Ringkasan Berita Media Massa

PEMPROV DKI SIAPKAN SISTEM PENGOLAHAN SAMPAH CIANGIRPemprov DKI tengah mempersiapkan sejumlah alternatif sistem pengolahan yang bakal digunakan di tempat pengolahan sampah Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Sistem tersebut diadopsi dari sejumlah negara maju dan melibatkan sebanyak 14 ahli lingkungan persampahan dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia. Meski demikian, Pemkab Tangerang masih belum menyetujui sistem [...]

27 May 2009 09:07 WIB

PEMPROV DKI SIAPKAN SISTEM PENGOLAHAN SAMPAH CIANGIR
Pemprov DKI tengah mempersiapkan sejumlah alternatif sistem pengolahan yang bakal digunakan di tempat pengolahan sampah Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Sistem tersebut diadopsi dari sejumlah negara maju dan melibatkan sebanyak 14 ahli lingkungan persampahan dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia. Meski demikian, Pemkab Tangerang masih belum menyetujui sistem apa yang akan digunakan karena pihak Pemkab masih bersikeras agar dalam pengolahan sampah Ciangir tetap menggunakan sistem incenerator…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 25 MEI 2009, HAL. 10

KUALITAS UDARA PUSAT PEMBELANJAAN DITELITI
Sejumlah lantai dasar pusat perbelanjaan modern di Kota Bekasi akan diteliti kadar udaranya. Penelitian ini meliputi penelitian parameter kimianya guna memastikan pengunjung pasar modern itu aman dan tidak terganggu kesehatannya.Hal itu dikatakan Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bekasi Dudy Setiabudi, Minggu (24/5). Sejumlah pusat perbelanjaan yang akan diteliti kadar udaranya seperti Grand Mall Bekasi, Metropolitan Mall, Bekasi Cyber Park, dan Carrefour. Penelitian kadar udara, kata Dudy, sesuai ketentuan PP 41/1999……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 25 MEI 2009, HAL. 10

DITOLAK RENCANA PENCIUTAN SITU, WARGA SITU GINTUNG TANAM 5, 000 POHON
Untuk menolak rencana pengecilan luas areal lahan Situ Gintung, beberapa elemen masyarakat dan organisasi lingkungan hidup menggelar aksi protes dengan menanam sekitar 5.000 pohon di sekitar tanggul, Minggu (24/5). Puluhan jenis pohon berakar kuat seperti mahoni, pete jinjing, nangka, dan mangga itu ditanam tepat di sisi tanggul hingga ke permukiman warga. Dalam aksi yang dimotori Walhi, Masyarakat Peduli Situ Gintung (MPSG), LBH Jakarta, dan pelajar itu meminta pemerintah segera melakukan pemulihan fisik tanggul tanpa mengabaikan aspek lingkungan…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 25 MEI 2009, HAL. 10

PENYEDIAAN AIR DI KOTA TANGERANG TERHAMBAT
Penyediaan air bersih di Kota Tangerang terhambat. Sebab, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Tangerang, Tirta Kerta Raharja (TKR), belum mencapai kesepakatan dengan PDAM Kota Tangerang, Tirta Benteng (TB)…BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA, 26 MEI 2009, HAL. 24

WARGA PEKANBARU TERANCAM ISPA AKIBAT KABUT ASAP
Jumlah penderita infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di Kota Pekanbaru, Riau mengalami lonjakan kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan yang terus terjadi selama sepekan terakhir…BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA, 26 MEI 2009, HAL. 9

AWAS SERANGAN SPESIES ASING SEMAKIN GANAS
Peringatan hari keanekaragaman hayati dunia tahun ini memfokuskan pada masalah baru yang dianggap sebagai penyebab kemunduran global dalam keanekaragaman hayati dunia, yaitu penyebaran spesies asing yang semakin invasif…BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA, 26 MEI 2009, HAL. 29

PERUBAHAN IKLIM ANCAM KESEHATAN
Perubahan iklim diperkirakan menjadi ancaman terbesar bagi kesehatan manusia pada abad ke-21. Hal itu karena perubahan iklim berpengaruh dalam mengubah pola penyakit yang dibawa nyamuk, memperburuk kelangkaan bahan makanan dan air, serta mengancam keberadaan tempat tinggal manusia…BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA, 26 MEI 2009, HAL. 29

MEWUJUDKAN WAJAH DUNIA YANG RENDAH EMISI
Para pemimpin sejumlah kota besar di dunia berkumpul dalam acara C40 Large Cities Climate Summit di Seoul, Korea Selatan, 18-21 Mei pekan lalu. C40 adalah kelompok kota-kota terbesar di dunia yang berkomitmen mengatasi dampak perubahan iklim…BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA, 26 MEI 2009, HAL. 29

GUNCANGAN GEMPA TIDAK MERUSAK
Gempa tektonik berkekuatan 4,7 pada skala Richter mengguncang Kota Padang Pariaman, Sumatra Barat, kemarin. Intensitasgempa yang dirasakan berkisar II MMI-III MMI. Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Padang Panjang Sumarsono mengatakan pusat gempa berada pada kedalaman 20 km, sekitar 36 km barat daya Kota Padang."Gempa tidak berpotensi tsunami"………..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 26 MEI 2009, HAL. 9

PULUHAN HEKTARE HUTAN TERBAKAR
Sekitar 80 hektare hutan register di Nagori Silumbak, Kecamatan Haranggaol, Horisan dan Nagori Purba Dolok, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, terbakar, sejak Sabtu (23/5) sampai kemarin. Sementara itu, 2 hektare hutan di Tapanuli Tengah juga terbakar, tapi sudah berhasil di padamkan. Api diduga berasal dari perladangan masyarakat kawasan hutan……….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 26 MEI 2009, HAL. 9

PERUBAHAN IKLIM, PEMBENTUKAN POKJA KELAUTAN DIBAHAS
Hampir dua minggu berselang pasca Konferensi Kelautan Dunia, Indonesia menjejaki pembentukan kelompok Kerja Kelautan pada Dewan Nasional Perubahan Iklim. Salah satu tugasnya adalah menyiapkan argumentasi pentingnya peran laut menekan laju perubahan iklim dalam berbagai Negosiasi iklim………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 26 MEI 2009, HAL. 13

TERUMBU KARANG, SEKRETARIAT CTI ANTARA BALI DAN MANADO
Bali dan Manado bersaing menjadi lokasi sekretariat Prakarsa Segitiga Terumbu karang (CTI). Kepastian itu akan diputuskan dalam Senior Official Meeting pada Juni 2009. "Masih ada dualisme pilihan yang harus segera di pecahkan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi di Jakarta, Senin (25/5). Filipina yang sebelumnya bersaing dengan Indonesia untuk menjadi tuan rumah sekretariat dikabarkan mengikuti empat negara lain yang mendukung Indonesia……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 26 MEI 2009, HAL. 13

HUJAN LOKAL MASIH BERPOTENSI, TAK ADA PENGARUH SISTEM IKLIM MAKRO
Akhir-akhir ini terjadi hujan yang cukup lebat di beberapa daerah. Hujan yang terjadi adalah hujan lokal yang diakibatkan awan konvektif. Kondisi ini menunjukkan masih intensifnya penguapan, khususnya di daratan, menjelang musim kemarau……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS,SELASA 26 MEI 2009, HAL. 13

Sumber:
Perpustakaan KLH

Kerjasama

  • Luar Negeri
  • Dalam Negeri
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor