KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 
LINDUNGI NEGERI DENGAN STIMULUS HIJAU
Perubahan Iklim menjadi salah satu ancaman serius pembangunan ekonomi Indonesia. Pasalnya, Indonesia menyumbang 59% emisi Karbon di Asia Tenggara. Sementara negeri dengan hamparan hutan yang luas ini berkontribusi 5% terhadap hutan dunia. Sayang Kondisinya masih tidak di kelola baik…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 30 APRIL 2009, HAL. 18
 
KEBAKARAN LAHAN KEMBALI MARAK DI DAERAH
Satelit National Oceanic Atmospheric and Administration (NOAA) 18 mendeteksi terdapat sedikitnya 67 titik api (hot spot) bermunculan di provinsi Kalimantan Barat yang tersebar di 14 kabupaten/Kota. Menurut Sekretaris Brigade Pengendalian kebakaran Hutan dan Lahan Kalimantan Barat Usman pembakaran lahan ini terkait dengan aktivitas pembukaan lahan pertanian. Sementara itu untuk kawasan hutan dan lahan konservasi belum ada yang terbakar…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 30 APRIL 2009, HAL. 13
 
TIDAK BOLEH LANJUT TANPA AMDAL
Pengembang yang belum memiliki AMDAL diharap tidak melanjutkan pembangunan proyeknya. Kepala Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan DKI Jakarta Hari Sasongko menyatakan itu menanggapi banjir yang diakibatkan pembangunan apartemen Grand Kartini di Sawah Besar Jakarta Pusat…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 30 APRIL 2009, HAL. 11
 
EMPAT DESA RAWAN TERKENA LETUSAN GUNUNG SLAMET
Pemerintah Kabupaten Banyumas kemarin menetapkan empat desa di kawasan lereng gunung Slamet sebagai kawasan yang rawan terkena dampak letusan gunung itu. Rencananya, di empat desa tersebut akan dilakukan simulasi evakuasi korban untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu gunung tersebut meletus…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 30 APRIL 2009, HAL. B2
 
JAKARTA BEBAS BANJIR PADA 2025
Pemerintah mencita-citakan Jakarta aman dari risiko bencana banjir pada 2025. Menurut Direktur Jenderal Direktorat Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum Iwan Nursyirwan, demi mewujudkan mimpi membebaskan ibu kota dari genangan air, pemerintah membentuk tim yang terdiri atas berbagai instansi di pemerintah pusat dan pemerintah DKI Jakarta. Tim itu juga dibantu oleh beberapa ahli dari Belanda…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 30 APRIL 2009, HAL. B2
 
96 TITIK API TERPANTAU DI SUMSEL
Titik api atau hot spot akibat kebakaran hutan dan lahan mulai tersebar di Sumatera Selatan . Data dari Unit Pengendalian Tenaga Daerah (UPTD) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatera Selatan menyebutkan munculnya puluhan titik api. Menurut Kepala UPTD Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatera Selatan Bambang Oetoyo telah terdata ada 96 titik api di Sumatera Selatan…….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 30 APRIL 2009, HAL. 20
 
MENGHEMAT AIR
Menurut laporan yang dirilis oleh World Wide Fund for Nature (WWF) di Inggris, setiap orang di negara itu memanfaatkan air secara langsung (makan, minum, mandi, cuci, dan lain-lain) sekitar 150 liter per hari. Namun, jumlah air yang dikonsumsi secara "virtual" (yang terkandung dalam makanan, pakaian dan berbagai benda lain) setara dengan 58 bak mandi air bersih setiap hari. Kita di Indonesia mungkin tidak seperti berbagai pihak di atas dalam mengonsumsi air. Namun, idealnya kita juga ikut dalam barisan yang peduli terhadap gerakan hemat air……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 29 APRIL 2009, HAL. 6
 
PALYJA TERPAKSA OLAH AIR KKB
PT PAM Lyonnaise Jaya atau Palyja mengolah air Kanal Banjir Barat menjadi air bersih. Pasokan air baku dari Perum Jasa Tirta II menurun drastis sehingga PT Palyja terpaksa mengolah air yang sangat tercemar untuk menambah pasokan air bagi ribuan pelanggan.Menurut Manajer Operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan 1 Ahmad Santika, air dari Kanal Banjir Barat (KBB) yang diolah menjadi air bersih mencapai 400 liter per detik. Tingkat pencemaran air di KBB sangat tinggi sehingga pengambilan air KBB dilakukan pada waktu-waktu tertentu saat tingkat pencemaran sedang turun……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 30 APRIL 2009, HAL. 25
 
PERUBAHAN IKLIM : MOD AKAN MENJADI RUJUKAN
Meskipun dampak perubahan iklim tampak signifikan di sektor kelautan, kenyataannya perhatian dunia selama ini terhadap wilayah tersebut masih sangat kurang. Karena itu, Manado Ocean Declaration akan menjadi rujukan dunia dalam berbagai aspek kelautan, terutama dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.Menurut Sekretaris Panitia World Ocean Conference (WOC) Indroyono Susilo, sejak UNCLOS ’82 (United Nations Convention on Law of the Seas 1982) disepakati, dunia belum pernah bersepakat tentang pengelolaan laut secara komprehensif………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 30 APRIL 2009, HAL. 13

Sumber:
Ringkasan Berita Media Massa