahkan secara permanen. Sementara itu Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar meminta masyarakat yang rumahnya terendam segera meninggalkan Sidoarjo dan mencari kehidupan baru…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 20 SEPTEMBER 2006, HAL. 1. BERITA TERKAIT: KAWASAN SEMBURAN LUMPUR LAPINDO TAK LAYAK HUNI, REPUBLIKA, RABU 20 SEPTEMBER 2006, HAL. 22 TERENDAM, 8 DESA TIDAK LAYAK HUNI, MEDIA INDONESIA, RABU 20 SEPTEMBER 2006, HAL. 1
LAHAN GAMBUT RUSAK, EMISI GAS KARBON MENINGKAT
Para ilmuawan sejak lama mengetahui bahwa lahan gambut adalah gudang raksasa penyimpanan unsur karbon yang selama ini dikenal sebagai substansi penting gas rumah kaca yang berperan dalam pemanasan global. Akibatnya kerusakan lahan gambut dapat mengancam terjadinya peningkatan gas emisi karbondioksida di udara……….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 20 SEPTEMBER 2006, HAL. 22
ABRASI DI BENGKALIS KIAN PARAH

Hempasan ombak, siang itu, bergulung-gulung, menghantam bibir pantai di Desa Anak Setatah, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Percikan air setinggi setengah meter bisa menjangkau siapa saja yang berdiri lima meter dari pinggir daratan. Kejadian itu terus berulang hingga kini……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 20 SEPTEMBER 2006, HAL. A2

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH