KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

ABRASI, TRANS-KALIMANTAN TERANCAM PUTUS
Jalan trans-Kalimantan lintas selatan pada ruas Batulicin (ibu kota Kabupaten Tanah Bumbu)-Pelaihari (ibu kota Kabupaten Tanah Laut), di Kalimantan Selatan, terancam putus. Ini akibat abrasi pantai yang parah sepanjang 1,5 kilometer, di daerah Sungai Lembu, Desa Pulau Salak, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu.Pantauan Tim Jelajah Kalimantan, Rabu (11/2), abrasi pantai menggerus bahu jalan trans- Kalimantan karena sebagian penahan gelombang dari beton hancur. Intensitas hantaman gelombang tinggi laut selama sebulan terakhir menyebabkan tingkat abrasi semakin parah…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, 12 FEBRUARI 2009, HAL. 23
    
CUACA BURUK: PERAHU NELAYAN PADATI MUARA
Sejumlah muara sungai di sepanjang pesisir pantai di Kabupaten dan Kota Cirebon, Jawa Barat, hingga Rabu (11/2) masih dipenuhi ratusan perahu nelayan.Kondisi itu, misalnya, tampak di Bondet, Kalisapu, Cangkol, Kejawanan, Mundu, dan Gebang Mekar. Tempat pelelangan ikan (TPI) pun masih sepi karena hanya sedikit nelayan yang nekat melaut untuk menangkap ikan…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS, 12 FEBRUARI 2009, HAL. 22
      
PERUBAHAN IKLIM: SEGI TIGA KORAL, JANTUNG DUNIA
Sumber kehidupan manusia masa depan terpendam di laut. Namun, harta karun itu berupa beragai jenis biota laut-sebagai bahan baku pangan, obat-obatan, dan kosmetik mulai terancam kehidupannya. Hal itu disebabkan terumbu karang-rumah mereka-terus dirusak dan dihancurkan. Tingginya tempat perkembangbiakan mahluk di laut itu tergantung dari kelestarian terumbu karang yang bukan hanya jadi tempat tinggalnya, tetapi juga sumber pakan dan lahan untuk berpijah………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 12 FEBRUARI 2009, HAL. 14
       
ROB KEMBALI GENANGI MARUNDA
Setelah gelombang pasang surut, banjir air laut pasang atau rob kembali merendam sebagian permukiman nelayan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, hari Rabu (11/2). Tinggi genangan 10-20 sentimeter dan menyebabkan 150 rumah terendam rob. Beberapa korban rob mengatakan, peristiwa alam ini sudah sering dialami karena terjadi hampir setiap tahun, bahkan dalam tiga tahun terakhir bisa terjadi 2-3 kali dalam sebulan. Genangannya pun semakin tinggi, tetapi belum ada upaya permanen dari pemerintah untuk membangun tanggul pengaman di sepanjang pantai Marunda.