KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

1. PULUHAN KELURAHAN DI JAKARTA TERGENANG BANJIR
Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya membuat sejumlah titik di ibu kota tergenang. Sedikitnya 28 kelurahan di seluruh wilayah DKI Jakarta terendam. Berdasarkan data yang dilansir satuan Kerja Pelaksana Penanggulangan Bencana dan pengungsian Provinsi DKI Jakarta, Rabu (14/1) pukul 15.00 Wib, puluhan kelurahan yang tergenang itu menjadikan sedikitnya 976 orang mengungsi ke tempat-tempat penampungan di wilayah masing-masing………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 15 JANUARI 2009, HAL. 1 

2. DIGUYUR HUJAN, PUNCAK LONGSOR
Hujan deras di kawasan wisata alam Puncak, Cusarua, Bogor, mengakibatkan longsor di lima titik. Jalur Transportasi utama Puncak-Cianjur pun sempat terputus selama 12 jam. Longsor pertama terjadi di Km 87 Jl Raya Cisarua, Puncak, Selasa (13/1). Titik longsor berada di tebing jalan dengan ketinggian 8 meter……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 15 JANUARI 2009, HAL. 5

3. BANJIR DAN LONGSOR TERJANG MANADO
Hujan deras yang turun sejak Rabu (14/1) di Sulawesi Utara (Sulut) mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sebagian wilayah provinsi itu. Sedangkan kapal-kapal tujuan ke beberapa kabupaten kepulauan di Sulut dan Kabupaten Buol Toli-toli, Sulawesi Tengah, banyak yang enggan meninggalkan Pelanbuhan Manado.Dua kecamatan yang dilanda banjir dan tanah longsor, yakni di Tuminting dan Singkil. Sejak Selasa (13/1) subuh hingga malam, hujan lebat yang terus mengguyur tanpa berhenti mengakibatkan terjadinya bencana alam……..BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, KAMIS 15 JANUARI 2008, HAL. 12

4. SOLUSI BANJIR HARUS STRATEGIS
Solusi terhadap kompleksitas permasalahan banjir di Jakarta, Bogor, Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) serta Bogor, Puncak, Cianjur (Bopuncur) tidak bisa dilakukan secara reaktif dan situasional. Penanganan banjir harus dilakukan secara strategis dan berdimensi pencegahan serta dilaksanakan secara terpadu. Karena itu, master plan yang ditetapkan untuk mencari solusi banjir harus dijalankan.Hal tersebut dikemukakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan inspeksi mendadak atas penanganan banjir ke Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakart……..BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, KAMIS 15 JANUARI 2008, HAL. 1
 
5. PRESIDEN KECEWA ATAS PENANGANAN BANJIR ROB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kecewa atas penanganan banjir rob di wilayah pesisir Jakarta. Tanggul sepanjang 300 meter di kawasan Muara Baru, yang belum selesai dibangun, ternyata sudah jebol. "Ini tidak bisa dianggap sepele, harus diselesaikan segera," kata Yudhoyono dalam rapat dengan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di kantor Dinas Pekerjaan Umum, Jatibaru, Jakarta Pusat, kemarin. Presiden menginstruksikan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi dan Menteri Negara BUMN Sofjan Djalil segera menyelesaikan pembangunan tanggul yang menjadi tanggung jawab PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo)……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 15 JANUARI 2008, HAL. A3
 
6. BANJIR MENEWASKAN SEMBILAN ORANG TEWAS
Sedikitnya sembilan orang tewas dan sekitar 200 ribu lainnya terpaksa di ungsikan setelah terjadi banjir bandang dan tanah longsor di Filipina. hal itu di ungkapkan regu penyelamat, kemarin. NDCC menambahkan, hujan lebat ini merupakan lanjutan dari arus dingin yang melewati wilayah laut selatan Filipina. arus tersebut menyebabkan hujan lebat di 11 provinsi di wilayah utara Pulau Luzon hingga ke wilayah selatan Pulau Mindanao sejak pekan lalu……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS15 JANUARI 2009, HAL. 10

7. HUJAN DERAS, JALAN DESA TERTIMBUN
Hujan deras menyebabkan tebing setinggi 11 meter di tepi jalan menuju Dukuh Kendilwesi, Desa Lawen, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, longsor, Rabu (14/1) pukul 15.30.Sehari sebelumnya, tebing setinggi 8 meter di tepi jalan desa yang menghubungkan Dusun Telawa dan Keseneng, Desa Keseneng, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, juga longsor.Akibat longsoran yang menutup kedua jalan desa itu, transportasi warga terhambat karena harus memutar lebih jauh………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 15 JANUARI 2008, HAL. 23
 
8. REHABILITASI GAMBUT MACET
Seretnya kucuran dana dari pemerintah pusat mengakibatkan program rehabilitasi dan revitalisasi kawasan pengembangan lahan gambut di Kalimantan Tengah macet. Dari kebutuhan anggaran tahun 2007 sebanyak Rp 256,066 miliar untuk program itu, yang terealisasi hanya Rp 130,2 miliar. Tahun 2008, dari kebutuhan anggaran Rp 2,9 triliun, dana yang didapat dari beberapa lembaga dan departemen hanya Rp 148,48 miliar………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 15 JANUARI 2008, HAL. 23
 
9. RIBUAN WARGA SILBAR MASIH MENGUNGSI : KERUSAKAN HUTAN SEBABKAN BANJIR DI KALBAR
Banjir bandang di Kabupaten Polewali Mandar dan Majene, Sulawesi Barat, sejak Sabtu (10/1) malam, menghanyutkan 551 rumah warga serta menyebabkan 1.328 rumah rusak berat dan 2.798 rusak ringan. Menurut Kepala Biro Humas Pemprov Sulbar Khaeruddin Annas kondisi bekas banjir sangat parah. Lumpur kering setinggi 1,5-2 meter menutupi rumah warga dan jalan. Sedangkan kerusakan hutan di kawasan hulu diduga menjadi penyebab banjir besar yang melanda daerah perbatasan Kalimantan Barat-Serawak. Selain untuk perladangan masyarakat, parahnya kerusakan hutan terutama disebabkan gencarnya perambahan hutan yang dimodali para cukong kayu Malaysia di kawasan perbatasan pada periode 1998-2007……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 15 JANUARI 2008, HAL. 23

Sumber:
Perpustakaan