KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 
179 RUMAH DITERJANG PUTING BELIUNG
Sedikitnya 179 rumah penduduk dan fasilitas umum di Kabupaten Subang, Jabar, rusak berat akibat diterjang angin puting beliung. Selain merusak rumah, angin kencang itu juga menyebabkan 1.500 ekor ayam buras mati. Peristiwa itu terjadi di 11 rukun tetangga (RT) di Desa Padaasih, Kecamatan Cigogo,Kabupaten Subang, sekitar pukul 15.30 WIB.Menurut informasi, peristiwa itu terjadi beberapa menit setelah hujan yang disertai petir mengguyur Kabupaten Subang. Warga yang awalnya bertahan di tempat tinggalnya. Namun, melihat gulungan gerakan angin besar, warga langsung berhamburan keluar sambil berteriak histeris. Dengan kondisi panik, warga mengungsi ke rumah tetangga yang dianggap aman. Menurut salah seorang warga, Jai Sujai, 47, angin puting beliung datang dari arah selatan dan berputar-putar di atas………BACA SELENGKAPNYA, KORAN SEPUTAR INDONESIA, SELASA, 10 MARET 2009, HAL.25
 
 
WARGA JAKARTA DIMINTA WASPADAI GEMPA
Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Departemen Kesehatan mengingatkan agar warga Jakarta siap-siap menghadapi gempa."Jakarta masuk dalam garis gempa membentang dari Sinabang hingga Pelabuhan Ratu yang berpotensi gempa," kata Kepala PPK Depkes, Rustam S Pakaya, kemarin…BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA, 10 MARET 2009, HAL. 15
 
 
5 PEMDA CEGAH ILLEGAL LOGGING
Lima pemerintah daerah (pemda) di Jatim sepakat mengawasi aksi pembalakan liar (illegal logging) demi mencegah ancaman tanah longsor dan banjir. Kelima pemda yang terdiri atas Kota Batu, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Jombang,dan Kabupaten Mojokerto tersebut sepakat menjaga kelestarian hutan di kawasan hulu Sungai Brantas.Kepala Dinas Pertanian Kota Batu Hendro Prasetyo mengaku, kondisi hutan di sekitar kawasan hutan raya (Tahura) R Soerjo yang mencakupi lima wilayah tersebut kondisinya sangat kritis……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN SEPUTAR INDONESIA, SELASA, 10 MARET 2009, HAL. 25
 
 
RATUSAN RUMAH TERENDAM BANJIR
Ratusan rumah di kawasan Cokro Aminoto RT 04 dan RT 06 Lorong Jaya,Kelurahan Cintaraja, Kecamatan Kota Kayuagung, Sumatera Selatan (Sumsel), terendam banjir kemarin. Curah hujan yang tinggi dan terus-menerus mengguyur Kota Kayuagung dan sekitarnya menyebabkan banjir memasuki rumahrumah warga. Akibat banjir tersebut, sebagian warga mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman.Tidak ada korban jiwa dalam banjir kali ini.Namun, sejumlah warga mulai merasakan gatal-gatal di kulit. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) kemarin sudah menggelontorkan bantuan berupa 3 ton beras, sejumlah mi instan, roti,dan sarden.Banjir disebabkan buruknya penataan drainase atau saluran air di lingkungan setempat. Akibatnya, air dari drainase yang dangkal dan tersumbat meluap ke dataran yang lebih rendah…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN SEPUTAR INDONESIA, SELASA, 10 MARET 2009, HAL. 26
 
 
AKIBAT BANJIR PETAMBAK TUBAN MERUGI
Ketua Kelompok Petani Tambak Rowo Mulyo, Desa Compre4ng, Kecamatan Widang, Somad mengungkapkan, hingga kemarin, area tambak budi daya ikan air tawar di daerahnya yang terendam banjir mencapai 1.528 ha dari total luasan 2.066ha."kata Somad. Bencana itu terjadi akibat tanggul darurat Bengawan Solo di Desa Tegalsari, Kecamatan Widang, jebol sejak 10 hari lalu……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 10 MARET 2007 HAL. 8
 
 
100.000 HA TERITORI HARIMAU DI RUSAK
Hampir 100.000 hektar areal hutan produksi yang menjadi habitat harimau sumatera di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, telah dirusak perambah dan pembalak liar. Kondisi itu yang menyebabkan maraknya konflik antara harimau dan manusia dua bulan terakhir ini. Hunian harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Muaro Jambi adalah hutan produksi hak pengusahaan hutan (HPH) Putra Duta seluas 35.000 hektar (ha) dan eks HPH Rimba Karya Indah (RKI) sekitar 50.000 ha. Hanya dua tempat itulah yang masih cocok untuk harimau mencari makanan dan berkembang biak karena hutan di sekitarnya telah menjadi hutan tanaman industri (HTI) dan perkebunan sawit……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA, 10 MARET 2009, HAL. 22
 
 
LUMPUR LAPINDO : TANGGUL KEMBALI JEBOL
Tanggul pusat semburan lumpur Lapindo antara titik 44 dan 45 jebol, Senin (9/03) pukul 16.00. Akibatnya, lumpur mengalir ke arah kolam penampungan yang berbatasan dengan jalan raya Porong, Sidoarjo, Jawa Timur…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA, 10 MARET 2009, HAL. 24
 
 
ANGIN KENCANG, DUA ORANG TEWAS DAN TIGA ORANG LUKA TERTIMPA POHON
Angin kencang menerjang di Kabupaten Sukoharjo, Banyumas, Kudus, dan Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu dan Minggu (8/3). Dua orang tewas dan tiga orang luka-luka tertimpa pohon tumbang, Minggu pukul 15.00 di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo. Kelima orang yang merupakan keluarga itu sedang naik mobil Kijang Rover bernomor polisi AD 8877 CM ketika pohon mahoni di tepi jalan tumbang menimpa kendaraan mereka. Korban tewas adalah Sartono (56) dan Wawan (27), sedangkan korban luka adalah Martini (53), Sartini (49), dan Ratna. Semuanya warga Plumbungan, Karangmalang, Sragen…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA, 10 MARET 2009, HAL. 24
 
   
SEMPADAN BENGAWAN SOLO MAKIN PARAH
Kerusakan sempadan Bengawan Solo di bawah jembatan perbatasan Jawa Tengah – Jawa Timur, di Cepu, Kabupaten Blora, Jateng, makin parah. Sempadan longsor sedalam 5 meter dan sepanjang 20 meter sehingga mengancam jembatan kereta api dan rumah warga. Penanganan Tanggul Jebol Minta Dipercepat Menurut warga Kelurahan Cepu, Tulus Widodo (50), Senin (9/3), sempadan longsor dua kali akibat banjir Bengawan Solo tahun 2008 dan 2009. Ia berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan sempadan…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA, 10 MARET 2009, HAL. 24

Sumber:
Perpustakaan KLH