KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 
1. ANGIN DEREK MENGADUK ADUK MANINJAU
Kuburan massal itu melingkari tepi Danau Maninjau di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Jangan salah paham. Itu bukan kuburan manusia, melainkan liang lahat bagi ribuan ton ikan yang tiba-tiba mati di danau yang terletak pada ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut itu.Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat mencatat kerugian akibat bencana itu mencapai Rp 134 miliar……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 23 JANUARI 2009, HAL. B4
 
2. SMOKE ON THE WATER
Kematian jutaan ikan di Danau Maninjau masih menyisakan misteri. Maklum, danau ini memiliki kedalaman maksimal 495 meter dan berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Pejabat setempat dan sejumlah pakar menyebut gas belerang (H2S) yang membunuh ikan berasal dari pembusukan pakan dan kotoran ikan di dasar danau. Karena densitas dan adanya angin kencang, gas itu naik ke permukaan…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 23 JANUARI 2009, HAL. B4
 
3. PEMKAB LUTIM DAN PT INCO KOORDINASI PENGAMANAN HUTAN
Rapat koordinasi untuk pemantapan pelaksanaan, pengawasan, dan pengamanan hutan di dalam dan di sekitar area kontrak karya PT International Nickel Indonesia Tbk (PT Inco) dilaksanakan di Kantor Bupati Luwu Timur (Lutim), di Malili, Rabu (21/1). Pertemuan tersebut membahas teknis pelaksanaan pengawasan dan pengamanan hutan di dalam dan di sekitar area kontrak karya PT Inco. "Rapat ini merupakan kelanjutan dari MoU sebelumnya antara Pemkab, aparat penegak hukum, dan PT Inco," kata Warnisan. Dalam Memorandum of Understanding (MoU) itu, ada program untuk pemberantasan pembalakan liar, pengendalian kebakaran hutan, pemetaan daerah rawan bencana dan perlindungan hutan lestari……BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, JUMAT 23 JANUARI 2009, HAL. 13
 
4. PERHUTANI TANAM 14 JUTA POHON
Perusahaan Umum (Perum) Perhutani Unit III Jawa Barat (Jabar) pada tahun 2009 akan menanam 14 juta pohon di lahan rehabilitasi seluas 14.201 hektare di seluruh Jabar. Kepala Humas Perum Perhutani Unit III Jabar Ronald G Suitela mengatakan, ada 21 jenis pohon yang akan ditanam untuk merehabilitasi lahan kritis tersebut dan semua jenis pohon itu merupakan tanaman bernilai ekonomis. Di antaranya adalah Jati, Rasamala, Akasia, dan Sengon………BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, JUMAT 23 JANUARI 2009, HAL. 12
 
5. KASUS ILLEGAL LOGGING SERET 395 TERSANGKA
Kejahatan pembalakan liar (illegal logging) di Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam tiga tahun terakhir ini (2006-2008) telah menyeret setidaknya 395 orang tersangka dari 241 kasus yang ada. Data ini mengemuka dalam acara Diseminasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) Regional Sulawesi Tenggara yang digelar di Hotel Imperial, Kendari, Kamis (22/1). Jumlah ini hanya berdasarkan data tujuh dari 12 kabupaten/kota yang ada di Sultra. Padahal, seluruh kabupaten/kota di provinsi ini masih memiliki hutan, termasuk di Kota Kendari sendiri………BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, JUMAT 23 JANUARI 2009, HAL. 12
 
6. 2010 BATAS WAKTU PENERTIBAN KAWASAN PUNCAK
Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan penertiban kawasan hutan lindung di kawasan Puncak selesai pada 2010. Kepala Dinas Tata Bangunan dan Perumahan Kabupaten Bogor Mas’an Djajuli mengatakan, instansinya tetap akan menertibkan 251 vila di kawasan Puncak kendati sejumlah vila dimiliki oleh mantan pejabat tinggi………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 23 JANUARI 2009, HAL. B2
 
7. ATASI BANJIR JANGAN PAPAS CURUG JOMPONG

Sejumlah pakar mengusulkan agar pemerintah tidak memilih opsi pemapasan Curug (air terjun) Jompong di Desa Jelegong, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Pemapasan yang dianggap dapat menghilangkan genangan di daerah Cekungan Bandung oleh Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Jabar itu hanya akan memindahkan masalah saja……….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 22 JANUARI 2009, HAL. 13
 
8. TATA RUANG PUNCAK DIKAJI ULANG
Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor akan di kaji ulang. Hal itu karena daerah yang menjadi kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung itu kerap dituding penyebab banjir bagi DKI Jakarta. Kawasan hulu itu kini mengalami degradasi lingkungan dengan menjamurnya bangunan vila mewah tanpa memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB)………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 22 JANUARI 2009, HAL. 27
 
9. 1.450 HEKTARE HUTAN RIAU HANGUS TERBAKAR
Lebih dari 1.450 hektare kawasan hutan dan lahan perkebunan di delapan kabupaten/kota, kemarin sudah hangus di lalap kobaran api. Delapan kabupaten/kota yang hingga kini wilayahnya masih terbakar itu adalah Kabupaten Bengkalis dengan luas sekitar 800 hektare, Dumai 300 hektare, Palalawan seluas 150 hektare, siak seluas 200 hektare, Kuantan Singgi (belum diketahui), Rokan Hilir (belum diketahui), Indragiri Hulu (belum diketahui), dan Indragiri Hilir (belum diketahui)……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 23 JANUARI 2009, HAL. 9 
 
10. FAUZI : DKI SIAP MENDUKUNG
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mendukung pengelolaan dan penataan Sungai Ciliwung secara terpadu antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota yang dilalui. Tantangannya adalah bagaimana melaksanakannya dengan baik.Menurut Fauzi, sudah ada peraturan presiden soal Ciliwung yang dirancang bersama-sama dengan semua pihak. Masalahnya, perlu ada penjabarannya yang mengatur siapa mengerjakan apa, serta sanksi bagi yang tidak melakukan kewajibannya……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 23 JANUARI 2009, HAL. 27

Sumber:
Perpustakaan KLH