KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

TANGKAP PENYU HIJAU NELAYAN CIRINGKUS
Empat nelayan asal Kupang, NusaTenggara Timur (NTT), ditangkap Polres Dompu. Nusa Tenggara Barat (NTB), karena berusaha menyelundup 30 ekor penyu hijau, dari pengakuan keempat, polisi juga meringkus I ketut Idiana, Warga Bali yang mendanai para nelayan. Penangkapan terhadap empat nelayan di perairan Kecamatan Hu’ui MEDIA INDONESIA, SENIN 2 FEBRUARI 2009,HAL.9

14 TITIK LONGSOR SIAGA SATU
Sebanyak 14 titik yang dinyatakan rawan longsor di daerah Kabupaten Karanganyar, jawa Tengah , sekarang dinyatakan siaga satu, menyusul adanya perkiraan dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) bahwa curah hujan untuk sementara ini masih cukup tinggi……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 2 FEBRUARI 2009, HAL. 4

BANJIR DI JEMBER DAN GOWA MELUAS
Banjir yang terjadi di Desa Kraton dan Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, meluas dan merendam rumah warga di hilir Sungai Tanggul, terutama Desa Paseban, Ahad (1/2). Wakil Ketua Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsian (Satlak PBP) Jember, Edi Budi Susilo, Ahad (1/2), menuturkan, arus Sungai Tanggul cukup deras sehingga jumlah rumah yang terendam di Desa Paseban makin banyak………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 2 FEBRUARI 2009, HAL. 4

PEMROSESAN SAMPAH DI BANDUNG AKAN DIKELOLA REGIONAL
Mulai pekan depan sampah di seluruh Bandung dan daerah sekitarnya akan dikelola dan diproses secara regional di Leuwigajah dan Legok Nangka. Meski sampah akan dikelola secara regional, menurut Gubernur Jawa Barat Heryawan pemerintah propinsi tetap mempersilahkan kabupaten/kota meneruskan niat membuat pengolahan sampah sendiri…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 2 FEBRUARI 2009, HAL. A9

14 DESA DI GRESIK TERENDAM
Banjir di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, melanda dua kecamatan, yakni Benjeng dan Driyorejo, yang mengakibatkan ratusan rumah di 14 desa terendam. Sekretaris Kecamatan Benjeng, Munir, Ahad (1/2), mengatakan, banjir telah merendam 1.612 rumah warga dan 554 hektare sawah. Banjir juga merusak jalan sepanjang 20 kilometer……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 2 FEBRUARI 2009, HAL. 4

BANJIR DAN LONGSOR TERJANG JAWA TENGAH DAN JAWA TIMUR
Puluhan rumah rusak diterjang banjir dan tanah longsor di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ratusan sawah juga terendam. Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tanah longsor menimpa 19 rumah di Desa Telaga, Desa Cihonje, dan Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar. Waluyo, yang rumahnya tertimpa tanah longsor, mengatakan bencana itu terjadi pada Minggu pukul 01.30 WIB. Hujan turun sejak Sabtu sore lalu……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 2 FEBRUARI 2009, HAL. A8

SERIBU POHON UNTUK HUTAN CEREMAI
Ada banyak cara digunakan Departemen Kehutanan untuk menghijaukan kawasan Gunung Ceremai, Cirebon. Setiap daerah diminta menyumbang pohon untuk ditanam di area hutan Gunung Ciremai. Gunanya tidak lain untuk konservasi alam yang manfaatnya akan dirasakan bersama. Menurut Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan Darori, pihaknya meminta setiap kepala daerah yang memanfaatkan apa pun dari Gunung Ciremai untuk bisa ikut memelihara alam di hutan Ciremai………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 2 FEBRUARI 2009, HAL. A8

LIMA PERSEN TANAMAN DI BANDUNG BERACUN
Pemerintah Kota Bandung sejak pertengahan pekan lalu mulai disibukkan pendataan pohon dan tanaman di taman-taman kota yang disinyalir mengandung racun mematikan.Hal ini berawal dari ucapan Wali Kota Bandung Dada Rosada yang mengutip para peneliti Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran di hadapan wartawan di Bandung pada Rabu (28/1) lalu. Pernyataan wali kota kemudian dikuatkan Pakar Biologi Insitut Teknologi Bandung (ITB), Taufikurahman yang menyatakan, 5 persen tumbuhan (pohon dan tanaman) yang berada di taman dan trotoar jalan di Kota Bandung mengandung racun………BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SENIN 2 FEBRUARI 2009, HAL. 12

