KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

TITIK API DI RIAU NIHIL
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika(BMKG) Stasiun Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru menyatakan, titik api atau hotspot di Riau sebagai indikator kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Propinsi Riau kembali nihil ……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 27 FEBRUARI 2009, HAL 7
  
BANJIR SOLO UTARA RENDAM RATUSAN RUMAH
Hujan deras sepanjang Rabu (25/2) hingga kamis (26/2) dini hari, menimbulkan air sungai Kali Anyar membeludak. Akibatnya, ratusan rumah penduduk yang tinggal di kawasan Sumber, Kadipiro, Banyuanyar, Solo, itu terendam banjir……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 27 FEBRUARI 2009, HAL 7
  
BATAM SEGEL KAPAL PENGANGKUT LIMBAH B3
Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam menyegel kapal MT Xing Guang 7. Kapal berbendera Korea itu mengangkut limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) seberat 3.800 ton.Limbah B3 jenis pasir besi yang dikenal sebagai foresand itu juga disegel agar tidak diangkut secara diam-diam oleh pemiliknya………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 27 FEBRUARI 2009, HAL.A8
  
INVESTOR BATAM KELUHKAN IZIN LINGKUNGAN
Para investor di Batam, Kepulauan Riau, mengeluhkan lambannya pelayanan izin lingkungan yang dilakukan pemerintah setempat. "Izin amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) sampai tiga bulan, amat lama," kata Manager Quality Assurance PT Drydock Sutrisno kepada Tempo kemarin. Keluhan tersebut direspons dan lantas disampaikan Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah kepada para bupati dan wali kota seluruh Sumatera dalam rapat koordinasi pengelolaan lingkungan di Batam kemarin……….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 27 FEBRUARI 2009, HAL.A8
 
LOKASI PEMBUANGAN SAMPAH DIALIHKAN
PT. Godang Tua Jaya akan mengalihkan pembuangan sampah dari zana 3 ke zona 5A. Pengalihan zona yang dilakukan oleh pengelola Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, akan dimulai, Jumat (27/2) ………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 27 FEBRUARI 2009, HAL 15
 
GUBERNUR TOLAK PERAMBAHAN HUTAN SUNGAI AUR
Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin menyatakan tidak pernah dan tidak akan mengeluarkan izin perambahan hutan lindung Taman Hutan Raya Sungai Aur, Muarojambi, Jambi, untuk pembangunan kawasan transmigrasi. Zulkifli menyatakan tidak pernah dikoordinasi Pemerintah Kabupaten Muarojambi tentang adanya perambahan hutan lindung Tahura Sungai Aur. Menurut hasil investigasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Jambi, pada 2008, lahan Tahura Sungai Aur telah dibabat sekitar 327 hektare untuk pembangunan 131 unit rumah transmigran asal Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jambi……….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 27 FEBRUARI 2009, HAL. A8
 
GARIS PANTAI INDONESIA TERPANJANG KE EMPAT
Indonesia memiliki garis pantai terpanjang keempat di dunia dengan panjang mencapai lebih dari 95.181 kilometer (km). Menurut Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia, Rizald Max Rompas, koreksi panjang garis pantai Indonesia dari 81.000 km menjadi 95.181 km ini telah diumumkan PBB pada 2008 lalu. Dengan koreksi yang dilakukan PBB tersebut, kini Indonesia justru berada di posisi keempat setelah Rusia. Sementara itu, Indonesia sekarang tidak lagi memiliki lebih dari 17.500 pulau, tetapi kurang lebih 17.480 pulau…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 26 FEBRUARI 2009, HAL. 11
 
TPST BANTAR GEBANG BUTUH RP. 700 MILIAR
Pemancangan tiang pertama pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, dijadwalkan pada 10 Maret 2009 mendatang. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo akan meletakkan batu pertama pembangunan pengelolaan sampah dengan teknologi modern itu.Sampah di TPST Bantargebang akan dikelola dengan teknologi tinggi. Pembangunan TPST menelan biaya sekitar Rp 700 miliar…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 26 FEBRUARI 2009, HAL. 11
 
USIA PLTA SAGULING TINGGAL 24 TAHUN LAGI : SEDIMENTASI AKAN SEMAKIN MEMBUAT PLTA TIDAK BERFUNGSI
Usia Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling diperkirakan tidak lebih dari 24 tahun. Hal ini dilihat dari dampak terjadinya sedimentasi pada waduk yang mencapai 4 – 4,2 juta meter kubik per tahun. Menurut General Manager Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Saguling, PT Indonesia Power, Sudibyanto, sedimentasi yang terjadi di waduk Saguling itu sudah sangat serius………BACA SELENGKAPNYA, JURNAL NASIONAL, JUMAT 27 FEBRUARI 2009, HAL. 12
  
