KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA


MINYAK
KOBATIN CEMARI PANTAI

Beberapa
lokasi di Pantai Sumur Tujuh dan Pantai Langkat, Kabupaten Bangka Tengah,
Bangka Belitung, dicemari gumpalan minyak bakar yang tumpah dari pipa milik PT
Kobatin, Kemarin. Peristiwa itu terjadi akibat pipa minyak bakar jatuh ke
laut……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 29 JANUARI 2009, HAL. 9

 

PENGELOLAAN GAS METAN TPA TERKENDALA SISTEM DRAINASE

Sistem pengelolaan gas metan di Tempat Pembuangan Akhir
(TPA) Sampah Batu Layang Pontianak hingga kini belum beroperasi, meski volume
sampah setiap harinya meningkat. Hal itu terjadi lantaran penerapan sistem
drainase di kota ini belum berjalan efektif. Kepala Dinas Kebersihan dan
Pertamanan Kota Pontianak, Sugimin mengatakan sistem drainase sangat berperan
dalam pengelolaan gas metan……..BACA SELEMGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, KAMIS 29
JANUARI 2009, HAL. 13

 

MUSLIM WAJIB JAGA KELESTARIAN ALAM

Kesadaran umat Islam di seluruh dunia untuk memelihara
kelestarian alam dan lingkungan di nilai masih rendah. Tak heran jika
negeri-negeri Islam di era modern ini nampak kumuh. Filsuf islam termasyhur
Sayyed Hossein Nasr mengajak seluruh umat Muslim untuk menjaga kelestarian alam
dan lingkungan……..BACA SELEMGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 29 JANUARI 2009, HAL.
12

 

KASUS UNIT PENGOLAHAN SAMPAH : WALI KOTA DEPOK BARU
SIAPKAN TIM HUKUM

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail baru menyiapkan tim hukum
untuk menangkis gugatan atas kebijakan pembangunan Unit Pengolahan Sampah (UPS)
Taman Cipayung di Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung. Dalam gugatannya, warga
Perumahan Taman Cipayung, Sukmajaya, Depok, meminta surat keputusan pembangunan
UPS di perumahan mereka dicabut. Mereka menilai tak ada sosialisasi sebelumnya
dan jarak unit itu terlalu dekat dengan rumah warga……..BACA SELEMGKAPNYA,
KORAN TEMPO, KAMIS 29 JANUARI 2009, HAL. B3

 

AMERIKA SERIKAT PIMPIN NEGOSIASI PERUBAHAN IKLIM

Negosiasi perubahan iklim dunia yang selama ini tidak
berjalan maksimal sepertinya akan menemukan jalan keluar. Presiden Amerika
Serikat, Barack Obama, di Washington, AS, Selasa (27/1), mengatakan, AS siap
memimpin dunia untuk menghadapi perubahan iklim.Sebagai bentuk keberpihakannya
terhadap lingkungan hidup, Obama mengajukan kebijakan perubahan iklim dengan
merancang sistem yang mendorong pembangunan dan perkembangan bahan bakar yang
efisien……..BACA SELELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN.
RABU 28 JANUARI 2009, HAL.6

 

300 RUMAH
TERENDAM

Lebih dari
300 rumah di Kabupaten Banyuasin dan Lahat, Sumatera Selatan, terendam banjir
sejak Selasa (27/1) malam. Hingga Rabu kemarin, ketinggian banjir akibat
meluapnya air sungai itu masih 60 sentimeter. Tidak ada korban jiwa dalam
bencana itu.Di Banyuasin, banjir sejak pukul 22.00 itu merendam sekitar 250
rumah di Desa Ganesha Mukti dan Gilirang, Kecamatan Muara Sugihan. Banjir
terjadi menyusul jebolnya tanggul Sungai Sugihan……….BACA SELENGKAPNYA,
KOMPAS, KAMIS 29 JANUARI 2009, HAL.22

 

JEJAK KARBON AKAN MENJADI ISU UTAMA

Efek jejak karbon atau carbon footprint dan nilai
konservasi tinggi yang terkandung dalam suatu kawasan perkebunan sawit (high
conservation value/HCV) akan menjadi isu utama pembangunan industri sawit ke
depan.Oleh karena itu, perlu melakukan langkah antisipasi. Wakil Ketua Dewan
Minyak Sawit Indonesia Derom Bangun, Rabu (28/1) di Jakarta, mengatakan, sampai
saat ini pembangunan industri sawit di Indonesia selalu dikaitkan dengan isu
kerusakan lingkungan………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 29 JANUARI 2009,
HAL.18

 

KEBIJAKAN LINGKUNGAN : INKONSISTENSI ITU MESTI DIAKHIRI

Penanganan adaptasi dan mitigasi terkait perubahan iklim
hingga kini belum jelas terbaca. Berita terakhir cukup positif dengan
terjalinnya kerja sama antara Dewan Nasional Perubahan Iklim dan Konvensi
Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim.Kerja sama yang dicanangkan melalui
lokakarya NEEDS (National Economic, Environment, and Development Study) pada
Selasa (27/1) baru meliputi program-program untuk mitigasi. Itu pun baru dalam
tahap identifikasi………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 29 JANUARI 2009,
HAL.14

 

70 PERSEN
PERAIRAN INDONESIA
RUSAK

Dari total
luas wilayah perairan Indonesia
yang berkisar 5,7 juta kilometer persegi, hanya 1,8 juta kilometer persegi atau
30 persen yang kondisinya masih baik.
Sisanya, seluas 3,9 juta
kilometer persegi, sekitar 70 persen, rusak ringan hingga rusak berat. Kerusakan
antara lain disebabkan penggunaan bom ikan oleh nelayan saat menangkap ikan,
tertutup sampah, serta gejala alam seperti gempa dan tsunami……..BACA
SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 29 JANUARI 2009, HAL.14

 

PENDANAAN IKLIM : TAHUN 2009 DIHARAPKAN ADA DATA MITIGASI

Figur lengkap rencana mitigasi (pencegahan) perubahan
iklim di Indonesia diharapkan tersedia sebelum akhir tahun 2009. Data itu
berisi potensi kegiatan, sektor pemangku proyek, hingga kebutuhan dana secara
nasional. Meskipun pemerintah meyakini Indonesia rentan dampak perubahan iklim,
hingga kini belum ada kajian nasional penanggulangannya……..BACA
SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 29 JANUARI 2009, HAL.14

 

Sumber:

Perpustakaan KLH