KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

MENEG LH: KERUSAKAN LINGKUNGAN AKAN DICEGAH
Kementerian Negara Lingkungan Hidup telah menyiapkan skenario penanganan lingkungan jika lumpur dialirkan ke laut melalui Sungai Porong. Dalam skenario jangka panjang itu, lumpur akan digunakan untuk reklamasi pantai dan penanaman bakau. Meski demikian, menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, pembuangan lumpur melalui Sungai Porong adalah alternatif terakhir dan dilakukan jika ada unsur keterpaksaan……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 29 SEPTEMBER 2006, HAL. 1
MASYARAKAT RIMBA MERASA DIABAIKAN: PENGELOLAAN TN BUKIT DUABELAS MERAMPAS HAK WARGA
Pengelolaan Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi, dianggap tidak menghargai hak-hak masyarakat rimba yang telah hidup turun-temurun di dalam hutan tersebut. Masyarakat rimba merasa tidak dilibatkan dalam kebijakan tersebut sehingga terdesak dan terampas haknya. Masyarakat Rimba sendiri memutuskan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara adat…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 29 SEPTEMBER 2006, HAL. 13
MENKO KESRA TANGGAPI AKSI GREENPEACE
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie menyayangkan aksi buang lumpur yang dilakukan organisasi lingkungan Greenpeace di depan kantornya. Aksi itu dinilai tidak menghormati kantor pemerintahan Indonesia dan tidak tepat sasaran. Tanggapan Aburizal itu disampaikan Staf Khusus Menko Kesra Lalu Mara Satria Wangsa kepada wartawan di Jakarta…………….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 29 SEPTEMBER 2006, HAL. 23
KABUT ASAP DI PALEMBANG DAN JAMBI MAKIN PEKAT
Kabut asap dari kebakaran lahan dan hutan yang menyelimuti Palembang dan Jambi, Kamis (28/9), semakin pekat. Di Jambi kondisi udara terus memburuk dan membahayakan kesehatan. Indeks standar pencemaran udara (ISPU) di kota itu kemarin pagi berada pada angka 134 dan pada siang hari 117……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 29 SEPTEMBER 2006, HAL. 24. BERITA TERKAIT: ASAP KEMBALI SELIMUTI SUMATERA DAN KALIMANTAN, MEDIA INDONESIA, JUM’AT 29 SEPTEMBER 2006, HAL. 1
KASUS SAMPAH LONGSOR: BELUM ADA TERSANGKA
Meski sudah memeriksa 29 saksi, sampai saat ini pihak Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi belum dapat menentukan tersangka dalam peristiwa longsornya timbunan sampah di Zona IIIA Tempat Pembuangan Akhir Sampah Bantar Gebang, yang menewaskan tiga pemulung. Polisi juga belum dapat menetapkan peristiwa longsornya timbunan sampah itu sebagai kelalaian atau hanya musibah……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 29 SEPTEMBER 2006, HAL. 26
PEMBUANGAN LUMPUR TURUNKAN KUALITAS AIR
Pembuangan lumpur ke Selat Madura melalui Kali Porong mengabaikan faktor lingkungan dengan skenario paling sedikit mengeluarkan biaya. Masalahnya, air lumpur yang bersalinitas (memiliki kadar garam) tinggi itu berpotensi menurunkan kualitas air dan mengancam biota air tawar di Kali Porong. Menurut Daru Setyo Rini MSi, Dipl ME, Manager Program and Research Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) pemerintah sebaiknya meniru Pemerintah Jepang dalam menanggulangi pencemaran merkuri di Teluk Minamata dengan cara melokalisasi aliran lumpur……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. 1
LOKASI BARU KORBAN LUMPUR BELUM DITENTUKAN
Pemerintah belum dapat menentukan lokasi pengganti permukiman warga korban semburan lumpur panas di Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pemilihan lokasi masih menunggu hasil penelitian tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), yang bekerja di bawah koordinasi Bupati Sidoarjo…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. 1. BERITA TERKAIT: TIGA WILAYAH DISIAPKAN UNTUK KORBAN LUMPUR, MEDIA INDONESIA, JUM’AT 29 SEPTEMBER 2006, HAL 1
MENJELANG MUSIM HUJAN SAMPAH KEMBALI ANCAM BANDUNG
