KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

DEPHUT DAN ESDM BAHAS EKSPLORASI DI HUTAN LINDUNG
Departemen Kehutanan bersama Departemen Energi Sumber Daya Mineral tengah melakukan pembahasan regulasi terkait dengan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi di kawasn hutan lindung. Menurut Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan Darori, pemerintah telah menjadikan panas bumi sebagai salah satu potensi untuk digali guna memenuhi kebutuhan listrik Indonesia yang kian meningkat………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 24 MARET 2009, HAL. 8

KEHIDUPAN LAUT TERANCAM EMISI KARBONDIOKSIDA
Dampak pemanasan global dan perubahan iklim kian mengkhawatirkan. Tak hanya didarat , dampak negatif perubahan iklim saat ini juga kian terasa di laut. Emisi karbondioksida yang berasal dari kegiatan manusia telah membuat keasaman air laut meningkat dan mengancam musnahnya kehidupan biota laut………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA,SELASA 24 MARET 2009, HAL. 23

KEHUTANAN : EKSPLOITASI NILAI EKONOMIS HUTAN
Tarik-menarik kepentingan ekonomi dan lingkungan sulit dihindari dalam pengelolaan kehutanan Indonesia. Eksploitasi nilai ekonomi kawasan hutan juga harus mengedepankan fungsi lingkungan agar tidak memicu bencana yang merugikan rakyat.Pemerintah harus mengintegrasikan kedua hal ini dalam kebijakan kehutanan dan tidak terjebak kampanye pembangunan ekonomi tanpa penebangan hutan (zero deforestation). Jeda balak selektif justru lebih ideal karena tidak mengganggu pembangunan ekonomi berbasis kehutanan yang taat asas………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS,SELASA 24 MARET 2009, HAL. 19

GREENOMICS MINTA MORATORIUM HUTAN PRODUKSI
Greenomics Indonesia kembali meminta pemerintah melakukan moratorium pada blok hutan produksi yang terbukti rusak. Menurut Direktur Eksekutif Greenomics Elfian Effendi, moratorium pada skala blok hutan perlu dilakukan, termasuk menghentikan sementara izin operasional hak penguasaan hutan (HPH) dan hutan tanaman industri (HTI) berada pada blok hutan tertentu yang berkinerja buruk……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO,SELASA 24 MARET 2009, HAL. A18

TEKNOLOGI BIORETENSI ATASI BANJIR JAKARTA
Setelah lubang biopori, satu lagi teknologi temuan salah satu peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mengatasi masalah limpasan dan banjir Jakarta. Teknologi itu disebut bioretensi. Prinsip dasar bioretensi menahan air di lahan untuk mengisi aquifer bebas. Sehingga air dapat dikendalikan dan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kepentingan masyarakat. Sistem bioretensi ini menggabungkan antara sumur resapan dan tanaman……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 23 MARET 2009, HAL. 11

KOK SUSAH BANGET PEDULI LINGKUNGAN ?
Sebanyak 50 siswa dari lima sekolah menengah atas (SMA) mengikuti kemah yang bertema Kemah Cinta Air dalam rangka menyambut Hari Air Sedunia yang diperingati Senin 22 Maret ini. Dengan bentuk kegiatan yang dikemas dalam bentuk edutaiment, melibatkan para pelajar secara langsung untuk interaktif dalam mendapatkan pengetahuan dan membangun kepedulian mengenai pentingnya prilaku hidup hijau dan pelestarian sumber daya air………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 23 MARET 2009, HAL. 18

BOGOR MINTA STOP EKSPLOITASI AIR BAWAH TANAH
Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan segera meneliti izin usaha-usaha penyedotan air tanah atau mata air. Sebab, keberadaan usaha penyedotan air itu lebih banyak merugikan masyarakat Bogor.Selain itu, Pemkab memastikan juga akan membongkar vila atau bangunan yang berada di hutan lindung kawasan Puncak………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 24 MARET 2009, HAL. 27

KEANEKARAGAMAN HAYATI : HUTAN RAYA BATURADEN TAMBAH 24 SPESIES BAMBU
Taman Hutan Raya Baturraden di kawasan Wanawisata Baturraden, lereng Gunung Slamet, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menambah koleksi tanaman bambu sebanyak 24 spesies yang endemik Gunung Slamet dan beberapa daerah lainnya di Jateng.Penambahan koleksi baru itu menambah koleksi tanaman di THRB menjadi 147 jenis tanaman yang seluruhnya endemik Jawa, terdiri atas jenis paku-pakuan, tanaman keras, dan juga tanaman bunga……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 24 MARET 2009, HAL. 12

PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM : UU SOAL SDA TAK KONSISTEN
Sebanyak 12 undang-undang terkait dengan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan ti
dak konsisten dalam substansinya. Kondisi itu memprihatinkan tidak hanya masa sekarang, tetapi justru bagi masa depan pengelolaan lingkungan.Kesimpulan itu muncul dalam kajian kritis yang disampaikan pada Pertemuan Nasional Pengarusutamaan Lingkungan Hidup dalam Perencanaan Pembangunan Daerah yang diadakan Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup di Jakarta, Senin (23/3)………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 24 MARET 2009, HAL. 13

PENCEMARAN : 80 JUTA LITER OLI TERBUANG DARI KAPAL TIAP TAHUN
Pencemaran minyak dari tabung oli di bagian belakang kapal cukup signifikan. Selama beberapa dekade, polusi laut dari kapal mencapai 80 juta liter per tahun.Wacana tentang itu juga menjadi agenda bahasan dalam Konferensi Kelautan Dunia (WOC) di Manado, Sulut, 11-15 Mei.Menurut Markus Lasut, panitia WOC bidang polusi laut, pencemaran 80 juta liter per tahun adalah estimasi terendah jika kebocoran minyak dari baling-baling kapal enam liter per hari. Perbandingannya, minyak terbuang dari kapal tanker Exxon Valdez di Alaska tahun 1989, sekitar 41,6 juta liter……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 24 MARET 2009, HAL. 13

Sumber :
KBUA Perpustakaan KLH