KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

WASPADAI CUACA EKSTREM
Peralihan Musim basah ke musim kering bisa menimbulkan cuaca ekstrem akibat instabilitas atmosfer. Masa transisi umumnya terjadi selama satu bulan menjelang perubahan musim. Cirinya hujan es, hujan lebat, angin kencang dan perubahan awan secara cepat……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 1 APRIL 2009, HAL. 12

TANGERANG MINTA KELOLA SITU
Tiga dari sembilan situ di Kota Tangerang hilang. Raibnya situ diduga disebabkan oleh perubahan fungsi dari tandon air dan pengendali banjir menjadi jalan dan bangunan. Selain itu, data di Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang menunjukkan luas keseluruhan situ menyusut dari semula 257 hektare kini hanya 152 hektare……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 1 APRIL 2009, HAL.B1

TANGGUL SITU GINTUNG JEBOL KARENA EROSI BULUH
Kesimpulan Tim Metigasi Bencana Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tersebut merupakan hasil investigasi selama dua hari sejak28 Maret. "Hujan deras sejak 26 Maret berperan sebagai pemicu jebolnya tanggul," papar Kepala Bidang Mitigasi Bencana BPPT, Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, kemarin……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 1 APRIL 2009, HAL. 6

900 KORBAN BANJIR ‘GLODO’ MASIH MENGUNGSI
Sedikitnya 900 korban banjir lumpur (Glodo) di Kabupaten Tanahdatar, Sumatra Barat, masih berada di tenda-tenda pengungsian. Ini karena rumah para korban rusak berat dan bahkan sembilan unit di antaranya hancur terbawa banjir yang terjadi pada senin (30/3) lalu……….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 1 APRIL 2009, HAL. 2

G-20 BAHAS PERUBAHAN IKLIM
Sebanyak 20 negara maju dan berkembang yang tergabung dalam kelompok G-20 pekan depan akan memulai pertemuan tingkat tinggi mereka di London Inggris. Meskipun pembicaraan ini fokus ke persoalan mengatasi krisis ekonomi global, namun diharapkan para pemimpin pemerintahan dari setiap negara tersebut juga ikut membahas persoalan perubahan iklim yang semakin nyata dirasakan masyarakat dunia………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 31 MARET 2009, HAL. 18

FAKTOR CUACA PADA BENCANA SITU GINTUNG
Benarkah faktor cuaca, yaitu tingginya intensitas curah hujan, menjadi salah satu pemicu jebolnya tanggul Situ Gintung pada dini hari tanggal 27 Maret lalu? Kondisi cuaca regional melalui pantauan satelit meteorologi geostationer (GMS) tidak memberi indikasi fenomena ekstrem di wilayah Indonesia pada saat itu. Konsentrasi awan konveksi terjadi secara lokal di wilayah Jakarta pada siang sampai dengan sore hari pada tanggal 26 Maret 2009……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 1 APRIL 2009, HAL. 14

SEBANYAK 200 MATA AIR DI MAGETAN MATI
Jumlah mata air di Kabupaten Magetan Jawa Timur terus berkurang . Sepuluh tahun lalu masih terdata 500 mata air. Saat ini tinggal 300 mata air. Berkurangnya kawasan tangkapan air menjadi penyebab utama. Menurut Kepala Bidang Pengembangan waduk, embung, sungao dan air tanah DPU Pengairan Kabupaten Magetan Irianto kebanyakan mata air yang mati berada di kecamatan Poncol………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 1 APRIL 2009, HAL. 22

PENCEMARAN : LIMBAH OLAHAN EMAS DIBUANG SEMBARANGAN
Warga di sentra kerajina emas dan mutiara Kelurahan Karang Pule Mataram membuang limbah pengolah batuan yang mengandung emas langsung di halaman rumah dan saluran air. Padahal limbah mengandung air raksa yang berbahaya bagi kesehatan manusia………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 1 APRIL 2009, HAL. 22

TINJAU KEMBALI RENCANA TATA RUANG WILAYAH
Rencana tata ruang wilayah di kawasan Situ Gintung, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, harus ditinjau kembali untuk dilihat apakah sudah memasukkan mitigasi bencana. Hal itu penting untuk mencegah kejadian serupa setelah diputuskan revitalisasi situ tersebut.Tiap perencanaan ruang harus mampu mengikuti pertumbuhan ekonomi maupun perubahan iklim global, tapi yang lebih penting lagi adalah memperhitungkan respons terhadap
kemungkinan munculnya bencana………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 1 APRIL 2009, HAL. 26

PENGERUKAN KALI DAPAT PRIORITAS
Setelah Situ Gintung meluap dan mengalirkan lumpur dalam jumlah besar, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memperketat pengawasan Kali Pesanggrahan. Pemprov DKI juga akan menaikkan prioritas pengerukan Kali Pesanggrahan pada 2009.Menurut Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Pemprov DKI Jakarta menaruh perhatian khusus terhadap percepatan pendangkalan Kali Pesanggrahan pascajebolnya tanggul Situ Gintung. Kali Pesanggrahan yang mengalir di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, sampai Jakarta Utara dikhawatirkan meluap karena pendangkalan itu………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 1 APRIL 2009, HAL. 26

HINDARI SUMBER AIR YANG TERCEMAR
Guru besar bidang kesehatan lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof Haryoto Kusnoputranto, menyatakan, pascabencana jebolnya tanggul Situ Gintung, para pengungsi dianjurkan menghindari penggunaan sumber-sumber air yang tercemar.Menurut Haryoto ,pascabencana, sumber-sumber air sudah tercemar limbah rumah tangga, lumpur, dan bahan-bahan lain yang mengandung berbagai kuman………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 1 APRIL 2009, HAL. 25

Sumber :

KBUA Perpustakaan KLH