KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

BANJIR DI KOTA HUTAN BETON
Melihat Jakarta yang secara ‘ritual tahunan’ dilanda banjir, kita patut bertanya. Bagi para pakar konservasi yang memehami benar bagimana reaksi keras alam jika ‘ekositem-nya di ubah secara paksa, terjadi najir besar yang secara rutin setiap musim hujan menenggelamkan Jakartasebetulnya sudah niscaya……….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 3 FEBRUARI 2009, HAL. 6


WARGA NGAWI DI DEKAT BENGAWAN SOLO MENGUNGSI
Hujan deras disertai meningkatnya ketinggian air Bengawan Solo dan Sungai Madiun sejak Minggu (1/2) siang hingga Senin (2/2) pagi, menjadikan polisi bersiaga. Sekitar 500 polisi dari Kepolisian Resor (Polres) Ngawi, yang wilayahnya dilalui aliran Bengawan Solo dan Sungai Madiun, siaga 24 jam guna membantu mengevakuasi dan melindungi warga dari tindak kejahatan. Tinggi air Bengawan Solo sudah mencapai 7,5 meter di atas normal, 4-5 meter. Ratusan warga yang tinggal di dekat bantaran kedua sungai tersebut mengungsi ke daerah yang lebih aman………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, 2 FEBRUARI 2009, HAL.17

POPULASI PENYU DI PULAU SEMBILAN MAKIN BERKURANG
Populasi penyu (Caretta-caretta /penyu Tempayan, Lepidochelys olivacea/penyu ridel) di wilayah Kecamatan Pulau Sembilan, Kotabaru, Kalimantan Selatan akhir-akhir ini semakin berkurang. Camat Pulau Sembilan, Janu Wibowo, pekan lalu mengemukakan, menyusutnya populasi penyu disebabkan tidak ada penangkaran yang berkelanjutan dan akibat dari padatnya aktivitas nelayan, serta perburuan terhadap penyu untuk diperjualbelikan. ………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, 2 FEBRUARI 2009, HAL.19

GUNUNG DI DEKAT TOKYO MELETUS
Gunung Asama yang terletak 145 kilometer di darat laut Tokyo, kemarin, meletus dan mengeluarkan asap tebal serta gas. Debu halus dari gunung yang puncaknya ditutupi salju itu telah menutupi sebagian daerah ibu kota ‘Negeri Matahari Terbit’ tersebut……….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 3 FEBRUARI 2009, HAL. 10

PENYU TERANCAM LANGKA
Kabar tak sedap berembus dari sebuah lokakarya nasional tentang konservasi dan pengelolaan penyu di Jember, Jawa Timur, akhir Desember tahun lalu. Populasi kura-kura laut itu di perairan Indonesia disebutkan terus menyusut. Tidak tanggung-tanggung, penurunannya 40-80 persen per tahun. Menurut Ida Bagus Windia Adnyana, peneliti penyu di Universitas Udayana, Bali, habitat yang rusak, telur-telurnya di pantai yang disikat habis-habisan, dan sangkut jaring nelayan di tengah laut, semuanya menyumbang merosotnya populasi penyu. ………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 3 FEBRUARI 2009, HAL. B4

MENYAMBUT BANJIR JAKARTA
Awal Februari ini, warga Jakarta harus bersiap-siap menghadapi banjir besar. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Jakarta akan terendam banjir di awal bulan ini.Menurut Kepala Analisis Klimatologi dan Kualitas Udara BMKG Soetamto curah hujan bulanan berkisar 200-300 milimeter, tak jauh berbeda dengan bulan lalu. Tapi, intensitas hujan secara harian berbeda………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 3 FEBRUARI 2009, HAL. B1

RATUSAN ORANG MENGUNGSI AKIBAT BANJIR
Sekitar 600 warga Jatinegara, Jakarta Timur, hingga kemarin sore mengungsi akibat meluapnya air Sungai Ciliwung. Gelombang pengungsi yang muncul sejak siang diperkirakan terus bertambah. Di Kecamatan Jatinegara terdapat enam posko penampungan, yakni di eks-Bioskop Nusantara, Rumah Sakit Hermina, dan Masjid At-Tawabin (Kampung Melayu), serta Musala Roudhotul Ibadah, Sekolah Dasar 05, dan kantor sekretariat RW 11 (Bidara Cina)………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 3 FEBRUARI 2009, HAL. A2

