KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PERINGATAN HARI BUMI : KEBIJAKAN PEMERINTAH MERUSAK LINGKUNGAN
Pemerintah didesak berhenti mengeluarkan dan merevisi peraturan yang menghancurkan lingkungan hidup. Masyarakat juga diminta lebih memperhatikan keselamatan bumi, yang kian hari kian rusak.Menurut Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Berry Nahdian Forqan, selama ini, khususnya dalam dua tahun terakhir, pemerintah berstandar ganda. Dia satu sisi, melalui Departemen Kehutanan gencar melakukan kampanye menanam pohon dengan jargon "Satu Orang Satu Pohon." Tetapi pada saat yang bersamaan, pemerintah juga mengeluarkan peraturan yang justru menghancurkan hutan itu sendiri……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 21 APRIL 2009, HAL. 18

TIANG LAMPU, POHON BESAR BERTUMBANGAN DI SEKITAR MONAS
Hujan dan angin kencang melanda kawasan seputar monas, Jakarta Pusat kemarin. pohon-pohon besar dan belasan tiang lampu di depan dan sekitar Balai Kota DKI tumbang diterpa angin. angin Puting Beliung terjadi Sekitar pukul 15.30 WIB………BACA SELENGKAPNYA MEDIA INDONESIA, RABU 22 APRIL 2009, HAL. 6

RENUNGAN HARI BUMI
Kecenderungan permasalahan lingkungan memang memburuk. Karena itu, tak ada alasan apa pun yang membenarkan kita untuk berpangku tangan. Kalau kita mau menggunakan semua sumber daya untuk membalikkan kecenderungan kondisi lingkungan yang memburuk ini, kita pasti bisa melakukannya. Banyak contoh keberhasilan dalam skala kecil telah membuktikan itu. Tinggal apakah kita semua mau bekerja bersama untuk menciptakan keberhasilan dalam skala yang dibutuhkan. Selamat Hari Bumi 2009……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 22 APRIL 2009, HAL. A10

MODAL ASING BERBUAH LIMBAH
Dalam lima tahun terakhir, perairan Pulau Batam di Kepulauan Riau banyak mengalami perubahan. Dari kapal tanker sampai feri penumpang Indonesia-Singapura-Malaysia tumplek di sana. Perhari jumlahnya mencapai 200 kapal. Dari balik kepadatan itu, akhirnya persoalan limbah memuncak juga. Mulai 2008, pasir putih di sekitar pantai Batam berubah menjadi kusam. Kerak minyak (cover sludge) yang dibuang kapal-kapal di wilayah tersebut berkali-kali tergulung ombak sampai ke pesisir. Dari sempel air laut yang di periksa Badan pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) Kota Batam di galangan kapal Tanjung Ucang, dua tahun lalu, kadar merkuri ternyata sudah menembus 19,7 mikron gram per liter……..BACA SELENGKAPNYA MEDIA INDONESIA, RABU 22 APRIL 2009, HAL. 7

KEBERPIHAKAN DALAM PENGELOLAAN KEKAYAAN BUMI
Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi hutan alam dan kekayaan alam yang luar biasa. Karena itu, investasi dan pengelolaan sektor pembukaan hutan dan lahan yang tidak diikuti studi dampak lingkungan yang baik dapat juga menyebabkan rusaknya mata rantai jasa lingkungan. Studi yang tidak memadai tentang interaksi ekosistem dan keterkaitan dengan alam sekitar dapat menyebabkan masyarakat terjebak dan terjatuh di lembah kemiskinan, bahkan kesengsaraan, yang berkepanjangan………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 22 APRIL 2009, HAL. A11

GUBERNUR TAK LINDUNGI PELANGGAR SEMPADAN SITU
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah tak akan melindungi sejumlah orang penting pemilik bangunan di sekitar Situ Gintung yang berdiri di sempadan situ. “Sama sekali tidak, tidak ada perbedaan,