KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SULTENG KEMBALI DILANDA BANJIR
Delapan desa di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) sejak tiga hari terakhir terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah di bagian selatan itu. Selain sering dilanda banjir lokal,kawasan itu juga sering dilanda banjir kiriman jika hujan deras terjadi di hulu sungai di Kecamatan Mori Atas……..BACA SELENGKAPNYA, SEPUTAR INDONESIA, KAMIS 19 MARET 2009, HAL. 26

SAMPAH PLASTIK ANCAM PENYU BELIMBING
Selain sulit terurai secara alami, sampah plastik ternyata mengancam kehidupan penyu belimbing, reptil yang distribusinya paling luas di dunia. Kini binatang itu terancam kepunahan akibat perilaku manusia yang menjadikan laut sebagai tempat sampah Menurut Seorang dosen Dalhousie University di Halifax, Nova Scotia, kurangnya kepedulian manusia terhadap bahaya plastik bagi spesies itu. Dalam jurnal Marine Pollution Bulletin, Mike James, ahli biologi Dalhousie University yang menangani bidang satwa berisiko punah di badan pengawasan perikanan dan kelautan Kanada, memaparkan betapa berbahayanya plastik bila termakan oleh penyu…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 19 MARET 2009, HAL. B4

LANGIT SEMAKIN GELAP : CUMA EROPA YANG LANGITNYA LEBIH CERAH KETIMBANG TIGA DEKADE LALU
Untuk sebagian besar tempat di muka bumi ini, langit semakin temaram saja. Sebuah hasil studi terhadap tingkat jarak pandang (visibilitas) di 3.250 stasiun meteorologi di dunia mengungkap itu lewat jurnal Science edisi Jumat pekan lalu. Laporan itu menyebutkan bahwa meningkatnya partikel aerosol di udara telah mengurangi tingkat kecerahan langit selama 35 tahun terakhir sejak 1973. Polutan berupa padatan debu ataupun titik air yang sangat halus itu sukses menghalangi kedatangan sinar matahari ke muka bumi dan membuat dunia lebih gelap…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 19 MARET 2009, HAL. B4

AIR BAKU PDAM TERCEMAR MERKURI
Air baku yang digunakan oleh Perusahaan Air Minum Daerah di Banjarmasin diduga tercemar merkuri. Penyebabnya antara lain aktivitas pertambangan emas dan batu bara di sekitar aliran Sungai Riam Kiwa di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pencemaran terjadi ketika curah hujan di kawasan Kalimantan Selatan pada awal Maret 2009 cukup tinggi. Akibatnya, air Sungai Riam Kiwa berubah warna menjadi kuning pekat bercampur lumpur…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 19 MARET 2009, HAL. A9

KALTENG CEMAS MENANTI KOMPROMI GAMBUT
Gambut tropis telah terakumulasi di celah antara Sungai Rungan dan Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), lebih dari 10,000 tahun lamanya. Namun, pada dekade 1980, lahan serta rawa gambut itu di timbun untuk perluasan jalan. Daerah yang sebelumnya hanya bisa di askes dengan kapal, mulai disesuaikan oleh proyek yang berkembang di atas gambut, misalnya permukiman, lahan pertanian, dan kebun. Dengan begitu justru lebih mudah terbakar bila musim kemarau datang……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS, 19 MARET 2009, HAL. 8

PEMERINTAH MASIH SIAPKAN RUU GENETIK
Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengelolaan Sumber Daya Genetik (RUU PSDG) yang telah dipersiapkan sejak 2003, hingga saat ini masih tertahan di pemerintah. Kementerian Lingkungan Hidup sebagai lembaga pemerintah yang menangani masalah ini menargetkan RUU ini masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas) di DPR tahun 2010.Menurut Deputi Bidang Peningkatan Konservasi SDA dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan KNLH Masnellyarti Hilman, RUU yang sudah dibahas sejak 2003 ini sangat penting sebagai proteksi terhadap kekayaan keanekaragaman sumber daya genetik (SDG) di Indonesia yang sangat besar jumlahnya………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 18 MARET 2009, HAL. 18