JAKARTA BANJIR DAN LALU LINTAS TERGANGGU
Sepanjang Senin (2/2), sebagian besar wilayah Jakarta dan sekitarnya terus diguyur hujan. Akibatnya, sejak Senin pagi, lalu lintas di Ibu Kota tersendat karena muncul banyak genangan. Kondisi ini semakin parah menjelang pukul 19.00 ketika banjir kiriman dari Bogor sampai ke Jakarta.Sementara itu, sampai pukul 19.30, permukaan air di Sungai Ciliwung terus naik. Di Kelurahan Bidara Cina, permukiman di bantaran kali yang paling rendah kebanjiran 1 sampai 1,5 meter………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 3 FEBRUARI 2009, HAL. 25

DRAINASE CEMARUT, AIR TIDAK SURUT
Hujan lebat beberapa hari terakhir menyebabkan air kembali meluap di permukiman tanah.Banyaknya drainase yang tersumbat sampah menjadi akibat utama. petugas Crisis Center DKI Teguh, di Balai kota kemarin, menyatakan sedikitnya ada 25 titik banjir yang tersebar di lima wilayah DKI. ketinggian air antara 15 cm-40cm……….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 3 FEBRUARI 2009, HAL. 6

TEBING TIMBUN TIGA KULI ANGKUT PASIR
Tiga pengangkut pasir di lokasi penambangan Waelete Atas, Hative Besar, Teluk Baguala Ambon, Maluku, tertimbun longsoran pasir yang menggantung di atas ceruk tebing yang sedang dikeruk. Dua penambang berhasil diselamatkan, sedangkan seorang lain tewas.Dua pekerja yang selamat adalah Nico Singerin (35), warga Waeyori, Paso, serta Jamal (30), warga Maemulung, Leihitu. Adapun korban tewas adalah Ruslan (23) alias La Koru, warga Kahane RT 07 Stain, Ambon……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 3 FEBRUARI 2009, HAL. 23

BATAS TERITORIAL LAUT DISEPAKATI
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan, Indonesia dan Singapura menyepakati batas laut teritorial setelah perundingan intensif sejak awal 2005. Yang disepakati adalah segmen barat yang ada di utara Pulau Nipah, Kepulauan Riau.Secara geoekonomi, batas baru ini akan menguatkan sejumlah kerja sama ekonomi dan upaya pengembangan kawasan. Presiden menyebutnya kerja sama segitiga pertumbuhan Sijori (Singapura, Johor, Riau) dan kawasan perdagangan bebas di Batam, Karimun…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 3 FEBRUARI 2009, HAL. 15


SUMBER DAYA ALAM : RISET TERPADU UNTUK PEMBANGUNAN KELAUTAN
Kerusakan lingkungan pesisir dan laut di berbagai daerah muncul akibat aktivitas pembangunan yang tanpa arah dan bersifat eksploitatif. Benturan antarsektor dalam pemanfaatan sumber daya laut pun kerap kali terjadi akibat minimnya data oseanografi.Untuk mengatasi masalah itu, menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bangka Belitung (Babel) Yulistyo, Sabtu (31/1), pihaknya merintis penghimpunan data oseanografi bekerja sama dengan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 3 FEBRUARI 2009, HAL. 13

RI RATIFIKASI KONVENSI STOCKHOLM
Bila tidak ada keberatan fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat, Pemerintah Indonesia akan segera meratifikasi Konvensi Stockholm tentang Bahan Pencemar Organik yang Persisten. Rapat kerja teknis persiapan akan dibahas Rabu (4/2) bersama departemen.Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar secara politik, ratifikasi menegaskan komitmen memperkuat kerja sama regional dan multilateral pengelolaan polutan organik yang persisten (POPs). Secara ekonomi, ratifikasi meningkatkan keberterimaan dunia akan produk Indonesia karena ramah lingkungan……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 3 FEBRUARI 2009, HAL. 13

BENCANA MASIH AKAN TERJADI
Memasuki Februari yang merupakan puncak musim hujan, gangguan cuaca berupa angin kencang, petir dan hujan lebat masih akan terjadi di berbagai wilayah. Ditambah parahnya kerusakan lingkungan alam, banjir dan tanah longsor mengancam sejumlah wilayah.Menurut an M Ali Mas dari bagian Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG ) hingga seminggu mendatang cuaca buruk berupa hujan deras, petir dan angin kencang akan mengancam pesisir barat Sumatera hingga ke bagian tengah dan selatan pulau ini. Kondisi yang sama akan meluas ke Jawa bagian barat dan utara, sampai ke Bali dan Nusa Tenggara Barat……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 3 FEBRUARI 2009, HAL. 1

Sumber :
KBUA Perpustakaan KLH