KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

17 PERUSAHAAN PERKEBUNAN SAWIT DIDUGA BAKAR LAHAN
Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang mengatakan sebanyak 17 perkebunan besar swasta kelapa sawit diduga membakar area perkebunannya. Luas lahan yang terbakar sekitar 1.426 hektare serta 1 hektare kebun……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 26 SEPTEMBER 2006, HAL. A6 BERITA TERKAIT: 17 PERUSAHAAN BAKAR LAHAN, ASAP DI JAMBI GANGGU PENERBANGAN, MEDIA INDONESIA, SELASA 26 SEPTEMBER 2006 HAL. A4
TANGGUL PENAHAN LUMPUR JEBOL LAGI
Tanggul penahan lumpur panas di sekitar titik semburan atau ring I di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, jebol lagi selebar 10 meter, Senin (25/9) pukul 00.10. Dengan demikian, selama enam pekan terakhir sudah sembilan kali tanggul penahan lumpur jebol karena tak kuat menahan tekanan lumpur yang terus menyembur. Meskipun tanggul jebol selebar 10 meter, lumpur tak meluber ke Jalan Tol Surabaya-Gempol. Sebab, masih ada tanggul penahan lumpur di lapisan kedua sehingga lumpur hanya mengalir ke kolam penampungan utama di Desa Siring…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 25 SEPTEMBER 2006, HAL.1
AMDAL HARUS JANGKAU KONDISI KAWASAN PASCATAMBANG
Dokumen analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal untuk perusahaan pertambangan seharusnya menjangkau hingga tahap pascatambang. Dengan demikian, aspek lingkungan dan sosialnya dapat dipantau secara lebih baik. Menurut Asisten Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup Urusan Pengkajian Dampak Lingkungan Hermien Roosita, pengelolaan pascatambang selama ini belum tergarap dengan baik…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 25 SEPTEMBER 2006, HAL.12
AMONIA PUSRI CEMARI PERMUKIMAN WARGA
Warga di Kelurahan 1 Ilir dan Kelurahan 3 Ilir, Palembang, Sumatera Selatan, resah karena terganggu oleh gas amonia dari pabrik PT Pupuk Sriwidjaja. Warga di sekitar pabrik itu menghirup bau gas yang menyengat sehingga menimbulkan gangguan pernapasan, mual, pusing kepala, dan mata perih…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 25 SEPTEMBER 2006, HAL.24
11 TAMBANG APUNG DITERTIBKAN
TNI Angkatan Laut mengamankan 11 ponton tambang timah apung di Pantai Batu Belubang, Pangkal Pinang, karena merusak tempat wisata dan mengganggu jalur pelayaran. Penertiban tambang timah apung itu dilakukan karena tenggat waktu yang diberikan tidak diindahkan penambang. Menurut Komandan Pangkalan TNI AL Bangka Belitung Letnan Kolonel (laut) Zainudin, Senin (25/9), semula, di perairan Pantai Batu Belubang terdapat ratusan tambang timah apung. Namun, hanya ada 11 tambang apung yang tidak mengindahkan peringatan TNI AL dan Pemerintah Kota Pangkal Pinang…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 25 SEPTEMBER 2006, HAL.24
LUMPUR LAPINDO TAK BISA DIHENTIKAN
Ahli geologi internasional menyimpulkan lumpur yang menyembur di Sidoarjo, Jawa Timur, merupakan fenomena gunung lumpur. Ini berarti semburan itu tidak bisa dihentikan, bahkan bisa semakin besar atau berhenti dengan sendirinya……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 26 EPTEMBER 2006, HAL. 1
CUKONG PEMBALAKAN LIAR DITAHAN
Sudiman alias Ahi (40), cukong pembalakan liar di Jambi, Jumat (22/9), ditahan di Kepolisian Daerah Jambi. Ahi ditahan karena mengangkut dan memiliki 648 batang kayu mekanis atau 1.309 meter persegi tanpa dokumen sah. Menurut Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Jambi Brigadir Jenderal (Pol) Carel Risakotta dalam kasus yang sama, Polda juga menahan pejabat penerbit Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) dari Kantor Kehutanan Kabupaten Muaro Jambi, Junaedi Umar…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 25 SEPTEMBER 2006, HAL.24
BERSIHKAN CILIWUNG, BERSIHKAN LINGKUNGAN
Sekitar 600 orang berkaus putih dan bertopi warna senada tampak sibuk berkeliling di sekitar RW 06 dan RW 08 Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan. Tangan kiri mereka memegang sebuah plastik hitam, sementara tangan kanan dengan cekatan mencomot sampah…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 26 SEPTEMBER 2006, HAL. 9
TAK RAMAH LINGKUNGAN CITRA PERTAMBANGAN MEMBURUK
Meskipun sektor pertambangan di Indonesia telah berkembang cepat dan memberikan keuntungan bagi perekonomian, citranya memburuk akibat praktik kegiatan yang tidak ramah lingkungan. Hal ini, jadi persoalan utama yang belum berhasil ditanggulangi di samping ketidakpastian hukum di bidang pertambangan sendiri. Menurut Pakar hukum lingkungan Prof Dr Koesnadi Hardjasoemantri umumnya kegiatan operasi pertambangan dengan skala besar telah menerapkan sistem manjemen lingkungan untuk menjamin keseimbangan antara kepentingan masyarakat dan pelestarian lingkungan hidup……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 24 SEPTEMBER 2006, HAL.5
KALTENG AKAN MUSNAHKAN 500.000 POTONG KAYU HASIL PEMBALAKAN LIAR

Tim Penanggulangan Penebangan Kayu Liar (Illegal Logging) Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam waktu dekat akan memusnahkan 500.000 potong kayu hasil pembalakan liar (illegal logging). Kayu itu merupakan hasil temuan pengamanan terpadu pembalakan liar di kawasan Taman Nasional (TN) Sebangau. Menurut ketua Tim Penanggulangan Penebangan Kayu Liar Kalteng, Achmad Diran barang bukti kayu temuan yang berasal dari kawasan konservasi, hutan lindung dan taman nasional tidak dapat dilelang dan harus dimusnahkan……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 24 SEPTEMBER 2006, HAL.4

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH