KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

1. PEMPROV DKI BELUM PENUHI TIPPING FEE TPST BANTARGEBANG
Tipping atau kompensasi sampah terhadap warga kota Bekasi yang terkena bau busuk dan pencemaran sampah dinilai belum dipenuhi seutuhnya. Jumlah sampah yang dibuang 6000 ton perhari, namun yang dibayar hanya 4500 ton perhari dengan nilai kompensasi sampah sebesar Rp 80 ribu-Rp.110 ribu per ton……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 24 FEBRUARI 2009, HAL. 15 
 
2. MENGELOLA LIMBAH BERNILAI TAMBAH
Ia bersama rekannya Wahidin, 23 bertugas memasukan ampas sampah kekarung untuk dijual menjadi pupuk. Menurut dia tidak sulit mengolah sampah menjadi gembur dan subur. ……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 24 FEBRUARI 2009, HAL. 7 
 
3. TRANS – KALIMANTAN TERANCAM PUTUS AKIBAT ABRASI
Abrasi atau erosi pantai kini mengancam ruas jalan Trans Kalimantan di Kalimantan selatan. Belasan kilometer ruas jalan di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu tergerus abrasi dan menyebabkan jalan Trans Kalimantan terancam putus ……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 24 FEBRUARI 2009, HAL. 8 
 
4. LAHAN KERING DIJATENG BELUM DKELOLA DENGAN BAIK
Propinsi Jawa Tengah memiliki lahan kering yang sangat luas, yakni 2,26 juta hektare. Jika dikelola optimal lahan kering itu merupakan potensi luar biasa untuk mendukung sektor pertanian di wilayah itu. Hal itu dikemukakan Guru Besar bidang ilmu tanah Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, S. Minardi menjelang pengukuhannya kemarin……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 24 FEBRUARI 2009, HAL. 8 
 
5. WALHI : HENTIKAN CAR FREE DAY
Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta meminta pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk menghentikan pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day. Pasalnya berdasarkan hasil evaluasi sementara, pelaksanaan car free day yang sudah dimulai sejak 2007 kian jauh dari tujuan semestinya…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 24 FEBRUARI 2009, HAL. 15

6. WARGA KALSEL DIMINTA WASPADAI KABUT ASAP
Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Arifin mengingatkan warga mewaspadai datangnya musim kemarau. Sebab hadirnya musim kering ini dipastikan bakal berdampak terhadap penyediaan pangan dan munculnya bencana kebakaran serta kabut asap…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 24 FEBRUARI 2009, HAL. 9

7. KEBANYAKAN PERANG TERJADI DI PUSAT KEANEKARAGAMAN HAYATI
Lebih dari 80 persen konflik bersenjata yang terjadi di muka bumi sepanjang 1950-2000 terjadi di daerah-daerah yang kaya keanekaragaman hayatinya. Kawasan itu akhirnya semakin terancam, bahkan hancur, sehingga kemampuan mendukung kehidupan masyarakat yang bergantung padanya pun ikut hilang. Kenyataan ini terungkap lewat hasil studi terbaru yang dilakukan sejumlah ilmuwan konservasi dunia. Hasil studi yang diberi judul “Warfare in Biodiversity Hotspots