Kementerian Lingkungan Hidup

Republik Indonesia

MASALAH SAMPAH JUGA TANGGUNG JAWAB WARGA
Volume produksi sampah di Jakarta melebihi kemampuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengolahnya. Untuk itu, memang sangat diperlukan partisipasi warga agar masalah sampah tuntas tertangani. Namun, belum semua warga menyadari bahwa sampah bisa diolah dan bernilai ekonomi tinggi. Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Pusat Syamsudin sering menemukan bungkusan-bungkusan berisi sampah yang sengaja diletakkan di sekitar tempat pembuangan sampah sementara (TPS), bukan di dalam bak atau kontainer yang telah disediakan……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 6 MEI 2009, HAL. 26

AIR BERSIH MODAL PASIR
Buruknya kualitas air merupakan persoalan klasik di permukiman yang mulai berkembang. Hal tersebut juga dialami warga yang bermukim di Perumahan Segina Asri Gang VI di Jalan Kertapura, Banjar Pekandelan, Denpasar, Bali. Kualitas air di kawasan itu kurang baik. Sejak Juni-Juli tahun lalu, warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih. Beberapa alat penyaring air ditempatkan di rumah-rumah warga. Wujudnya berupa bak penampungan semacam tangki dari beton, tingginya satu meter dan berdiameter 30 sentimeter, dengan kapasitas sekitar 20 liter. Meski sederhana dan cuma berisi pasir, alat bernama Biosand Filter (BSF) ini bermakna luar biasa……….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 6 MEI 2009, HAL. B4

SAMPAH KE TPA HANYA 60%
Jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir hanya berkisar 60 persen. "Sisanya rekreasi ke sungai, jalan, gorong-gorong," kata Asisten Deputi Pengendalian Pencemaran Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Tri Bangun Laksono.Dia menilai pengelolaan sampah di daerah masih bermasalah. Banyak daerah yang menghitung banyaknya sampah dengan melihat yang masuk ke tempat pembuangan akhir saja……….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 6 MEI 2009, HAL. A7

RI HARUS UNJUK KEDAULATAN PERAIRAN DI WOC
Konferensi Kalautan Dunia (WOC) 2009 yang akan di gelar pada 11-14 Mei di Manado, Sulawesi Utara, hendaknya menjadi peluang bagi pemerintah Republik Indonesia (RI) untuk menunjukkan kedaulatan perairannya. Terutama kasus pencurian ikan oleh nelayan asing. Sebagai Tuan Rumah, Indonesia memiliki posisi yang kuat untuk menyampaikan masalah ini, kata Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Berry Nahdian, di Jakarta, Selasa (5/5)……….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 6 MEI 2009, HAL. 3

ALIH FUNGSI LAHAN LANGGAR ATURAN
Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Muarojambi Agus Priyanto mengakui kasus alih fungsi Taman Hutan Raya (Tahura) Sungaiaur, Kecamatan Kumpehilir, Kabupaten Muarojambi, Jambi, menjadi permukiman transmigrasi melanggar Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Menurut Agus, kawasan tahura tidak bisa dialihfungsikan. Namun, kenyataannya, Pemerintah Kabupaten Muarojambi melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah melakukan alih fungsi………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 6 MEI 2009, HAL. A8

HUTAN LINDUNG TERUS DIJARAH
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur belum menentukan langkah penanganan perambahan hutan Meler Kuwus di Kabupate Manggarai Barat. Padahal perambahan hutan lindung itu sudah terjadi sejak 2002 dan terus meningkat………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 6 MEI 2009, HAL. 9

340 RIBU HA HUTAN LINDUNG JADI PERKEBUNAN SAWIT
Koordinator riset dan data Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Barat Nurhidayat memperkirakan sekitar 15% kawasan hutan lindung dirambah menjadi perkebunan kelapa sawit. Sedangkan luasan hutan lindung di seluruh Kalimantan Barat sekitar 2,3 juta hektar. Menurut Nurhidayat ratusan ribu lahan konversi itu milik 34 perusahaan perkebunan………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 6 MEI 2009, HAL. 8

Sumber :
KBUA Perpustakaan KLH