KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PERIUK NELAYAN TERANCAM
Kehancuran lingkungan dan penjarahan sumber daya alam yang melampaui batas oleh negara-negara maju, berakibat pada makin meningkatnya ancaman krisis ekologis dan perubahan iklim global. Kondisi ini, menurut koalisi LSM lingkungan, mengancam masa depan priuk nelayan tradisional serta masyarakt pesisir dan pulau-pulau kecil……….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS, 23 APRIL 2009, HAL. 3

PENEBANGAN MASIH TERJADI DI TAMAN NASIONAL
Meski kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dilindungi, aksi penebangan dan pencurian kayu di areal itu atau persisinya di Kecamatan Pesisir Barat, masih terjadi. Kayu gelondongan setiap pekan lalu terlihat berserakan sepanjang jalan………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 23 APRIL 2009, HAL. 20

HARI BUMI DAN ANCAMAN PERUBAHAN IKLIM
Lebih satu miliar orang dari sekitar 175 negara di seluruh dunia merayakan Hari Bumi.Perayaan Hari Bumi yang digelar setiap 22 April itu ditujukan untuk membangkitkan kepedulian dan penghargaan terhadap lingkungan hidup. Namun, hampir empat dekade sejak senator Amerika Serikat Gaylord Nelson mencetuskan ide Hari Bumi pada 1970, kondisi planet semakin memburuk. Laporan yang dilansir Oxfam, badan bantuan dan pembangunan yang berkedudukan di Inggris, pada Selasa (21/4), memprediksi jumlah orang yang akan terkena dampak bencana alam akibat perubahan iklim melonjak 54% menjadi rata-rata 375 juta jiwa per tahun pada 2015……….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 23 APRIL 2009, HAL. 12

HARI BUMI DI PERINGATI DI BERBAGAI DAERAH
Peringatan Hari Bumi diperingati di sejumlah daerah kemarin. Di Jakarta, Komunitas Pencinta Sanseviera Indonesia menggelar acara Gelar Sanseviera Indonesia di JaCC Thamrin, City.Di Batam, Kepulauan Riau, sekitar 300 orang dan aktivis ma hasiswa yang tergabung da lam masyarakat pencinta ling kungan berdemonstrasi di kantor Wali Kota Batam di Jl Engku Putri, Batam Centre. Mereka meminta agar Wali Kota Ahmad Dahlan mundur dari jabatannya karena tidak mampu menangani masalah limbah B3 di sekitar Pulau Batam……….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 23 APRIL 2009, HAL. 10

39 PERSEN KASUS PEMBALAKAN LIAR DIVONIS BEBAS
Laporan tahunan Mahkamah Agung pada 2008 menunjukkan, 39 persen dari 92 kasus pembalakan liar di tingkat kasasi Mahkamah Agung divonis bebas. Menurut Direktur Indonesian Center for Environmental Law Rino Subagyo, di antara 92 perkara tersebut, 24 perkara divonis kurungan di bawah 1 tahun, 19 perkara divonis 1-2 tahun penjara, 5 perkara divonis 3-5 tahun penjara, dan 8 perkara divonis 6-10 tahun penjara. Tapi tidak ada vonis kurungan di atas 10 tahun………..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 23 APRIL 2009, HAL. A7

HARI BUMI : OPERASI BATU BARA DIHENTIKAN SEMINGGU
Hari Bumi kemarin diperingati di sejumlah daerah dengan aktivitas beragam. Di Samarinda, pemerintah kota merespons keinginan kalangan pencinta lingkungan untuk menghentikan operasi perusahaan batu bara di Kota Tepian itu.Melalui surat edaran Nomor 500/0280/PPD/IV/2009, Wali Kota Samarinda Achmad Amins menginstruksikan semua pengusaha kuasa pertambangan untuk menghentikan aktivitas mereka selama sepekan. Seruan juga berlaku bagi pemegang izin perjanjian kerja perusahaan pertambangan batu bara……….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 23 APRIL 2009, HAL. A7

SITU GINTUNG : PEMBANGUNAN SITU TUNGGU ANGGARAN CAIR
Hampir satu bulan pascabencana jebolnya tanggul Situ Gintung, tetapi belum ada kegiatan pembangunan kembali di kawasan tersebut. Hal ini terungkap saat kunjungan anggota Komisi V DPR di lokasi bencana yang terletak di Cirendeu, Tangerang Selatan, Rabu (22/4).Ketua Komisi V DPR Ahmad Muqowam, Rabu, mengatakan, bencana ini murni karena kesalahan manusia……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 23 APRIL 2009, HAL. 25

JEJAK PANJANG PENCAPLOKAN SITU
Menjelang musim kemarau 1979, para petugas yang bekerja di Ressort Kepengamatan Pengairan Kebayoran di bawah Departemen Pekerjaan Umum dirundung kegelisahan. Kala itu, bencana kekeringan diprediksi meluas di Tangerang. Kekeringan makin parah setelah empat situ ditemukan telah disalahgunakan.Sebuah surat pun akhirnya dikirimkan oleh Ressort Kepengamatan Pengairan Kebayoran kepada Dinas Pekerjaan Umum Seksi Pengairan Jawa Barat pada 11 September 1979.Dalam surat itu tertulis, Situ Legoso (Situ Kuru), Situ Rompong, Situ Bungur, dan Situ Gintung mengalami pendangkalan parah, penyempitan, dialihfungsikan menjadi permukiman serta sawah garapan……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 23 APRIL 2009, HAL. 25

TAMBANG ILEGAL : GURANDIL TERTIMBUN LONGSOR, EMPAT TEWAS
Enam penambang emas liar atau gurandil tertimbun tanah galian tambang selama satu pekan terakhir. Empat orang di antaranya tewas dan dua lainnya luka-luka. Polisi juga menahan empat warga karena melakukan penambangan ilegal di daerah Cikotok, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten.Tiga penambang di antaranya tertimbun tanah longsor saat melakukan penambangan di Blok Cikidang, Desa Kujangsari, Kecamatan Cibeber……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 23 APRIL 2009, HAL. 27

PENCEMARAN : KAJI PEMAKAIAN AMPAS TEMBAGA
Kementerian Negara Lingkungan Hidup perlu mengkaji penggunaan ampas tembaga yang digunakan industri galangan kapal untuk membersihkan kapal. Ampas tembaga nama lain dari pasir besi termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun. Oleh karena itu Rizaldi meminta Bapedal Kota Batam tidak merekomendasikan pemakaian ampas tembaga untuk galangan kapal di Batam……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 23 APRIL 2009, HAL. 23

Sumber:
Perpustakaan KLH