KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

ASIA KESULITAN AIR BERSIH
Tingginya pertumbuhan penduduk, buruknya penanganan sumber daya alam, serta bencana banjir dan kekeringan yang diperburuk dengan perubahan iklim menghalangi berbagai upaya yang dilakukan oleh negara-negara Asia untuk menyediakan air bersih dan sanitasi yang memadai. Kesulitan tersebut diungkapkan oleh para menteri negara Asia dalam sebuah acara terkait dengan World Water Forum di Istanbul, Turki, Jumat lalu………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 23 MARET 2009, HAL. B5

MASA KAMPANYE TIMBULKAN MASALAH SAMPAH
Baru saja kampanye berjalan lima hari, namun volume sampah di Jakarta Pusat terus meningkat di banding kondisi normal. sampah banyak berserakan di jalanan yang dilalui para kontestan Pemilu 2009. Wali Kota Jakarta Pusat, Hj Sylviana Murni, mengimbau segenap unsur pimpinan partai politik ikut mengendalikan jajaran dan simpatisannya untuk menjaga kebersihan………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 23 MARET 2009, HAL. 15

WALI KOTA TEKANKAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN
Wali Kota Jakarta Barat, Djoko Ramdhan, menekankan pentingnya menjaga lingkungan karena dapat menimbulkan masalah pencemaran lingkungan. Bahkan, yang lebih parah, dapat menyumbat saluran air dan pendangkalan kali yang yang dapat mengakibatkan timbulnya banjir………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 23 MARET 2009, HAL. 16

SEMBURAN LUMPUR DISERTAI MINYAK
Tanda-tanda tingginya kandungan minyak di kawasan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mulai terlihat. Sejak sepekan terakhir cairan berwarna hitam mengilat keluar bersama luberan lumpur dan mengalir ke kolam penampungan. Pihak Pelaksana Badan Penanggulangan Lumpur sidoarjo juga mengakui cairan yang tidak menyatu dengan lumpur itu diduga adalah minyak mentah……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SENIN, 23 MARET 2009, HAL. 8

KRISIS GLOBAL AIR
Di seluruh dunia, permintaan akan air tawar meningkat dua kali lipat setiap tahun, karena bertambahnya populasi dan meningkatnya kemakmuran. Namun, polusi, perubahan iklim, dan intrusi air laut terus menurunkan pasokan air tawar dengan kecepatan yang sama. Jadi apakah kita bakal mengalami krisis air tawar?……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 23 MARET 2009, HAL. A10

RATUSAN WARGA BERSIHKAN SUNGAI CLIWUNG
Ratusan warga bergotong-royong membersihkan Sungai Ciliwung di Kota Bogor, Ahad (22/3). Kegiatan ini dilakukan karena prihatin dengan kondisi sungai yang sudah begitu tercemar. sekitar 100 orang lebih dari berbagai perkumpulan pecinta lingkungandi Kota Bogor, melakukan pembersihan sampah dari Sungi Ciliwung mulai sekitar pukul 08.00 WIB………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 23 MARET 2009, HAL. 16

JALAN PORONG AMBLES LAGI : PERMUKAAN TANAH TURUN SEKITAR 16 SENTIMETER PERBULAN
Dalam lima bulan terakhir Jalan Raya Porong Sidoarjo yang bersebelahan dengan tanggul kolam penampungan lumpur Lapindo kembali ambles hingga 80 sentimeter . Penyebabnya selain jalan itu dekat dengan pusat semburan lumpur juga akibat beban yang berlebihan. Menurut Kepala Humas BPLS Achmad Zulkarnain pihaknya saat ini belum merencanakan peninggian jalan Porong……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 23 MARET 2009, HAL. 23

KEHUTANAN : HUTAN LINDUNG PANJANG, HUTAN DESA PERTAMA
Hutan Lindung Panjang Rantau Bayur seluas 2356 hektare di Kecamatan Batin Tiga Ulu Kabupaten Bungo propinsi Jambi disahkan sebagai areal hutan desa yang akan dikelola masyarakat desa Lubuk Beringin. Masyarakat bertanggung jawab melestarikan hutan sekaligus berhak memanfaatkan potensi non kayu di dalamnya……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 23 MARET 2009, HAL. 23

LINGKUNGAN : PEMBANGUNAN GANGGU PEMANFAATAN SUMBER AIR
Sejumlah sumber air di Kabupaten Kediri Jawa Timur tidak bisa lagi dimanfaatkan optimal akibat pembangunan secara permanen dan bencana alam. Dampaknya masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih dan irigasi pertanian tak berjalan baik. ……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 23 MARET 2009, HAL. 23

LUMPUR LAPINDO : CONTOH LUMPUR DITELITI DI BADAN GEOLOGI
Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo, Sabtu (21/3), mengambil contoh lumpur yang diduga mengandung minyak mentah dari pusat semburan di tanggul titik nomor 45. Contoh itu akan diteliti di laboratorium Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral dan di laboratorium Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.Menurut pengamat hukum lingkungan dari Universitas Airlangga, Suparto Wijoyo, penemuan kandungan minyak bukan hal baru. Dari awal, dugaan kandungan minyak itu yang menyebabkan Lapindo melakukan eksplorasi di wilayah itu……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, MINGGU 22 MARET 2009, HAL. 3

Sumber :
KBUA Perpustakaan KLH