KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

HILANGNYA DAERAH RESAPAN AIR
Bukan tanpa sebab bila musibah banjir di Jakarta dan daerah lainnya semakin besar. Pasalnya daerah resapan air (catchment area) kian berkurang. Kepentingan ekonomi menjadi panglima mengangkangi kepentingan lingkungan dan masa depan umat manusia……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 19 JANUARI 2009, HAL.1

BANJIR DI DEMAK RATUSAN WARGA MENGUNGSI
Sekitar 300 rumah di Desa Sidorejo dan Rejosari, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak kembali terendam air susulan sejak Sabtu malam 17/1). Tanggul Sungai Cabean di dekat desa itu jebol lagi. Akibatnya seluruh warga terpaksa naik ke tanggul sungai yang tidak jebol pada Sabtu m lam hingga Minggu subuh. Rumah mereka terendam air hingga ketinggian satu meter lebih. Lima rumah di Desa Rejosari nyaris roboh karena pondasi tiang rumah dari papan itu tergerus air………BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SENIN 19 JANUARI 2009, HAL. 13

DEPHUT DATA ULANG STATUS LAHAN
Menurut Kepala Dinas Kehutanan Sumut, JB. Siringoringo dari 600 ribu hektare itu, 60 persen berupa perkampungan dan sisanya termasuk di dalamnya perkebunan rakyat. Tapi angka itu bisa saja lebih atau kurang lagi karena Dephut akan mengevaluasi lagi hasil yang sudah dilakukan tim. Menurut JB. Siringoringo, pemerintah saat ini tengah mendata ulang berbagai status lahan untuk menyelamatkan kawasan hutan yang sangat diperlukan untuk kepentingan masyarakat dan negara……..BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SENIN 19 JANUARI 2009, HAL. 13

BANJIR KIRIMAN DATANG LAGI
Banjir kiriman di sekitar Kali Ciliwung, yang sempat surut, datang lagi kemarin. Rumah-rumah warga pun kembali tergenang.Menurut Istijab, 50 tahun, Ketua RT 9/02 Cawang, Kramat Jati, air kembali naik memasuki rumah warga. "Tingginya 230 sentimeter," kata dia ketika dihubungi Tempo kemarin. Air menggenangi wilayah RT 10, 11, dan 12. Tapi, warga masih bertahan di rumah mereka. "Biasanya kalau air sudah mencapai 300 sentimeter mereka baru keluar rumah," tutur Istijab……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 19 JANUARI 2009, HAL. B2

6090 HEKTAR LAHAN MASIH KRITIS
Sebanyak 6.090 hektar lahan di delapan kecamatan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, termasuk kritis. Hal itu terjadi karena alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian, perumahan, dan infrastruktur.Lahan kritis itu berada di Kecamatan Plaosan, Panekan, Poncol, Parang, Lembeyan, Kawedanan, Ngariboyo, dan Magetan. Sejumlah lahan kritis juga ditetapkan sebagai kawasan rawan longsor, seperti di Poncol, Plaosan, dan Panekan………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 19 JANUARI 2009, HAL. 24

LONGSOR EMPAT TEWAS
Sedikitnya empat orang tewas tertimbun tanah longsor di Bukit Batu Montor, Dusun Tangin-angin, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (17/1) petang. Musibah terjadi ketika puluhan warga sedang mengorek dan menggali lapisan bukit yang diyakini mengandung emas………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 19 JANUARI 2009, HAL. 24

HANCURKAN LINGKUNGAN, PRODUKSI DIHENTIKAN
Pemerintah akan menghentikan sementara produksi perusahaan pertambangan batu bara yang mengabaikan lingkungan. Hal itu untuk mengurangi kehancuran lingkungan dan memperbaiki kinerja perusahaan.Menurut Direktur Teknik dan Lingkungan/Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Mangantar S Marpaung, Departemen ESDM pernah menerbitkan surat penghentian sementara produksi bagi PT Nusantara Thermal Coal, Jambi, akhir Oktober 2008, dan PT Lana Harita Indonesia, Kalimantan Timur, akhir November 2008………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 19 JANUARI 2009, HAL. 23

2000 HEKTARE KELAPA DI JAMBI MATI AKIBAT ABRASI
Lebih dari 2.000 hektar tanaman kelapa di Kecamatan Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, mati akibat abrasi pantai timur. Abrasi juga kini mengancam ribuan hektar tanaman produktif lainnya. Menurut Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi Didi Wurjanto, salah satu penyebab abrasi adalah menipisnya sabuk hijau pantai berupa tanaman bakau. Pada saat-saat tertentu, pencurian kayu bakau marak. Kayu digunakan sebagai bahan bakar atau dijadikan pancang pemasangan jaring ikan di muara……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 19 JANUARI 2009, HAL. 22

Sumber :
KBU Perpustakaan KLH