KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

TUJUH TON IKAN MATI KERACUNAN
Sedikitnya tujuh ton ikan jenis bawal, gurami, dan ikan mas yang siap dipanen mati mendadak. Ikan tersebut dipeliharkelompok peternak ikan Mina Mitra Usaha di Dusun Miri, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)…BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT, 15 MEI 2009, HAL. 10

MENJADIKAN LAUT SEBAGAI RUANG HIDUP
Konferensi Kelautan Dunia atau World Ocean Conference (WOC) di Manado, Sulawesi Utara, resmi dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kemarin. Inilah konferensi dunia tentang laut yang digelar kembali setelah 27 tahun mati…BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT, 15 MEI 2009, HAL. 1

AS SERUKAN BIAYA IKLIM
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Rodham Clinton mengingatkan soal biaya kemanusiaan akibat perubahan iklim bagi masyarakat pesisir terutama di negara-negara berkemban. Menurut Hillary Clinton mereka merupakan masyarakat yang terkena dampak sangat besar dari pemanasan global………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT, 15 MEI 2009, HAL. 3 

SELAMATKAN TERUMBU KARANG
Kerusakan terumbu karang menjadi topik hangat tersendiri yang mengerucut disela pertemuan Konferensi kelautan Dunia (WOC) yang berlangsung di Manado. Terumbu karang terbesar di dunia saat ini yang tersisa berada di kawasan Asia Tenggara yang dikenal dengan istilah coral tiangle atau segitiga terumbu karang. Data dari WWF menyebutkan di kawasan segitiga terumbu karang tinkat spesies karang tertinggi ditemuka di Tanjung Kepala Burung Papua…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT, 15 MEI 2009, HAL. 24

KAWASAN BOCHA TUNGGU AMDAL
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akhirnya bersikap soal penolakan atas pembangunan di sekitar kawasan Observatorium Bosscha di kawasan Lembang, Jawa Barat. Bupati Bandung Barat Abubakar memastikan pembangunan kawasan wisata oleh PT Bintang Mentari Perkasa itu masih belum dilakukan karena menunggu kajian tim teknis soal analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) …….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 15 MEI 2009, HAL. A9

 PRESIDEN : KITA SELAMAT JIKA BERSATU MENJAGA LAUT
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai saat ini kondisi kelautan mengalami kerusakan cukup parah. Kerusakan ini, kata dia, disebabkan oleh penangkapan ikan dan eksploitasi berlebihan, punahnya spesies laut, serta polusi. Menurut Yudhoyono, permasalahan kelautan harus menjadi bagian dari solusi global untuk mengatasi perubahan iklim. Menurut dia, selama ini persoalan kelautan belum banyak diikutsertakan dalam diskusi perubahan iklim global …….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 15 MEI 2009, HAL. A8

VOLUME SAMPAH PLASTIK DEPOK MENINGKAT
Volume sampah plastik di kota Depok semakin meningkat. Hal itu terjadi seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di kota tersebut yang sudah mencapai lebih dari 1 juta orang. Data Badan Lingkungan Hidup kota Depok, tiga tahun sebelumnya persentase volume sampah plastik masih satu digit dan sekarang sudah pada angka belasa. …….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, 14 MEI 2009, HAL. 10

DAMPAK LUMPUR LAPINDO : WARGA SIRING BARAT SEMAKIN RESAH
Warga Siring Barat kecamatan Porong semakin resah setelah bekas semburan liar di desa tersebut kembali memuncratkan air bercampur gas mudah terbakar. Penduduk meminta pemerintah segera merelokasi ke tempat aman karena kondisinya tidak layak huni…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, 14 MEI 2009, HAL. 17

SBY : SELAMATKAN LAUT
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerukan agar semua negara didunia menyelamatkan dan melindungi laut yang saat ini mengalami banyak tekanan negatif. Banyak persoalan yang terjadi menimpa laut seperti penangkapan ikan secara berlebihan , eksploitasi laut, polusi, perubahan iklim telah mengancam kelestarian laut……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, 14 MEI 2009, HAL. 18

 MOD DIADOPSI NEGARA
Diwarnai sejumlah perubahan draf Deklarasi Kelautan Manado akhirnya diadopsi 75 negara dan 12 organisasi internasional. Sejak kemarin dimulailah tahap awal negosiasi iklim yang memasukan isu kelautan. Delegasi Indonesia yang mendorong isu kelautan dibicarakan pada pertemuan para pihak (COP) ke-15 di Kopenhagen Denmark mengaku puas…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 15 MEI 2009, HAL. 14

ORANGUTAN SERANG HTI
Kerusakan habitat membuat orangutan Taman Nasional Kutai Kalimantan Timur menyerang hutan tanaman industri terdekat. Hutan tanaman industri kini menjadi tempat mencari makan kawanan primata langka Kalimantan. Menurut Kepala Balai Taman Nasional Kutai Tandya Tjahyana, kerusakan habitat di Taman Nasional Kutai membuat orangutan mencari makanan lain berupa kulit dan daun akasia muda di areal hutan tanaman industri……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 15 MEI 2009, HAL. 23

Sumber:
Perpustakaan KLH