KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

4000 PULAU INDONESIA TERANCAM HILANG
Masyarakat indonesia harus bisa mengubah gaya hidupnya agar laju perubahan iklim akibat pemanasan global tidak semakin cepat. Perubahan iklim yang memicu kenaikan air laut ini mngancam keberadaan 3000-4000 pulau kecil dari sekitar 17.000 pulau di Indonesia……….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 11 JUNI 2009, HAL. 17

HUJAN HANYA ANOMALI, WASPADAI POHON TUMBANG
Meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan musim telah berganti kemarau, hujan ternyata tetap turun lebat. Berdasarkan prakiraan harian dan peringatan dini yang diumumkan melalui situs web resmi BMKG, hujan disertai petir masih akan terjadi hingga akhir pekan……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 12 JUNI 2009, HAL. 27

TARGET UU PENATAAN RUANG TIDAK MUNGKIN
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyatakan sesuatu yang tidak mungkin untuk mencapai target sesuai dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, yaitu sedikitnya 30 persen proporsi untuk ruang terbuka hijau atau RTH di suatu wilayah, termasuk Provinsi DKI Jakarta. Pasalnya, wilayah Ibu Kota sangat padat untuk berbagai kebutuhan ruang dan aktivitas warganya………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 12 JUNI 2009, HAL. 27

HUTAN MANROVE : PEMKAB BENTUK TIM UNTUK EVALUASI BUDIDAYA TAMBAK
Pemerintah Kabupaten Pesawaran membentuk tim monitoring dan evaluasi budidaya tambak serta menyurati shrimp Club Indonesia selaku organisasi petambak udang. Upaya itu dilakukan untuk menertibkan alih fungsi pembukaan kawasan mangrove sebagai kawasan tambak tanpa sabuk hijau dan sebagai upaya pengendalian pencemaran lingkungan………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 12 JUNI 2009, HAL. 22

HUTAN MANROVE : PEMKAB BENTUK TIM UNTUK EVALUASI BUDIDAYA TAMBAK
Pemerintah Kabupaten Pesawaran membentuk tim monitoring dan evaluasi budidaya tambak serta menyurati shrimp Club Indonesia selaku organisasi petambak udang. Upaya itu dilakukan untuk menertibkan alih fungsi pembukaan kawasan mangrove sebagai kawasan tambak tanpa sabuk hijau dan sebagai upaya pengendalian pencemaran lingkungan………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 12 JUNI 2009, HAL. 22

HARI LAUT SEDUNIA, LIMBAH PLASTIK MENGANCAM MASA DEPAN
Banyak orang berharap laut menjadi masa depan. Namun jika laut tidak di jaga, harapan itu akan sirna. Kita tidak boleh menutup mata bahwa laut yang menjanjikan itu saat ini juga terancam dari berbagai tindakan manusia baik secara sengaja maupun tidak. Sadarkah anda bahwa satu gelas plastik bekas yang dibuang begitu saja di sungai atau pinggir pantai akan menutupi dasar laut dan lama kelamaan akan menggunung? Plastik yang telah lama menumpuk akan berubah menjadi serpihan-serpihan kecil seukuran plankton, termakan oleh ikan dan secara tidak langsung menjadi santapan manusia……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 12 JUNI 2009, HAL. 14

PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI BURUK
Banyaknya bencana banjir dan lainnya disebabkan oleh buruknya pengelolaan daerah aliran sungai (Das). "Lihat saja, banyak bencana karena pengelolaan tidak optimal , tidak hanya di hulu, hilir juga," ujar direktur Jendral Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial Indri Astuti di kantornya kemarin……….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 12 JUNI 2009, HAL. A18

MENGUBAH SAMPAH BANTAR GEBANG
Setiap harinya, sekitar 12 ribu penduduk Ibu Kota mengirim 6.000 ton sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi. Sejak 1980, semuanya bercampur di situ. Sampah organik dan anorganik seperti hasil dari buangan dari industri, rumah tangga, rumah sakit dan pasar di Provinsi DKI Jakarta dikirim ke TPST tersebut. Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta pun bekerja sama dan memilih PT Godang Tua Jaya serta PT Navigat Organic Energi Indonesia sebagai kontraktor utama penataan Bantar Gebang. Sampah yang sebelumnya hanya ditumpuk dengan tanah(sanitary landfill) kini di proses menjadi energi. Sampah bukan hanya di olah menjadi energi gas dan listrik, tetapi juga membuat pupuk kompos dan bijih plastik………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 12 JUNI 2009, HAL. 8

Sumber:
Perpustakaan KLH