HARIMAU SUMATERA BUTUH HABITAT YANG LAYAK
Harimau Sumatra di Jambi berkembangbiak di hutan-hutan lindung dan hutan konservasi, seperti Taman Hutan Rakyat (Tahura) Senami Kabupaten Batanghari, Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) Kabupaten Sarolangun, Taman Nasional Berbak (TNB) Muarojambi dan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Kemudian Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) Kabupaten Tebo dan Riau, dan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang meliputi wilayah Kabupaten Kerinci dan Bungo Provinsi Jambi, Provinsi Bengkulu, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan. Namun kawasan-kawasan konservasi itu kini mengalami degradasi, membuat harimau semakin terdesak atau kesulitan mencari makan…..BACA SELENGKAPNYA,JURNAL NASIONAL, JUMAT 27 FEBRUARI 2009, HAL.11
 
PERDAGANGAN KARBON AMERIKA – INDONESIA TERBUKA
Peluang Indonesia untuk menjaga kelestarian hutan tropis lewat perdagangan karbon dengan Amerika semakin terbuka. Presiden Barack Obama mencanangkan miliaran dolar dalam anggaran pemerintahannya sebagai dana perdagangan karbon internasional. Menurut rencana, hari ini Obama akan memamaparkan anggaran tahun depan tersebut di depan publik Amerika. Tim penasihat Obama Kamis (26/2) menyatakan Amerika sebagai penghasil emisi gas rumah kaca terbesar dunia akan berkontribusi dalam perdagangan karbon…..BACA SELENGKAPNYA,JURNAL NASIONAL, JUMAT 27 FEBRUARI 2009, HAL.9 
 
BKSDA DAB WWF : HENTIKAN KONVERSI HUTAN
Menyusul tewasnya enam orang akibat serangan harimau Sumatera di Provinsi Jambi sekitar sebulan terakhir, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi dan WWF-Indonesia menyerukan tentang pentingnya penghentian konversi hutan alam sesegera mungkin di Provinsi Jambi. Menurut Kepala BKSDA Jambi, Didy Wurjanto, tiga korban yang tewas diterkam harimau akhir pekan lalu diduga keras adalah pelaku illegal logging. Diperkirakan, harimau yang menyerang telah kembali masuk ke hutan habitatnya…..BACA SELENGKAPNYA,JURNAL NASIONAL, JUMAT 27 FEBRUARI 2009, HAL. 5
  
RI AJAK 121 NEGARA TATA PENGELOLAAN LAUT
Guna mengantisipasi dampak perubahan iklim global terhadap laut, Indonesia mengajak sekitar 121 negara membahas pengelola
an laut di dunia. Sebanyak 500 peserta dari berbagai macam negara tergabung dalam acara World Ocean Conference 2009 di Manado pada 11-15 Mei. WOC merupakan pertemuan resmi para menteri, pejabat tinggi dan organisasi multilateral guna merumuskan kesepakatan dan konvensi menyangkut kebijakan nasional bersama dalam pengelolaan laut…..BACA SELENGKAPNYA,JURNAL NASIONAL, JUMAT 27 FEBRUARI 2009, HAL. 4

  
BELAJAR MENGOLAH SAMPAH DI BANTUL
Suasana gedung pemerintahan Kabupaten Bantul, Rabu pertengahan Desember 2008, lebih ramai dari biasanya. Puluhan orang dari berbagai kabupaten/kota tampak sibuk berdiskusi seputar pengolahan sampah di Kabupaten Bantul. Apa sebenarnya yang menarik dari pengolahan sampah di Bantul? Di kabupaten ini secara konkret pemerintah daerah memprogramkan pengolahan sampah dari pasar tradisional menjadi pupuk kompos. Saat ini baru sampah Pasar Bantul yang diolah. Setiap hari sekitar 1-2,5 ton sampah terkumpul. Sampah-sampah itu diolah menjadi sekitar 450 kilogram-1 ton kompos…..BACA SELENGKAPNYA,KOMPAS, JUMAT 27 FEBRUARI 2009, HAL. 46
  
