KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 
1. KAWANAN GAJAH LIAR MASIH MENGHANTUI WARGA MANDAU
Kawanan gajah berjumlah puluhan ekor masih menhantui warga yang bermukim di Kelurahan Balai Makam dan Desa Petani, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, RiauInformasi yang diterima dari warga masyarakat yang bermukim didaerah tersebut Kamis (5/3) menyebutkan puluhan gajah belum beranjak dari daerah mereka……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 6 MARET 2009, 7 
 
2. LINGKUNGAN DI SUMSEL RUSAK PARAH

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia ( Walhi) Sumatera Selatan (Sumsel) menyatakan keprihatinanya terhadap kerusakan lingkungan hidup di daerah ituHingga saat ini kerusakan lingkungan hidup masih berlangsung……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 6 MARET 2009, HAL. 7
 
3. DIKAJI, INSENTIF UNTUK WARGA PENGOLAH SAMPAH
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakrta berencanmemberi insentif kewarga mengolah sampah organik ekonomis seperti pupuk kompos. sekitar 50 persen dari total produksisamph DKI adalah sampah organik atau sampah rumah tangga…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT 6 MARET 2009, HAL. 11
 
4. BALEENDAH KEMBALI TERENDAM
Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Jawa Barat (JABAR),kembali terendam. Genangan setinggi hingga 1,5 meter merendam sekitar 600 rumah warga Desa Cieunteung dan Desa Baleendah…………………BACA SELENGKAPNYA………MEDIA INDONESIA, 6 MARET 3009, HAL10
 
5. AIR BENGAWAN SOLO KEMBALI MELUAP
Lumpur akibat banjir belum kering, namun air Bengawan Solo kembali meluap. Akibatnya, warga yang dalam kondisi lelah setelah pulang dari pengungsian kemarin harus berkemas-kemas lagi. Ketinggian air pada papan duga Kota Bojonegoro tercatat 13,91 meter dari permukaan laut. Artinya, air berstatus siaga I, yang mendekati siaga II dari permukaan air laut. Pemerintah Bojonegoro langsung meminta warga bersiap-siap mengungsi. "Sudah siaga I dan kurang beberapa sentimeter lagi siaga II," kata juru bicara pemerintah Bojonegoro, Jono Nurharyanto, kepada Tempo kemarin. Naiknya air di sungai terpanjang di Pulau Jawa itu dipicu oleh hujan deras yang turun selama tiga hari berturut-turut sejak Selasa hingga Rabu malam lalu……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 6 MARET 2009, HAL. A8 
 
6. HARIMAU SUMATRA, KUALITAS HABITAT PICU AGRESIVITAS
Merosotnya kualitas habitat harimau sumatera memicu agresivitas, termasuk memangsa manusia. Kualitas habitat terkait dengan kondisi minimal yang dibutuhkan satwa untuk berkembang biak secara alami. Kualitas habitat itu di antaranya biomassa daya dukung pangan di alam dan ketersediaan tutupan lahan yang nyaman.