KONFERENSI KELAUTAN DUNIA : 2050 ANCOL, PIK DAN TANJUNG PRIUK DIPERKIRAKAN TENGGELAM
Diperkirakan, pada tahun 2050 sebagian besar wilayah Jakarta Utara seperti Ancol, Pantai Indah Kapuk (PIK), dan Tanjung Priok, akan tenggelam. Di seluruh Indonesia, diperkirakan akan ada sekitar 2000 pulau yang akan lenyap dan tenggelam. Itulah isu-isu besar yang akan dibahas pada WOC 2009 nanti dan diharapkan akan diadopsi dalam "Deklarasi Manado"……….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 18 MARET 2009, HAL. 11

BIORETENSI ALTERNATIF ATASI BANJIR JAKARTA
Setelah lubang biopori, kini muncul teknologi bioretensi. Tujuannya sama, untuk mengatasi banjir. Penemuannya pun sama-sama dosen Institut Pertanian Bogor (IPB). Bioretensi adalah teknologi aplikatif yang menggabungkan unsur ta
naman (green water) dengan air dalam suatu bentang lahan………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS, 19 MARET 2009, HAL. 6

BENGAWAN SOLO RUSAK : BLORA CANANGKAN PROGRAM KALI BERSIH
Persoalan sungai Bengawan Solo bukan hanya banjir atau tanggul jebol. Persoalan lain yang patut diwaspadai adalah rusaknya penampang sungai sehingga tidak punya daya rekat. Dikhawatikan hal itu mengakibatkan tanah di sekitar sungai mudah ambles dan tebing mudah longsor. Menurut Koordinator Pengendalian dan Pengamanan Balai Pengelolaan SDA Wilayah Bengawan Solo III Moeljono mulai penampang tebing hingga alur sungai telah rusak akibat pengambilan pasir secara masif …..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 19 MARET 2009, HAL. 23

PENAMBANGAN PASIR :KRITIS 1729 HEKTAR HUTAN RAKYAT DI MERAPI
Hutan rakyat seluas 1729 hektar di Gunung Merapi kabupaten Magelang kini kondisinya kritis. Hal itu terjadi akibat adanya kegiatan penambangan pasir dan batu selama lebih dari 20 tahun. Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magelang Priyantoro kegiatan penambangan tidak hanya dilakukan di alur sungai tetapi juga melebar ke kawasan hutandan lahan milik warga…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 19 MARET 2009, HAL. 23

PERUBAHAN IKLIM : MEMANTAU KONDISI INDONESIA
Indonesia adalah negara kepulauan dengan mayoritas populasinya tersebar di sekitar wilayah pesisir. Kemungkinan dampak negatif yang dapat dirasakan langsung dari fenomena kenaikan muka laut di antaranya erosi garis pantai, penggenangan wilayah daratan, meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir, meningkatnya dampak badai di daerah pesisir, salinisasi lapisan akuifer dan kerusakan ekosistem wilayah pesisir……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 19 MARET 2009, HAL. 14

BANJIR BENGAWAN SOLO : KERUGIAN AKIBAT BANJIR RP. 1 TRILIUN
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur mencatat kerugian karena kerusakan infrastruktur, persawahan, dan permukiman di Jateng dan Jatim akibat meluapnya Bengawan Solo berjumlah Rp 876,40 miliar, yaitu Rp 589,18 miliar kerugian di Jatim dan Rp 278,228 miliar kerugian di Jateng.Namun, total kerugian akibat musibah banjir sebanyak empat kali antara Januari dan Februari 2009 itu diperkirakan mencapai Rp 1 triliun karena kerugian di Kabupaten Karanganyar, Sukoharjo, dan Klaten (Jateng) serta Ngawi dan Madiun (Jatim) belum terkalkulasi…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 19 MARET 2009, HAL. 1

Sumber :
KBUA Perpustakaan KLH