KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KABUT ASAP MENEBAL DI PALANGKARAYA DAN JAMBI
Kabut asap kembali menyelimuti Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dan Jambi dengan ketebalan yang relatif parah dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jarak pandang di Bandara Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, pada tengah hari berkisar 200 meter hingga 300 meter sehingga riskan bagi penerbangan. Selain itu, banyak warga yang keluar rumah mengenakan masker…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 22 SEPTEMBER 2006, HAL. 15. BERITA TERKAIT: ASAP KEMBALI TUTUPI KALIMANTAN TENGAH, PENERBANGAN DIBATALKAN, MEDIA INDONESIA, JUM’AT 22 SEPTEMBER 2006, HAL. 9; POLDA SUMSEL TETAPKAN TERSANGKA PEMBAKAR HUTAN; REPUBLIKA, JUMAT 22 SEPTEMBER 2006, HAL 19
PABRIK KAYU DITUTUP KARENA BEROPERASI TANPA IZIN
Kepolisian Resor Tabalong menutup dan menyita sebuah pabrik perkayuan milik PT Elbana Abadi Jaya beserta perlengkapannya di Desa Lano, Kecamatan Jaro, Tabalong, Kalimantan Selatan.Perusahaan itu diduga melakukan penebangan tanpa izin rencana kerja tahunan dan tidak membayar pajak selama sembilan bulan senilai Rp 2,2 miliar……………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 22 SEPTEMBER 2006, HAL. 23
MANGROVE: DARI BALI KE SELURUH INDONESIA
Bencana gempa yang diikuti tsunami telah menjadi bencana yang sangat menakutkan bangsa Indonesia dan juga dunia. Maklum saja karena hanya dalam waktu sekejap gelombang menelan ribuan manusia dan harta benda. Menyusul bencana yang belakangan secara beruntun menimpa sejumlah kawasan di Indonesia, diikuti isu akan terjadi bencana susulan, kita diingatkan untuk selalu waspada dan mempersiapkan langkah antisipasi. Salah satu di antaranya, tentu yang relatif mudah dan murah biayanya, adalah melestarikan hutan mangrove yang biasa tumbuh di kawasan pasang surut di sekitar garis pantai…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 22 SEPTEMBER 2006, HAL. 48
AIR LUMPUR TERUS DI BUANG KE SUNGAI
Pembuangan air lumpur dari pertambangan PT Lapindo Brantas ke sungai Porong terus berlanjutnya. Bahkan ada air lumpur yang diangkut dengan truk tangki dan dibuang dari atas jembatan jalan tol Surabaya-Gempol. Dari hasil pemantauan air lumpur dibuang melalui tiga lokasi yaitu desa Penjarahan, desa Besuki…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 22 SEPTEMBER 2006, HAL. 15
PANTAI LOSARI TERAMPAS LIMBAH
Pantai Losari dapat dikatakan sebagai ikon dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Banyak orang mengatakan datang ke Makassar tanpa mengunjungi pantai Losari ibarat ‘sayur tanpa garam’. Bahkan, setiap pelancong yang singgah ke kota berlambang ayam jago itu, akan ditanya, "Apakah sudah ke pantai Losari?" Ketika Media Indonesia menghadiri acara Travel Indonesia Mart and Expo (TIME) 2006 di Makassar, kemarin bayangan pantai Losari pun muncul di benak. Bagaimana sebenarnya suasana dan pemandangan di seputar pantai yang sangat dikenal di Sulsel itu ?……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUM’AT 22 SEPTEMBER 2006, HAL. A1
LUMPUR MASIH GANGGU AKTIVITAS PENDIDIKAN
Semburan lumpur panas di Sidoarjo yang telah berlangsung lebih dari 100 hari membuat sektor pendidikan cukup terpukul…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 22 SEPTEMBER 2006, HAL. 19
TINJAUAN ASPEK GEOLOGI KELAUTAN: TEMPAT PANTAS BAGI LUMPUR PORONG
Berbagai reaksi penolakan masyarakat agar tidak menempatkan lumpur Porong ke sungai atau dasar laut menunjukkan tingkat kepedulian lingkungan yang tinggi. Namun upaya menahan lumpur di daratan dengan membangun tanggul-tanggul penahan aliran pada kondisi morfologi datar akan membawa konsekuensi risiko banjir bandang pada musim hujan. Jika tidak ada lagi tempat di bumi ini yang pantas menampung lumpur Porong, haruskan dibuang ke luar angkasa? …..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 21 SEPTEMBER 2006, HAL. 9
KETIKA TATA RUANG JADI PENTING
Sebuah ruang, kawasan, wilayah, atau apa pun namanya selalu memerlukan penataan. Makin besar ruang tersebut, penataan makin serius dibutuhkan, walaupun pada praktiknya manata ruang yang besar inilah yang paling sulit dan paling kompleks permasalahannya. Tata ruang memang tidak bisa dilakukan seenaknya. Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika menjadi keynote speaker pada Seminar Penataan Ruang di Jakarta, pekan lalu-tata ruang harus meletakkan kepentingan masyarakatpada posisi tertinggi……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUM’AT 22 SEPTEMBER 2006, HAL A6
MENNEG LH INGATKAN PERUBAHAN CUACA
Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH) Rachmat Witoelar mengingatkan berbagai pihak di Indonesia untuk mengantisipasi dan mewaspadai dampak buruk perubahan cuaca yang tengah melanda dunia saat ini……….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 22 SEPTEMBER 2006, HAL. 22
AKTIVIS LINGKUNGAN BENTUK JARINGAN PERLINDUNGAN PENYELIDIK KERUSAKAN HUTAN
Aktivis lingkungan membentuk jaringan untuk melawan ancaman dan kekerasan dalam pengungkapan kasus-kasus perusakan hutan. Jaringan ini akan memberikan perlindungan di lapangan kepada para aktivis yang sedang mengungkapkan perusakan hutan. Kesepakatan pembentukan jaringan itu dilakukan dalam sebuah pertemuan di Jakarta, Rabu (20/9). Menurut Yayat Alfianto dari Telapak sampai saat ini masih banyak ancaman dan kekerasan yang menimpa aktivis, wartawan, atau masyarakat biasa, yang ingin mengungkap pelaku-pelaku perusak hutan……….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 21 SEPTEMBER 2006, HAL. 5
ize="2">MS KABAN: INDONESIA BISA MAKMUR KALAU TAK ADA PEMBALAKAN LIAR
Menteri Kehutanan MS Kaban mengatakan, Indonesia seharusnya dapat menjadi negara yang makmur jika hutan seluas 120 juta hektare yang dimiliki dapat dikelola sebagaimana mestinya. Namun hal tersebut tidak dapat terwujud mengingat banyaknya hutan yang dirusak akibat pembalakan liar (illegal logging).Menurut Menhut, para cukong perambah hutan telah menyebabkan hutan di Indonesia mengalami kerusakan sekitar 59 juta hektare.BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 21 SEPTEMBER 2006, HAL. 4
KESEIMBANGAN LINGKUNGAN
Indonesia memiliki kewajiban berat dalam menjaga keseimbangan lingkungan dunia. Jika sampai lingkungan indonesia rusak, hampir bisa dipastikan keseimbangan lingkungan global juga akan terganggu. Hal tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar dalam temu kader lingkungan se-Jawa yang berlangsung di Magister Manajemen (MM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUM’AT 22 SEPTEMBER 2006, HAL. A1

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH