KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 
LUMPUR LAPINDO : LUBERAN LUMPUR TENGGELAMKAN PABRIK
Luberan lumpur Lapindo di Sidoarjo menenggelamkan pabrik milik PT pasific Prestrees Indonesia, produsen bola-bola beton penutup semburan lumpur Lapindo. Lumpur bercampur air setinggi 5 meter menggenangi pabrik akibat tanggul kolam penampungan lumpur jebol…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 11 MARET 2009, HAL. 24
 
SUNGAI MUSI MELUAP RENDAM EMPAT KECAMATAN
Ratusan rumah di empat kecamatan di palembang, Sumatra Selatan, terendam banjir akibat meluapnya Sungai Musi, kemarin. Empat kecamatan yang terendam banjir tersebut adalah Kecamatan Ilir Timur 1, Kecamatan Kemuning, Kecamatan Plaju, dan Kecamatan Seberang Ulu 2………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 11 MARET 2009, HAL. 8
 
PALEMBANG BANJIR LAGI
Banjir kembali merendam lebih dari 1000 rumah di kota Palembang. Banjir terjadi akibat hujan deras sehari ditambah siklus pasang sungai Musi. Akibatnya sejumlah anak sungai yang melintasi kawasan permukiman meluap. Kawasan yang paling parah terkena banjir meliputi Kecamatan Sekip Jaya, Kertapati, dan Seberang Ulu…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 11 MARET 2009, HAL. 24
 
MEMBERANTAS PEMBALAKAN LIAR HANYA DI MEJA DISKUSI
Kehadiran badan Uni Eropa untuk penegakan hukum dan pelestarian lingkungan (Forest Law Enforcement, Governance and Trade/FLEGT) di Jambi sejak tiga tahun lalu belum memberikan angin segar bagi pemberantasan pembalakan liar dan penyelamatan hutan di Provinsi Jambi.Hal tersebut disebabkan kegiatan FLEGT yang terlalu terfokus pada diskusi pemberantasan pembalakan liar dan penyelamatan hutan. Seolah-olah FLEGT hanya memberantas pembalakan liar di meja diskusi…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 10 MARET 2009, HAL. 17
 
TERIMBUN LONGSOR, 4 WARGA TEWAS
Empat warga Kampung Cibunar LepaRT 19/05DesaKadudampit, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,yang terdiri atas ibu dan dua orang anak beserta seorang keponakannya, tewas setelah terkubur tanah longsor selama kurang lebih satu jam. Longsor terjadi akibat jebolnya tanggul kolamikandilahanyangterletak tepat di atas tempat kediaman para korban karena rembesan air hujan yang mengguyur perkampungan Senin sore.Hampir seluruh tanggul kolam sekitar3 m X 5 m ambrol dan menghantam dinding rumah tepatnya pada bagian ruang tengah, tempat para korban menyaksikan tayangan televisi…….BACA SELENGKAPNYA, SEPUTAR INDONESIA, RABU 11 MARET 2009, HAL. 25
 
AHLI IKLIM KUMPUL LEBIH DULU DI KOPENHAGEN
Para ahli iklim dunia mendului forum resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, Desember mendatang, dengan berkumpul di kota yang sama mulai hari ini. Mereka merasa harus bertemu demi bisa menggemakan lebih tegas bahwa akselerasi perubahan iklim terjadi lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 11 MARET 2009, HAL. B5
 
SELURUH TANGGUL LAPINDO KRITIS
Seluruh tanggul terluar di kawasan luberan lumpur panas Lapindo di Porong, Sidoarjo, sangat kritis. Padahal tanggul-tanggul itu berbatasan langsung dengan permukiman warga, jalan raya Porong, serta rel kereta api. Menurut juru bicara Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), Ahmad Zulkarnain, kritisnya tanggul tersebut akibat jebolnya tanggul cincin setengah melingkar yang ada di pusat semburan…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 11 MARET 2009, HAL. A2
 
LIMBAH TAMBANG TERUS CEMARI LAUTAN : ISU PEMANASAN GLOBAL BISA MENYESATKAN
Menjelang penyelenggaraan Konferensi Kelautan Dunia pada 11-15 Mei 2009 di Manado, Sulawesi Utara, Indonesia belum menunjukkan konsistensinya menjaga lingkungan kelautan. Aktivitas pertambangan tetap mencemari lautan.Sedikitnya sampai saat ini masih terdapat 340.000 ton limbah tambang yang terbuang ke laut dan mencemarinya hanya dari dua perusahaan asing terbesar yang beroperasi di wilayah Papua dan Nusa Tenggara Barat.Menurut Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang, Siti Maemunah, substansi perusakan lingkungan kelautan akibat operasional tambang di Indonesia masih ditutupi. Tanpa ketegasan Indonesia, penyelenggaraan WOC diragukan akan mampu menyentuh substansi…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 11 MARET 2009, HAL. 14 

Sumber:
Perpustakaan KLH