KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KEBAKARAN HUTAN : POLDA TETAPKAN 14 TERSANGKA, 5 DITAHAN
Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menjaring 14 tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan yang marak di Sumsel sejak Juli. Semua tersangka diduga pelaku pembakaran, sementara "otak di belakangnya" (auktor intelektual) belum terungkap. Penanganan 14 tersangka itu dilakukan kepolisian di tingkat kabupaten/kota di Sumsel. Dari 14 tersangka, 5 orang ditahan. Mereka yang ditahan berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin (1 orang), Kabupaten Muara Enim (3), dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (1)……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 21 SEPTEMBER 2006, HAL. 15, BERITA TERKAIT: POLDA RIAU IDENTIFIKASI DUA CUKONG KAYU, MEDIA INDONESIA, KAMIS 21 SEPTEMBER 2006, HAL. A6
JALAN TOL PORONG MAKIN KRITIS
Kondisi ruas Jalan Tol Porong-Gempol di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, semakin kritis. Pasalnya, tanggul penahan lumpur panas di sepanjang sisi jalan tol rawan jebol akibat tekanan dari lumpur panas yang terus menyembur dari lubang kepundan. Artinya, jalan tol kembali terancam terendam lumpur panas untuk ketiga kalinya. Apabila hal ini terjadi, besar kemungkinan jalan tol akan ditutup seterusnya karena peninggian badan jalan tidak mungkin dilakukan lagi…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 21 SEPTEMBER 2006, HAL. 15, BERITA TERKAIT: TANGGUL JEBOL LAGI DESA SIRING TERENDAM, MEDIA INDONESIA, KAMIS 21 SEPTEMBER 2006, HAL. 12
SINDIKAT PERBURUAN LIAR GADING GAJAH MARAK DI PELALAWAN RIAU
Seekor gajah sumatera ditemukan dalam kondisi membusuk dan sebagian tubuhnya telah hancur di Dusun Tasik Permai, Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, akhir pekan lalu. Laporan dari warga ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau menyebutkan, pada bangkai gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) ada lubang menganga di tempat tumbuh gading…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 21 SEPTEMBER 2006, HAL. 24, BERITA TERKAIT: LAGI GAJAH MATI DIRACUN, MEDIA INDONESIA, KAMIS 21 SEPTEMBER 2006, HAL. A1
KECEROBOHAN PENYEBAB UTAMA KEBAKARAN
Dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan, sedikitnya terjadi 23 kali kebakaran hutan di wilayah Kantor Pemangku Hutan Banyumas Timur, Jawa Tengah. Faktor kecerobohan manusia masih menjadi penyebab utama kebakaran yang tahun ini telah menghanguskan 72,25 hektar kawasan hutan di wilayah Banyumas Timur…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 21 SEPTEMBER 2006, HAL. 24, BERITA TERKAIT: KALTENG DAN KALSEL DISELIMUTI ASAP LAGI, MEDIA INDONESIA, KAMIS 21 SEPTEMBER 2006, HAL. A7
KRISIS AIR DI BERBAGAI DI BERBAGAI DAERAH : 600 SUMBER AIR DI BANYUMAS MENGERING
Sebanyak 600 dari 900 titik sumber air di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengering dan tidak mengeluarkan air lagi. Hal itu disebabkan akibat penebangan hutan yang terjadi di bagian hulu serta Pegunungan Serayu yang mengelilingi daerah ini. Akibatnya, pada musim kemarau sebanyak 600 mata air mengering….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 20 SEPTEMBER 2006, HAL. 4
JAKARTA AGAR MEMBANTU PEMELIHARAAN SITU DI DEPOK
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seharusnya terlibat, serius, bertanggung jawab, dan memiliki konsep terpadu dan jelas atas keadaan situ-situ di Depok, termasuk yang di Tangerang, Bogor, dan Bekasi. Selain berfungsi sebagai daerah resapan air dan penyangga Ibukota, situ-situ itu merupakan kawasan cagar alam yang harus dilestarikan. Kalau tak ditangani sejak sekarang, lima tahun lagi Depok bakal kekeringan….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 20 SEPTEMBER 2006, HAL.12
LIMBAH ELEKTRONIK , BEDA BAHAN BEDA PENANGANAN
Dewasa ini sikap masyarakat terhadap limbah elektronik masih sepintas lalu dalam artian mereka belum mengetahui potensi bahaya yang terkandung di dalamnya. Sebagian ada yang mengembalikan limbahnya ke pabriknya . Namun masih lebih banyak masyarakat membuangnya ke pemulung atau ke penampungan di Cileungsi ….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 21 SEPTEMBER 2006, HAL.22
TEKNOLOGI SELAMATKAN SAMPAH
Kota-kota besar di Indonesia kini menghadapi problem besar dalam mengolah sampah. Para pengambil keputusan pun pusing tujuh keliling menghadapi tumpukan sampah yang terus menggunung. Terkesan bahwa kota-kota di Indonesia memang dirancang seperti rumah mewah yang hanya memiliki teras atau kamar tamu, tetapi tidak memiliki toilet atau WC untuk pembuangan akhir……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 21 SEPTEMBER 2006, HAL. A1
MENYULAP LAHAN GAMBUT MENJADI PESTISIDA ALAMI
Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), berhasil mengembangkan pestisida alami (biokontrol), untuk menangkal jamur penyerang tanaman sayur-sayuran. Pestisida alami yang diisolasi dari lahan gambut itu berguna untuk menekan penggunaan pestisida kimia……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 21 SEPTEMBER 2006, HAL. A1
GEMPA 6,1 SR GUNCANG TASIKMALAYA DAN BANDUNG
Gempa tektonik 6,1 pada skala Richter mengguncang kabupaten Tasikmalaya dan Bandung, Jawa Barat, sekitar pukul 21.00 WIB, selasa (19/9). Tidak ada korban maupun kerusakan rumah dan bangunan akibat peristiwa itu. Gempa terjadi karena pergerakan di pertemuan lempeng Indoaustralia dan Eurasia, berpusat di 9.931 derajat lintang selatan dan 107.317 derajat bujur timur. Titik gempa itu berada di 305 kilometer barat daya Tasikmalaya atau 395 kilometer selatan Bandung……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 21 SEPTEMBER 2006, HAL. A6

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH