KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

1. PUSHH-UP UNTUK KEJAR ADIPURA
Wali Kota Kota Bekasai Mochtar Muhamad menerapkan hukuman push-up bagi sejumlah kepala dinas dan pejabat lain yang melanggar aturan. Hukuman ala militer ini di berlakukan untuk meraih piala Adipura. "Semua pejabat yang terkait hal ini harus turun tangan. jika tidak terlaksana, dihukum push-up," ancaman mochtar yang turun langsung memantau kebersihan kota beserta rombongan tim kebersihan dengan berjalan kaki dari kantor pemerintah menyisir Jalan Ahmad Yani…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 9 FEBRUARI , HAL. 5 
 
2. PEMBAKARAN GAS METANA SAMPAH TUNGGU REGISTRASI PBB
Proyek pembakaran gas metana sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Kota Bekasi, Jawa Barat, harus menunggu hasil registrasi Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Registrasi itu diperkirakan selesai pada Juni 2009. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Dudy Setiabudhi mengatakan dokumen registrasi yang diajukan lewat PT Gikoko Kogyo Indonesia harus direvisi sebanyak enam kali karena aturan dunia soal pengolahan sampah ramah lingkungan beberapa kali Berubah. "Registrasinya lama, bisa sampai satu tahun," kata Dudy kemarin. ……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 9 FEBRUARI 2009, HAL B2

3. PERAMBAHAN HUTAN RIAU, DPR INVESTIGASI PENGHENTIAN PENYIDIKAN
Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat mendesak Kepala Kepolisian RI, Kejaksaan Agung, hingga presiden membuka kembali kasus perambahan hutan Riau yang diduga melibatkan 13 perusahaan. Komisi yang membidangi hukum dan keamanan ini akan melakukan penyelidikan dan investigasi terkait dengan penghentian penyidikan. Mereka meminta penjelasan terperinci dari Kepolisian Daerah dan Kejaksaan Tinggi Riau. Seusai pertemuan tertutup dengan Kejaksaan Tinggi Riau, Ketua Tim Investigasi Mayasyak Johan mengatakan Komisi segera mengeluarkan rekomendasi soal penghentian penyelidikan, yaitu setelah mempelajari berbagai hal, termasuk kajian hukum. "Kami tetap yakin kasus ini akan dibuka kembali, dengan melalui prosedur hukum," kata Mayasyak, Sabtu lalu………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 9 FEBRUARI 2009, HAL A8

4. SEMARANG BANJIR TRANSPORTASI LUMPUH
Banjir yang melanda Kota Semarang akibat hujan deras yang turun sejak Sabtu (7/2) malam hingga Minggu sore mengakibatkan lumpuhnya alat transportasi terutama pesawat dan kereta api. Selain itu, puluhan penduduk di beberapa kawasan seperti Layur, Petek, dan Kemijen terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman karena ketinggian air mencapai satu hingga satu setengah meter. Air masuk ke rumah-rumah penduduk dengan ketinggian 75 sentimeter hingga satu meter. Tim SAR yang terdiri dari gabungan Brimob Polda Jateng, Pemkot Semarang, dan Jawa Tengah harus mengungsikan mereka ke tempat yang lebih aman karena hujan lebat masih mengguyur kota ini dan khawatir ketinggian air akan naik………..BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SENIN 9 FEBRUARI 2009, HAL. 09 
 
5. JARINGAN UTILITAS BURUK DITUDING PICU BANJIR
Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI menuding buruknya jaringan utilitas sebagai pemicu banjir di Jakarta. Di Jakarta, jaringan utilitas banyak dibangun oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Telekomunikasi, dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Kepala Dinas PU DKI, Budi Widiantoro mengatakan, jaringan utilitas yang buruk menyumbat aliran air pada musim penghujan, karena jaringan tersebut dibangun tepat di atas aliran sungai. "Jaringan itu membuat sampah menumpuk di bawahnya, akibatnya air tidak dapat mengalir lancar," kata Budi……….BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, SENIN 9 FEBRUARI 2009, HAL. 14 
 
6. AMUKAN GELOMBANG TINGGI JEBOL PEMECAHAN OMBAK
Akibat gelombang pasang, breakwater (pemecahan gelombang) di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa barat, Jebol. Ratusan rumah warga pun terendam air pasang laut. Pemecahan gelombang, yang oleh warga sempat disebut baro, sepanjang 400 meter itu terlihat hancur di sejumlah titik. Susunan batu penahan ombak itu berantakan dihantam gelombang pasang…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN 9 FEBRUARI 2009, HAL. 7 
 
7. BANJIR LUMPUHKAN BANDAR UDARA SEMARANG
Banjir melumpuhkan Bandar Udara Ahmad Yani, Semarang, sepanjang hari kemarin. Sebanyak 44 penerbangan dari dan ke Semarang, dengan jumlah penumpang mencapai 1.500 orang, dibatalkan akibat landasan pacu terendam banjir setinggi 30 sentimeter. Hujan deras yang mengguyur Semarang sejak Sabtu malam lalu membuat sebagian besar kota itu lumpuh kemarin. Rel kereta api dan stasiun terendam hingga perjalanan kereta di jalur utara dialihkan ke selatan melalui Yogyakarta dan Purwokerto. Banjir setinggi 50 cm di jalan raya Kendal-Semarang juga membuat arus lalu lintas jalur pantai utara macet sepanjang belasan kilometer………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 9 FEBRUARI 2009, HAL. A4 
 
8. BADAI FREDDY DI SELATAN JAWA
Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan bahwa pergerakan siklon tropis Freddy, Minggu (8/2) pukul 20.00, telah mencapai perairan sebelah barat Australia. Badai tersebut berada relatif dekat dengan wilayah pesisir selatan Pulau Jawa.Bergerak dengan kecepatan 50 knot atau sekitar 92,6 kilometer per jam, siklon atau badai tropis ini pada pukul 19.00 berada di posisi 16,6 derajat Lintang Selatan dan 108,5 derajat Bujur Timur atau di perairan selatan Pulau Jawa………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 9 FEBRUARI 2009, HAL. 12 
 
9. PENANAMAN BAKAU BELUM EFEKTIF
Penanaman bakau di pesisir Cirebon dan Indramayu belum efektif. Selain kendala alam, tanaman bakau juga tak dirawat.Bibit-bibit bakau yang tahun lalu ditanam di Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, dan Tangkil, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, banyak yang mati. Pesisir pantai masih gersang. Sampah menumpuk di sela pohon bakau di muara sungai, antara lain di Bondet dan Kesenden, Kabupaten Indramayu……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 9 FEBRUARI 2009, HAL. 22 
 
10. BENCANA ALAM, TRANSPORTASI UDARA DAN DARAT PANTURA JAWA TENGAH LUMPUH
Hujan deras yang mengguyur pantai utara Jawa Tengah sejak Sabtu sore melumpuhkan moda transportasi udara dan darat, Minggu (8/2). Bandara Ahmad Yani, Semarang, tutup sehari penuh karena landasan pacu tergenang air setinggi 13 sentimeter. Perjalanan kereta api dan jalan darat sempat terhambat karena rel dan jalan raya tergenang air……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 9 FEBRUARI 2009, HAL. 1 

Sumber:
Perpustakaan KLH