KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

1. KUTUB TERUS MENCAIR
Kutub Utara adalah daerah es yang memiliki karakteristik berbeda dengan kutub selatan. Es ditempat itu tidak menyatu pada satu daratan melainkan membentuk titik simpang siur dengan bongkahan es terapung-apung. Laporan ilmuawan NSIDC dua tahun lalu menyebutkan kondisi kutub utara akan pelik dalam waktu 20 hingga 30 tahun ke depan……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 14 APRIL 2009, HAL. 17
 
2. POPULASI BARU ORANGUTAN DITEMUKAN DI KALIMANTAN
Para ahli konservasi menemukan populasi baru orangutan di salah satu pegunungan Kalimantan Timur. Lokasinya berada di tengah hutan, dekat tebing gunung kapur. Mereka memperkirakan jumlah hewan yang terancam punah ini sekitar 2000 ekor. Saat ini sekitar 50 ribu-60 ribu orangutan hidup di hutan hujan Pulau Kalimantan. Sebagian besar atau 90 persen berada di wilayah Indonesia dan sisanya di Malaysia. Sayangnya, habitat mereka banyak yang hilang untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 14 APRIL 2009, HAL. B5 BERITA TERKAIT : HUTAN TERSEMBUNYI SI RAMBUT MERAH, MEDIA INDONESIA, SELASA 14 APRIL 2009, HAL. 17
 
3. BADAN AIR JABODETABEK MENYUSUT
Pusat Pengkajian dan Pengembangan Wilayah (P4W) LPPM Institut Pertanian Bogor (IPB) mencatat, ratusan hektar badan air, seperti situ, rawa, danau dan kolom, di kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang–Bekasi (Jabodetabek) mengalami penyusutan. Kondisi ini memakan hampir separuh dari seluruh badan air Jabodetabek-dari sebelumnya 2.237 hektare (ha) menjadi 1530 ha-sehingga menjadi penurunan kualitas lingkungan dan menimbulkan ancaman banjir…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 14 APRIL 2009, HAL. 16
 
4. SITU DI BOGOR MENYUSUT 707 HEKTARE
Hasil studi Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mengindikasikan bahwa telah terjadi penurunan ruang-ruang "badan air", seperti situ, rawa, danau, dan kolam.Berdasarkan analisis citra pada tahun 1998-2003 di Kabupaten Bogor, badan-badan air, terutama situ, menyusut mencapai 707 hektare…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 14 APRIL 2009, HAL. B2
 
5. SERIAL TATA RUANG JAKARTA : LAMPU KUNING JAKARTA
Pertumbuhan Jakarta yang kian semrawut membuat gundah Nirwono Joga. Pengamat tata kota itu menilai, penataan ruang Jakarta telah berada di lampu kuning. "Pembangunan saat ini dalam tahap bunuh diri," kata dia kepada Tempo pekan lalu. Akibatnya, bencana seperti banjir dan polusi udara akan terus terjadi. Padahal, perencanaan tata ruang menjadi pedoman penting untuk perkembangan kota. Namun perencanaan yang baik tak cukup jika tak disertai dengan pengawasan dan kerja sama antardinas. "Koordinasi kadang sulit dilaksanakan," tutur Kepala Dinas Tata Ruang Wiriyatmoko…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 14 APRIL 2009, HAL. B1

6. BANJIR MELANDA SUMATERA
Hujan lebat yang mengguyur sebagian wilayah Sumatera beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu. Di Dharmasraya, Sumatera Selatan, ratusan rumah di kecamatan Koto Besar, Padang Laweh, Koto Baru, Pulau Punjung, Sitiung, dan Timpeh terendam air. Banjir juga merendam 80 hektare padi siap panen dan beberapa kampung terisolasi karena jalan terputus……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 14 APRIL 2009, HAL. A8
 
7. PEMKOT BEKASI LARANG INDUSTRI GUNAKAN FREON
Pemkot Bekasi akan melarang industri dan bengkel yang menggunakan bahan perusak ozon (BPO), seperti CFC pada freon dan mengganti dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan serta tidak mengakibatkan penipisan lapisan ozon.Menurut Kepala Badan Pengawas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Dudi Setiabudi, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada industri dan bengkel agar mematuhi ketentuan yang dibuat Menteri Negara Lingkungan Hidup terkait penggunaan bahan kimia yang ramah lingkungan………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 13 APRIL 2009, HAL.10
 
8. BENCANA SITU GINTUNG TERKAIT UTANG DAN PENGALIHAN KEWENANGAN
Bencana Situ Gintung yang terjadi akhir bulan lalu, yang menelan korban jiwa sebanyak 100 orang tewas dan 52 orang luka-luka, diduga terkait proyek utang pendanaan pengelolaan sumberdaya air.Proyek pendanaan itu adalah skema proyek Watsal (Water Resources Sector Adjustment Loan), yang merupakan bagian dari perjanjian utang (loan agreement) antara Pemerintah Indonesia dengan Bank Dunia dalam dokumen pinjaman 4469-IND, sebesar US$ 300 juta……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 13 APRIL 2009, HAL.19
 
9. REHABILITASI HUTAN JANGAN MENJADI PROYEK KEJAR TARGET
Menteri Kehutanan MS Kaban meminta gerakan rehabilitasi hutan dan lahan, termasuk program penanaman yang kini gencar dilakukan Departemen Kehutanan (Dephut) dengan berbagai slogan, jangan dilihat sebagai proyek yang hanya mengejar target.Walaupun penanaman pohon yang dikemas dalam Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) sejak 2003, hingga kini belum terlaksana optimal, Menhut optimistis Gerhan telah memberi manfaat bagi masyarakat, baik secara ekologi maupun ekonomi……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 13 APRIL 2009, HAL. 15
 
10. SITU GINTUNG : LAPORAN WALHI BELUM DIRESPON POLRI
Laporan Walhi ke Mabes Polri soal dugaan kelalaian dalam kasus jebolnya tanggul Situ Gintung hingga kini belum jelas kelanjutannya. Setelah sepekan sejak diserahkan ke Mabes Polri, laporan itu belum juga teregistrasi secara sah sebagai laporan karena pihak Walhi belum mendapatkan nomor laporan polisi.Menurut Juru Kampanye Air dan Pangan Walhi Erwin Usman, Walhi berencana mengirim kembali surat kepada Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri meskipun hal itu bukanlah bagian dari prosedur pelaporan suatu perkara……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 14 APRIL 2009, HAL. 26

Sumber:
Perpustakaan KLH