KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN: LUMPUR LEWAT PORONG: MENEG LH NYATAKAN PEMBUANGAN KE LAUT SEBAGAI FORCE MAJEUR
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi petunjuk untuk mengalirkan lumpur panas ke laut melalui Sungai Porong, Sidoarjo. Tiga pompa dengan kapasitas 1.000-1.500 meter kubik per jam akan dioperasikan untuk mengalirkan lumpur panas tanpa pengolahan sedikit pun mulai 5 Oktober 2006. Sebelum mengikuti sidang kabinet di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, kemarin, Rachmat Witoelar menyatakan, sebagai bagian dari pemerintah, mau tidak mau dia harus mengikuti kebijakan pemerintah membuang lumpur ke laut melalui Sungai Porong meskipun dampaknya terhadap pencemaran tak terelakkan. asalnya, pembuangan lumpur ke laut merupakan force majeur atau keterpaksaan………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. 1. BERITA TERKAIT: PRESIDEN PUTUSKAN BUANG LUMPUR KE LAUT, KORAN TEMPO, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. 1; LUMPUR DI BUANG LEWAT SUNGAI, MEDIA INDONESIA, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. 1
GREENPEACE BUANG LUMPUR KE KANTOR MENKO KESRA
Aktivis Greenpeace, Rabu (27/9), membuang lumpur dari Sidoarjo (Jawa Timur) di depan pintu gerbang Kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie. Aksi itu sebagai bentuk protes dan tuntutan terhadap Aburizal untuk bertanggung jawab penuh terhadap bencana genangan lumpur dari sumur eksplorasi PT Lapindo Brantas…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. 13. BERITA TERKAIT: KANTOR ABURIZAL DISIRAM LUMPUR, KORAN TEMPO, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. A2
ASAP TEBAL SELIMUTI KOTA PALEMBANG
Kota Palembang, Sumatera Selatan, kembali diselimuti asap tebal mulai sekitar pukul 15.00 hingga malam, Rabu (27/9). Asap berasal dari kebakaran lahan dan hutan yang semakin luas di provinsi itu. Berdasarkan pantauan satelit Terra Modis, Rabu pukul 17.00, terdapat 1.618 titik api di Sumsel. Kabut asap mulai terasa sekitar pukul 15.00 dan semakin pekat sekitar pukul 17.00 sehingga Palembang menjadi remang-remang…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. 15
TINDAK PEMBERI IZIN
Prestasi buruk Lapindo Brantas Inc yang mengakibatkan semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo, merupakan indikasi bahwa tambang di Indonesia dieksplorasi secara ugal-ugalan. Karena itu, tidak hanya perusahaan penambang yang harus ditindak, tetapi juga pejabat pemberi izin. Hal itu dikemukakan mantan Ketua MPR Amien Rais, Rabu (27/9). Dikatakan, kasus Lapindo hanya satu contoh buruk seperti halnya pertambangan di Papua, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, yang juga menyisakan kerusakan ekologi yang dahsyat……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. 24
BANYUMAS BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK YANG RAMAH LINGKUNGAN
PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Mrica mulai membangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro berbasis clean development mechanism atau mekanisme pembangunan bersih. PLTM lebih ramah lingkungan, tidak menimbulkan polusi, dan tidak mengakibatkan kerusakan hutan atau lingkungan. Karena itu, masyarakat di sekitar lokasi PLTM menerima kehadiran pembangkit mikrohidro itu……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. 23
LUMPUR LAPINDO DIREKOMENDASIKAN DIBUANG KE LAUT
Tim Nasional (Timnas) Penanggulangan Lumpur Lapindo Brantas merekomendasikan kepada pemerintah agar lumpur panas PT Lapindo Brantas dibuang ke laut. Rekomendasi tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet, Rabu (27/9) pagi, di Jakarta.Menurut Ketua Tim Pelaksana Tim Nasional Penanganan Lumpur Lapindo Brantas, Basuki Hadimulyono, sebelum mengikuti Sidang Kabinet, ada beberapa opsi untuk mengatasi luapan lumpur ini, antara lain, menahannya dengan membangun tanggul…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 27 SEPTEMBER 2006, HAL. 1
PEMBERANTASAN PEMBALAKAN HUTAN DIMINTA LEBIH PROGRESIF
Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (Ismahi) menyatakan dukungan atas pemberantasan aksi pembalakan hutan, yang tengah dilakukan oleh Menteri Kehutanan MS Kaban. Diharapkan upaya pemberantasan itu, serta pengejaran terhadap para pelaku bisa dilakukan lebih progresif…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 27 SEPTEMBER 2006, HAL. 3
ANTISIPASI KEBAKARAN, PENGAWASAN HUTAN DI GARUT DIPERKETAT
Bupati Garut, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Agus Supriyadi mengatakan pihaknya terus berusaha untuk meningkatkan pengawasan hutan di Kabupaten Garut dengan mengajak berbagai komponen masyarakat. Pengawasan ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran hutan di musim kemarau…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 27 SEPTEMBER 2006, HAL. 4
PORONG KAWASAN RAWAN BENCANA
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan daerah yang tergenang lumpur PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo, seluas 400 hektare sebagai kawasan rawan bencana. Karenanya, daerah itu dinyatakan tidak lagi layak untuk dihuni. Presiden meminta warga yang tinggal di wilayah tersebut dibuatkan pemukiman baru. Tak cuma rumah, mereka juga harus diberi pekerjaan dan sumber mata pencaharian baru…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. 1. BERITA TERKAIT: KOTA LUMPUR, REPUBLIKA, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. 4
RIBUAN HEKTARE HUTAN KALTENG MASIH TERBAKAR
Masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) kini harus membiasakan diri menghirup udara yang masuk kategori berbahaya, setelah beberapa pekan sebelumnya menghirup udara berkualitas sedang dan tidak sehat. Selama tiga hari terakhir, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dipajang di pusat kota Palangkaraya menginformasikan kualitas udara berada dalam kategori berbahaya. Hal itu
ditunjukan dengan nilai ISPU yang sebesar 432 atau jauh di atas ambang batas yang ditentukan yaitu sebesar 300…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. 19
‘TANGANI KONFLIK GAJAH MANUSIA
World Wildlife Fund (WWF) meminta agar implementasi Peraturan Menteri Kehutanan tentang penetapan Riau sebagai Pusat Konservasi Gajah Sumatera dapat segera dilaksanakan. Protokol mitigasi konflik antara gajah dan manusia juga harus dilakukan, juga upaya penegakan hukum terhadap pelaku pembunuhan gajah……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. 22
PEMKOT JAKPUS SIAP ANTISIPASI BANJIR
Menjelang musim penghujan yang biasanya diikuti banjir, Suku Dinas PU dan Tata Air melakukan normalisasi saluran besar dan kecil di sejumlah wilayah di Jakarta Pusat. Normalisasi dilakukan disekitar 60 lokasi yang tersebar di delapan kecamatan. Sudin juga menguras lumpur dari sungai di sekitar 100 lokasi….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. 10
AMDAL HARUS MASUKKAN KEGIATAN PASCATAMBANG
Dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) harus memasukkan kegiatan pascatambang. Selama ini, penutupan tambang masih kerap menimbulkan sejumlah degradasi lingkungan …..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. A1

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH