KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

JAKARTA MENUNGGAK BIAYA SAMPAH RP. 45 MILIAR
Pemerintah DKI Jakarta belum melunasi seluruh biaya kompensasi sampah periode Januari-Mei 2009 sekitar Rp 45 miliar. Jakarta baru menyetor uang ke Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, sebesar Rp 5 miliar. Slamet Siahaan, anggota Panitia Khusus (Pansus) 36 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi–tim yang membahas draf baru pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang–mengatakan total kompensasi sampah yang semestinya sudah dibayar oleh DKI sebesar Rp 50 miliar……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 11 JUNI 2009, HAL. B2

DEPOK MASIH KOTA TERKOTOR
Depok bertahan sebagai kota metropolitan terkotor di seluruh Indonesia. Predikat sebagai kota terkotor karena di antara 14 kota metropolitan berpenduduk lebih dari satu juta, Kota Depok yang dipimpin Wali Kota Nur Mahmudi Ismail, menempati urutan ke-13. Sejak 2006, Depok tidak pernah beranjak dari posisi terbawah ini……….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 10 JUNI 2009, HAL. 11

LUMPUR LAPINDO, BUKTI NYATA KEGAGALAN PEMERINTAH
Pemerintah gagal menyelesikan kasus lumpur lapindo. Pemerintah sebaiknya lebih memihak kepentingan Lapindo Brantas, dari pada membantu rakyat yang menderita karena semburan lumpur Lapindo, yang sudah berlangsung lebih tiga tahun……….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 10 JUNI 2009, HAL. 19

PILIH CAPRES PEDULI LINGKUNGAN
Kepedulian terhadap lingkungan adalah pekerjaan besar dan strategis, yang menyangkut keberlangsungan masa depan kita dan generasi mendatang, sehingga di butuhkan aksi konkret dari kepemimpnan nasional di samping tentunya pelibatan banyak pihak. Dalam konteks itu, relevan jika kita berharap para pasangan calon presiden/wakil presiden Republik Indonesiajuga menggunakan momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia untuk melancarkan kampanye yang diwujudkan dalam berbagai aktivitas……….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 10 JUNI 2009, HAL. 6

BERKAS KASUS LIMBAH B3 KE KEJAGUNG
Pihak Penyidik dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup menyerahkan berkas penyidikan kasus dugaan limbah bahan berbahaya dan beracun impor sebanyak 3.800 ton di Batam Kepulauan Riau kepada pihak Kejaksaan Agung. Pihak Kementerian Negara Lingkungan Hidup juga sudah meminta Pemerintah Korea Selatan menerima kembali limbah B3 impor itu…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 11 JUNI 2009, HAL. 23

MANGROVE DIBABAT : DAYA DUKUNG PERAIRAN TURUN
Pembukaan hutan mangrove berlebihan untuk tambak udang dikhawatirkan makin merusak dan mengancam bentang pesisir Kabupaten Pesawaran Lampung sepanjang 113 kilometer. Saat ini limbah tambak udang sudah mencemari perairan teluk Lampung. Menurut Direktur Eksekutif Mitra Bentala Herza Yulianto perlu ada ketegasan dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam mengatur izin pembukaan hutan mangrove untuk lahan tambak………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 11 JUNI 2009, HAL. 23

TUNJUKKAN KESERIUSAN BPLHD LANJUTKAN RAZIA PEROKOK
Untuk menunjukkan keseriusan menegakkan peraturan daerah tentang pengendalian pencemaran udara, Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah atau BPLHD melanjutkan razia terhadap perokok di sembarang tempat. Razia bakal digelar pekan depan di Jakarta Utara.Kepala BPLHD DKI Jakarta Peni Susanti, Rabu (10/6) di Jakarta Pusat, mengatakan, razia akan digelar di Jakarta Utara. Fokus razia adalah kawasan pendidikan, rumah sakit, tempat ibadah masjid dan gereja, terminal bus, perkantoran, dan mal………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 11 JUNI 2009, HAL. 13

LAUT MAKIN TERANCAM
Laut-laut di dunia kini dipenuhi sampah, tas-tas plastik yang tidak berguna, dan jumlah ikan pun mulai berkurang. Keprihatinan akan kondisi laut saat
ini mengedepan saat peringatan Hari Laut Sedunia atau The World Ocean Day pada 8 Juni 2009. Menurut Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia Pascal Lamy beberapa spesies ikan kini terancam punah akibat penangkapan ikan yang berlebihan………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 11 JUNI 2009, HAL. 13

Sumber :
KBUA Peprustakaan KLH