USAHA PENCUCIAN : PENGELOLA MINTA WAKTU DUA TAHUN
Sebanyak 48 pengelola usaha pencucian dan pencelupan jins di Sukabumi Selatan, Jakarta Barat, minta waktu dua tahun untuk menyiapkan instalasi pengolahan air limbah atau IPAL serta berlangganan air.Sebelumnya, Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta mengancam akan menyegel usaha ini hari Sabtu besok apabila pengelolanya tidak menggunakan air yang dikelola pemerintah dan tidak memiliki IPAL. Selama ini ke-48 pengelola usaha cucian menggunakan air tanah dan tidak memiliki IPAL…..BACA SELENGKAPNYA,KOMPAS, JUMAT 27 FEBRUARI 2009, HAL. 26
 
KONPERENSI KELAUTAN DUNIA : DELEGASI 146 NEGARA AKAN HADIRI WOC DI MANADO
World Ocean Conference atau Konferensi Kelautan Dunia yang dijadwalkan berlangsung 11-15 Mei 2009 di Manado, Provinsi Sulawesi Utara, akan dihadiri delegasi dari 146 negara. Kepastian itu disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang, selaku Wakil Ketua Panitia Pelaksana WOC, Kamis (26/2).Kesediaan ke-146 negara merupakan hasil lobi Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, selaku Ketua Umum Panitia Pelaksana Konferensi Kelautan Dunia (WOC)……BACA SELENGKAPNYA,KOMPAS, JUMAT 27 FEBRUARI 2009, HAL. 22 
 
LAGI HARIMAU MATI : PEMBURUAN HARIAN DI TN BERBAK JAMBI MENINGKAT
Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali mati dijerat di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Kematian harimau tersebut menambah jumlah satwa liar yang dilindungi itu menjadi empat ekor, dalam tiga pekan selama Februari 2009 ini di Riau.Direktur Kehutanan WWF Indonesia Ian Kosasih menyayangkan kematian hewan yang dilindungi itu. WWF menyerukan agar pemerintah menghentikan kerusakan hutan alam untuk membuka perkebunan……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 27 FEBRUARI 2009, HAL. 22
  
PEMBALAKAN LIAR : RIAU LAYAK DISIDIK LAGI
Hingga saat ini Polri belum juga menyerahkan semua dokumen surat perintah penghentian penyidikan perkara pembalakan liar di Riau kepada pihak Wahana Lingkungan Hidup Indonesia sebagai pelapor. Hal itu dianggap janggal dan mengundang tanda tanya besar. Secara yuridisperkara Riau layak untuk disidik kembali oleh polisi.Menurut Direktur Eksekutif Nasional Walhi Berry Nahdian Forqan, hingga kini telah lebih dari satu bulan Walhi mengajukan permintaan untuk memperoleh dokumen surat perintah penghentian penyidikan (SP3) polisi terhadap 13 perusahaan kayu (dari 14 perusahaan) yang sempat diduga terlibat………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 27 FEBRUARI 2009, HAL. 15

IKLIM : WOC GUGAH PERAN KELAUTAN
Penyelenggaraan Konferensi Kelautan Dunia (WOC) untuk pertama kalinya di Manado, Sulawesi Utara, pada 11-15 Mei 2009 ditujukan untuk menggugah peran kelautan dalam mengatasi berbagai persoalan yang muncul akibat dampak perubahan iklim.Kelautan memiliki potensi penyerapan emisi penyebab pemanasan global dan sumber energi terbarukan yang terabaikan serta pendukung keamanan pangan……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 27 FEBRUARI 2009, HAL. 1
 
20.000 RUMAH TERENDAM LAGI
Hanya berselang kurang dari sebulan, Bengawan Solo kembali meluap pada Rabu dan Kamis (26/2), merendam sekitar 20.000 rumah, ratusan hektar sawah, dan merenggut dua korban jiwa di Jawa Tengah dan Jawa Timur, menyusul tingginya curah hujan. Masyarakat merasakan banjir kali ini terbesar sejak terjadinya banjir pada 1982.Banjir besar tahun ini diawali pada 30-31 Januari 2009 saat Bengawan Solo memaksa ribuan keluarga di Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo mengungsi. Banjir kedua berlangsung Rabu malam hingga Kamis kemarin.Di Solo, banjir sejak Rabu malam mengakibatkan 9.956 rumah terendam………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 27 FEBRUARI 2009, HAL. 1

Sumber:
Perpustakaan KLH