KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 
1. BANJIR, WARGA KELUHKAN ENDAPAN LUMPUR
Warga Kelurahan Kartini, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, mendesak pemerintah kota setempat segera mengeruk lumpur yang ada di got dan saluran penghubung ke Kali Ciliwung di lingkungan permukiman mereka. Endapan lumpur setebal dua meter tersebut mengakibatkan aliran air terhalang sehingga setiap turun hujan, rumah warga selalu tergenang air. Genangan air selalu melanda RT 08, 09, dan 011 RW 04 serta di RT02 RW 08. …..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 12 JANUARI 2009, HAL. 26 
 
2. LINGKUNGAN, PARPOL TAK PEDULI LINGKUNGAN HIDUP
Partai politik yang ikut dalam Pemilu 2009 dinilai tidak memiliki kepedulian terhadap persoalan lingkungan hidup. Hal itu tampak dari tidak adanya parpol yang menggunakan persoalan lingkungan hidup sebagai isu utama dan sebagai platform partai. Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Berry Nahdian Forqan mengungkapkan itu di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (10/1), saat pertemuan daerah lingkungan hidup Walhi Sumsel. Berry menyebutkan, Walhi sudah mempelajari sejumlah platform parpol, tetapi tidak ada yang menyentuh persoalan dasar lingkungan hidup. Padahal sangat banyak persoalan terkait lingkungan hidup. Misalnya, bagaimana mengelola pertambangan supaya tidak merusak lingkungan, bagaimana supaya tidak menimbulkan konflik, serta bagaimana mendistribusikannya supaya hasilnya dinikmati rakyat……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 12 JANUARI 2009, HAL. 24 
 
3. BANJIR DI BEBERAPA DAERAH
Bencana banjir, hari Minggu (11/1), kian meluas di beberapa daerah. Di Denpasar, Bali, sejumlah kawasan terendam, sedangkan di Kalimantan Barat lebih dari 1.000 warga mengungsi. Banjir juga menyebabkan jalur ke Majene, Sulawesi Barat, terputus. Hujan lebat yang mengguyur Denpasar dan sekitarnya sejak Sabtu (10/1) petang hingga Minggu dini hari menyebabkan banjir di sejumlah kawasan. Hingga Minggu siang, ratusan rumah masih terendam dengan ketinggian air mencapai 1 meter……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 12 JANUARI 2009, HAL. 22 
 
4. LINGKUNGAN, REHABILITASI LAHAN KRITIS DI KALTENG GAGAL
Sedikitnya 14.300 dari 25.100 hektar lahan kritis tempat program gerakan rehabilitasi hutan di Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2008 gagal ditanami. Penyebabnya, enam dari 10 kabupaten/kota di Kalteng menolak melaksanakan karena menganggap mekanisme program tidak jelas dan jenis tanaman tidak cocok. Hal itu diungkapkan Kepala Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Kahayan, Muswir Ayub, di Kotawaringin Timur, Sabtu (10/1). Berdasarkan data BP DAS Kahayan, hingga akhir tahun 2007 ada 4,5 juta hektar (ha) lahan kritis di Kalteng (di luar empat kabupaten Kalteng di alur Sungai Barito yang masuk wilayah kerja BP DAS Barito di Banjarmasin, Kalsel)……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 12 JANUARI 2009, HAL. 23 

Sumber:
Perpustakaan KLH