BANJIR RENDAM RIBUAN RUMAH DI JAWA TIMUR
Hujan deras yang mengguyur Jawa Timur, Minggu (1/2) dini hari menyebabkan banjir terjadi di beberapa kabupaten di provinsi ini, seperti Kabupaten Gresik, Bojonegoro, dan Jember. Di Kabupaten Gresik, sekitar 2.000 rumah di Kecamatan Droyorejo tergenang air dari luapan Sungai Bra
ntas dan Kali Tengah. Ribuan rumah itu berada di lima desa yakni Desa Bambe, Driyorejo, Krikilan, Cangkir, dan Sumput. Ketinggian air rata-rata 40 sentimeter (cm)……..BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SENIN 2 FEBRUARI 2009, HAL. 1

FEBRUARI PUNCAK MUSIM HUJAN
Prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Minggu (1/2), menyebutkan musim hujan akan mencapai puncaknya pada awal Februari ini. Warga di DKI Jakarta diminta lebih berhati-hati dan waspada karena banjir dapat sewaktu-waktu terjadi………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 2 FEBRUARI 2009, HAL. 24

POLISI UNGKAP SINDIKAT PENYELUNDUP KAYU
Kepolisian Resor Dompu dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat meringkus sindikat penangkap, penyelundup, sekaligus penadah penyu berbagai jenis. Sasaran utama sindikat adalah kawasan Bali bagian selatan.Terbongkarnya jaringan itu bermula dari penangkapan Ren (27), laki-laki asal Ende, Nusa Tenggara Timur, yang berlaku sebagai nakhoda kapal kayu Mekar Sari di perairan Pantai Maci, Dompu, Minggu (1/2) sekitar pukul 03.00 Wita. Di selasar perahu itu, aparat menemukan 28 penyu hijau (Chelonia mydas) dengan diameter kerapas rata-rata 60 cm………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 2 FEBRUARI 2009, HAL. 24


LONGSOR TERUS TERJADI
Hujan terus-menerus menyebabkan bencana longsor di beberapa daerah. Di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu (1/2), longsor mengakibatkan 36 rumah rusak. Sementara di Makassar, Sulawesi Selatan, longsor mengakibatkan satu orang tewas.Di Banyumas, hujan deras yang mengguyur dari siang sampai malam menyebabkan 33 rumah di tiga desa di Kecamatan Gumelar tertimpa tanah longsor yang berasal dari tebing fondasi rumah tetangga……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 2 FEBRUARI 2009, HAL. 22

ANCAMAN BANJIR SEMAKIN BESAR
Curah hujan pada tahun 2009 diperkirakan tidak setinggi tahun 2002 dan 2007. Meski demikian, potensi terjadinya banjir dan longsor semakin besar karena rusaknya lingkungan, terutama berkurangnya hutan dan vegetasi di perbukitan yang berfungsi menyerap air. Menurut Fadli Syamsudin, Manajer Geostech (Geo System Technology and Hazard Mitigation Laboratory) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), apabila kerusakan lingkungan tak segera ditanggulangi, anomali cuaca lokal akan sangat mudah menimbulkan banjir dan longsor……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 2 FEBRUARI 2009, HAL. 13

BENCANA BANJIR : LUAPAN BENGAWAN SOLO BERLANJUT
Setelah menggenangi Kota Solo dan Kabupaten Sragen, Sabtu lalu, Minggu (1/2) mulai pukul 06.00, luapan Bengawan Solo setinggi 30-100 sentimeter menggenangi 14 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Banjir mengakibatkan ratusan rumah terendam, dan warga mengungsi di rumah saudara dan kerabat mereka. Luapan Bengawan Solo berpotensi menggenangi kabupaten-kabupaten di Jawa Timur, jika hujan kembali turun di daerah hulu di Kabupaten Wonogiri, Jateng……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 2 FEBRUARI 2009, HAL. 1

Sumber :
KBUA Perpustakaan KLH