KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

WALHI LAPORKAN MENTERI KABAN KE POLISI
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) melaporkan Menteri Kehutanan Malem Sambat Kaban kepada polisi. Direktur Eksekutif Walhi Aceh Bambang Antariksa mengatakan Kaban telah mengeluarkan izin pembangunan jalan di kawasan Suaka Margasatrwa Rawa Singkil, Leuseur, Aceh………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 24 APRIL 2009, HAL. A7 

ABU GUNUNG SLAMET MENYEBAR KE PEMALANG
Semburan abu yang berasal dari Gunung Slamet (3,432 m dpl) pada Rabu (22/4) dan KAmis (23/4) kini menyebar sampai ke daerah Kabupaten Pemalang Jawa Tengah yang berada di Kaki Gunung Slamet sebelah utara…BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, JUMAT, 24 APRIL 2009, HAL. 17

JALAN LINTAS SUMATERA DI JAMBI RUSAK BERAT
Sebagian ruas jalan lintas Sumatera di Provinsi Jambi rusak parah sehingga mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat. Kerusakan disebabkan kendaraan melintas dengan muatan berlebih…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT, 24 APRIL 2009, HAL. 22

SEBANYAK 12.000 MAHASISWA UNMUL TIDAK BISA KULIAH
Banjir merendam enam fakultas di lingkungan Universitas Mulawarman yang terletak di Kelurahan Gunung Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Akibatnya, 12.000 mahasiswa tak bisa kuliah…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT, 24 APRIL 2009, HAL. 22

GEMPA MEREDA
Intensitas gempa di Gunung Slamet di Jawa Tengah sejak Kamis mulai turun. Namun, masyarakat diminta tetap waspada karena letupan asap tebal berupa material debu vulkanik masih keluar. Kepala Bidang Geologi Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Banyumas mengungkapkan, selama hari Kamis terjadi 163 gempa. Intensitas itu lebih sedikit daripada hari Rabu sebanyak 209 gempa…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT, 24 APRIL 2009, HAL. 22

STATUS GUNUNG SELAMET MASIH WASPADA
Frekwensi gempa di gunung Slamet, Jawa Tengah, menurun, kemarin. Namun, status waspada gunung itu masih belum diturunkan. Dari pemantauan alat seismograf di pos pemantau Gunung Slamet, di Gambuhan, Polusari, Pemalang, frekuensi gempa cenderung turun, dengan angka kejadian 163 gempa permukaan. Sehari sebelumnya, terjadi 203 kali gempa………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 24 APRIL 2009, HAL. 11

CEGAH IZIN EKSPOR PASIR LAUT
Pemerintah diminta konsisten melarang ekspor pasir laut. Langkah tersebut guna mencegah kerusakan ekologis yang pada gilirannya dapat memukul perekonomian masyarakat pesisir.Demikian dikemukakan Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Riza Damanik di Jakarta, Kamis (23/4). Isu perdagangan pasir laut kian marak di sejumlah daerah dalam tiga tahun ini…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT, 24 APRIL 2009, HAL. 18 

MENTERI KEHUTANAN DILAPORKAN KE POLISI
Menteri Kehutanan Malem Sambat Kaban dilaporkan ke Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kamis (23/4), oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Aceh. Menteri Kehutanan dituding telah melanggar perundangan tata ruang nasional dengan memberikan izin pembangunan jalan di dalam kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil, Aceh. Kawasan tersebut bagian dari kawasan ekosistem Leuser yang berstatus sebagai kawasan strategis nasional…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT, 24 APRIL 2009, HAL. 13 
 
PULAU JAWA MASUKI PANCAROBA
Hujan lebat sesaat dalam radius beberapa kilometer dan munculnya angin puting beliung yang bergerak dalam lingkup yang terbatas terjadi di beberapa daerah di Pulau Jawa. Fenomena itu menandai musim pancaroba atau musim peralihan.Gangguan cuaca ini antara lain mengakibatkan tumbangnya dahan dan pepohonan di taman Monas beberapa hari lalu dan hujan lebat bersifat sporadis serta berlangsung singkat di Jakarta, Kamis (23/4)…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT, 24 APRIL 2009, HAL. 13 

BANJIR SAMARINDA BELUM SURUT
Banjir yang melanda Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), masih belum surut. Bahkan, sedikitnya 98 lansia (lanjut usia) yang tinggal di Panti Jompo Wredatama Nirwana Puri Samarinda terpaksa harus diungsikan. Hal ini karena kawasan itu terkepung banjir yang terus meluas………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 24 APRIL 2009, HAL. 7

DAMPAK kRISIS IKLIM MENINGKAT 54 PERSEN
Dalam jangka waktu enam tahun, angka orang yang akan terkena dampak krisis iklim diprediksi meningkat sebanyak 54 persen, atau bertambah dari 133 juta hingga 375 juta orang per tahun. Angka ini tidak termasuk bencana lain seperti peperangan, gempa bumi dan letusan gunung berapi. Hal itu disebabkan oleh banyaknya kemiskinan dan orang bermigrasi ke daerah perkumuhan yang cenderung rawan bencana iklim…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 24 APRIL 2009, HAL. 3

Sumber:
Perpustakaan KLH