KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

ALAMI STRES HUTAN LEPASKAN KARBON
Tiga puluh lima intelektual bidang kehutanan dari International Union of Forest Research Organization (IUFRO) mengeluarkan analisis terbaru mereka yang menyebutkan fungsi-fungsi pohon sebagai penyerap karbon dalam skala masif akan raib. Menurut mereka saat suhu naik 2,5 derajat celcius di atas suhu rata-rata zaman praindustri kondisi ini akan menyebabkan hutan melepas karbon……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 21 APRIL 2009, HAL. 21

ANTISIPASI PERUBAHAN IKLIM DENGAN MENJAGA LAUT
Bencana akibat perubahan iklim sudah ada di depan mata. Namun ternyata isu kelautan terhadap perubahan iklim global mash kurang nyaring terdengar. Apalagi laporan ilmuawan global dunia yang tergabung dalam IPCC juga tidak secara eksplisit membahas peran laut sebagai wahana penyeraan karbon……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 21 APRIL 2009, HAL. 26

REKLAMASI TERANCAM MOLOR
Reklamasi Pantai Utara jakarta terancam molor. Pasalnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih akan melakukan pengkajian ulang terhadap tata ruang dari hasil reklamasi pantai utara. Menurut Kepala badan Pelaksana Pantura Amin Tjakra Amidjaja tidak hanya aspek tata ruang yang akan ditinjau ulang tapi juga mengenai kontrak kerjasa sama dengan konsorsium……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 21 APRIL 2009, HAL. 15

SULIT UNGKAP KASUS PENCEMARAN DI PULAU
Polisi hingga kini mengaku kesulitan untuk menyelidiki kasus pencemaran di Kepulauan Seribu. Wilayah perairan yang luas dan berbatasan langsung dengan perairan internasional menjadi salah satu alasan sulitnya pengungkapan kasus tersebut. Menurut Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Dadang Raharja, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus itu……….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 21 APRIL 2009, HAL. 15

BANJIR SAMARINDA SEMAKIN MELUAS
Banjir di Samarinda meluas yang sebelumnya hanya merendam wilayah kecamatan Samarinda Utara kini menyebar ke Kecamatan Samarinda Ilir dan Samarinda Hulu. Banjir terjadi akibat hujan deras secara terus mnenerus dalam beberapa hari terakhir. Akibat banjir sekitar 35 ribu hingga 40 ribu jiwa kini menderita karena rumahnya terendam……….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 21 APRIL 2009, HAL. 9

KOTA PANTAI KAPAN TERCAPAI
Mimpi Jakarta menjadi kota pantai rupanya tak pernah berhenti digulirkan. Gagasan menjadikan Jakarta sebagai waterfront city sebetulnya telah digulirkan sejak 1990-an. Namun, gagasan itu seperti tenggelam di antara berbagai masalah yang melanda kota ini. Nah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta rupanya ingin menghidupkan kembali mimpi itu. Reklamasi Pantai Utara Jakarta dipilih menjadi cara untuk mewujudkan mimpi tersebut………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 21 APRIL 2009, HAL. B1

BANGUNAN DI SEKITAR SITU GINTUNG HARUS DI BONGKAR
Pemerintah Kabupaten Tangerang akan tetap mempermasalahkan bangunan-bangunan yang berdiri di sekitar Situ Gintung, meski waduk peninggalan Belanda itu akan diperkecil. Menurut Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Tangerang M. Hidayat, sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang, bangunan di sekitar situ minimal 50 meter dari tinggi air permukaan………..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 21 APRIL 2009, HAL. B2

ALAT PEMANTAU UDARA BOGOR RUSAK
Alat pengukur kualitas udara di Kota Bogor yang dipasang sejak medio Januari 2008 ternyata sudah tiga bulan rusak. Semua parameter pada papan elektronik yang terletak di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Jalan Kapten Muslihat itu menyala dan terpampang tulisan "Berbahaya".Menurut Kepala Kantor Dinas Lingkungan Hidup Lilis Suryani, pemerintah daerah tak memiliki dana untuk memperbaikinya……….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 21 APRIL 2009, HAL. B2

PERAIRAN PULAU SERIBU TERCEMAR MINYAK
Perairan di kepulauan Seribu kembali tercemar limbah tumpahan minyak mentah atau tarbal. Akibatnya para nelayan terganggu oleh tumpahan minyak berwarna hitam pekat yang berceceran di sekitar perairan pulau Gusung Sekati hingga pulau Karang Beras. Menurut Bupati Kepulauan Seribu Abdul Rachman Andit kejadian ini selalu berulang tiap tahun……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 21 APRIL 2009, HAL. 25

NUKLIR UNTUK PELAPISAN RAMAH LINGKUNGAN
Teknologi nuklir yang menghasilkan radiasi berkas elektron dan sinar ultraviolet dapat menggantikan teknik pelapisan produk industri yang tidak ramah lingkungan. Teknik pelapisan yang dilakukan selama ini masih menggunakan bahan kimia tidak ramah lingkungan.Produk industri yang dilapis antara lain bahan bangunan, mebel, otomotif, barang kerajinan, dan peralatan rumah tangga……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 21 APRIL 2009, HAL. 13

Sumber:
Perpustakaan KLH