KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

ORANGUTAN BANYAK HIDUP DI LUAR KAWASAN KONSERVASI
Sekitar 70 persen satwa liar dilindungi seperti orangutan justru hidup di hutan yang berada di luar kawasan konservasi. Padahal seluruh hutan di Kalimantan sudah terbagi-bagi dalam beberapa konsesi. Menurut pakar satwa dari LIPI Jito Sugardjito kawasan konservasi yang masih banyak memiliki habitat orangutan Kalimantan hanya di Tajung Puting……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, 11 FEBRUARI 2009, HAL.24

KAPAL MEMUAT LIMBAH BERBAHAYA MENGHILANG
Kapal Xing Guang 7 yang memuat 3.800 ton limbah bahan berbahaya dan beracun yang tertangkap akhir pekan lalu raib dari pelabuhan Batuampar Batam. Kapal yang diseret dari perairan kepulauan Riau tersebut sudah tidak ada di tempat. Menghilangnya kapal tersebut menuai protes dari Ketua Komisi DPRD kota Batam Yudi Kurnain yang mendesak Bapedal Kota Batam untuk mempertanggungjawabkan masalah itu……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, 11 FEBRUARI 2009, HAL.8

BANJIR RUSAK 4017 HEKTARE SAWAH
Banjir yang melanda wilayah Kendal, Jawa Tengah (Jateng) sejak Minggu (8/2) mengakibatkan 4.017 hektare lahan persawahan tanaman padi siap panen terendam air. Bahkan, ribuan hektare padi tidak dapat dipanen karena puso.Data Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal, ribuan hektare tanaman padi yang terendam air tersebut tersebar di sebelas wilayah kecamatan, seperti Kecamatan Kendal, Brangsong, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Ngampel, Patebon, Ringinarum, Rowosari, Pegandon, Cepiring, serta Gemuh. Sedangkan areal persawahan yang paling luas terendam air berada di Brangsong mencapai 1.342 hektare………BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, RABU 11 FEBRUARI 2009, HAL. 13
 
ROB TAHUN INI TERTINGGI
Banjir air pasang yang melanda warga pesisir utara Jakarta kali ini disebut-sebut sebagai yang tertinggi.Gelombang setinggi 4 meter itu menghantam daratan hingga mengakibatkan rumah-rumah penduduk hancur dan terendam selama tiga hari. Parahnya bencana air pasang yang melanda kawasan tersebut pada Sabtu-Senin lalu itu juga diakui Atep Sukandar, 25 tahun, warga Kalibaru Barat………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 11 FEBRUARI 2009, HAL. A3

PUNCAK ROB HARI INI
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, pasang laut akan mencapai puncaknya, Selasa (10/2) malam hingga Rabu (11/2) dini hari. Banjir air pasang atau rob di pesisir Jakarta dan sekitarnya dipastikan makin parah.Menurut Kepala Bidang Informasi Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Achmad Zakir,sesuai penanggalan berdasarkan perhitungan rotasi bulan, purnama penuh terjadi Selasa malam hingga Rabu merupakan masa puncak air pasang………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 11 FEBRUARI 2009, HAL. 25

HUTAN JATIM BERKURANG 63 PERSEN
Luas hutan di kawasan hilir daerah aliran Sungai Brantas berkurang 63 persen selama delapan tahun terakhir. Itu disebabkan konversi lahan terutama untuk permukiman yang mekar 89,5 persen.Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, hal itu harus menjadi perhatian semua pemangku kepentingan. Degradasi luas hutan tidak saja harus dihentikan, tetapi juga harus dikonservasi.Sedangkan menurut Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat KLH Henry Bastaman, sebagian besar areal hutan terkonversi menjadi kawasan permukiman dan kebun campuran………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 11 FEBRUARI 2009, HAL. 23
 
PERUBAHAN IKLIM : DEKLARASI KELAUTAN MANADO DI PERSIAPKAN DI GENEVA
Menjelang pertemuan pejabat tinggi negara dalam Konferensi Kelautan Dunia atau World Ocean Conference di Manado, Sulawesi Utara, pada 11-12 Mei 2009, berbagai persiapan ditempuh. Salah satunya rancangan Deklarasi Kelautan Manado sudah dipersiapkan dalam pertemuan awal di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di Geneva, Swiss……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 11 FEBRUARI 2009, HAL. 14
  
KASUS RIAU : POLRI DIMINTA BUKA DOKUMEN SP3
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia dan anggota Komisi III DPR meminta Polri membuka dokumen surat perintah penghentian penyidikan perkara pembalakan liar di Riau yang diduga melibatkan 14 perusahaan kayu besar di provinsi itu. Walhi sebagai pelapor hingga kini belum diizinkan Polri mendapatkan dokumen itu. Padahal, dokumen itu diperlukan untuk bahan mengajukan praperadilan terhadap Polri terkait putusan SP3 itu………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 11 FEBRUARI 2009, HAL. 15

Sumber:
Perpustakaan KLH