Menjelang musim hujan bulan Oktober nanti di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), dikhawatirkan akan terjadi penumpukan sampah besar-besaran. Pasalnya, jalan masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Sarimukti, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung sekitar enam kilometer sampai saat ini masih belum diperbaiki…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. 4
SUDAH 52 KORBAN FLU BURUNG MENINGGAL DUNIA
TZ (20) pasien yang dipastikan positif flu burung, Kamis (28/9) dini hari, meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dengan demikian, sampai saat ini di Indonesia terdapat 68 korban positif flu burung, 52 di antaranya meninggal dunia…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL.5 BERITA TERKAIT: PASIEN FLU BURUNG DI BANDUNG MENINGGAL, REPUBLIKA, JUMAT, 29 SEPTEMBER 2006 HAL. 22
1430 PENDERITA ISPA DI PALANGKA RAYA
Kabut asap kebakaran lahan dan hutan, telah menyebabkan penderita penyakit insfeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat tajam di Palangkaraya, ibu-kota Kalimantan Tengah (Kalteng). Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya, dr Rian Tangkudung dalam waktu seminggu terakhir saat kondisi asap memburuk dan berbahaya terhadap kesehatan tercatat penderita ISPA yang datang berobat ke Puskesmas serta Puskesmas pembantu sejumlah 1.430 orang………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. 5
LUMPUR LAPINDO AKHIRNYA KE LAUT
Tragedi semburan lumpur panas di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, akhirnya mendapat
jalan keluar. Pemerintah telah memutuskan, ratusan meter kubik air lumpur panas yang telah menenggelamkan sejumlah desa itu bakal dibuang ke laut, tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu.Cara itu diambil pemerintah untuk mengatasi kondisi lebih buruk sebagai akibat lumpur panas yang menyembur dari dalam tanah yang tiada henti sejak 29 Mei lalu……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. 8 BERITA TERKAIT: PEKAN DEPAN AIR LUMPUR DIBUANG KE SUNGAI PORONG, KORAN TEMPO, JUMAT 29 SEPTEMBER 2006 HAL. A2
SEKAM PADI SEBUAH ALTERNATIF SUMBER ENERGI
Persoalan bagaimana umat manusia berusaha untuk mam-pu mendapatkan kebutuhan energi merupakan bagian perjalanan evolusi manusia sejak menghuni bumi ini.Penemuan energi yang bersumber dari fosil dan penggunaannya yang meluas dan mendominasi penggunaan energi saat ini merupakan bagian integral dari revolusi industri yang telah berlangsung sekitar dua abad terakhir ini…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. 8
PEMBANGUNAN JALAN DI TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT BUKA PELUANG BAGI PENCURI KAYU
Pembangunan jalan penghubung di beberapa daerah di sekitar kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dapat membuka peluang oknum masyarakat melakukan pencurian kayu. Adanya akses jalan di sekitar TNKS itu, akan memudahkan masyarakat mengeluarkan kayu dari tanam nasional tersebut.Demikian kajian dari sepuluh organisasi yang tergabung dalam Aliansi Akar Network yang selama ini sangat intens mengawal kebijakan pengelola kawasan TNKS tersebut……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 28 SEPTEMBER 2006, HAL. 19
POLISI TANGKAP KAPAL ANGKUT KAYU ILEGAL
Polisi Resor Bengkalis, Riau, menangkap kapal motor Bandar dan kapal motor TM bermuatan kayu ilegal tujuan Malaysia. Dua kapal itu berisi sekitar 60 ton kayu tanpa dokumen asal Dumai…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 29 SEPTEMBER 2006, HAL. A7
117 HEKTARE HUTAN JATI TERBAKAR
Kebakaran hutan jati di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mencapai 117 hektare. Menurut Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan Cepu Bambang Wuryanto, aparatnya tengah mengusut pelaku pembakaran hutan……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 29 SEPTEMBER 2006, HAL. A7
DPR BELUM SETUJUI PENGGUSURAN HUTAN LINDUNG
Komisi Kehutanan Dewan Perwakilan Rakyat belum menyetujui penggusuran 600 hektare hutan lindung di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, untuk pembangunan Pelabuhan Samudera Tanjung Api-Api…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 29 SEPTEMBER 2006, HAL. A20

Sumber:
KBUA Perpustakaan KLH