KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA


DITETAPKAN 108 DAS PRIORITAS UNTUK REHABILITASI
Pemenrintah menetapkan sebanyak 108 daerah aliran sungai (DAS) dari total 3245 DAS di seluruh Indonesia sebagai kawasan prioritas untuk direhabilitasi hingga tahun 2014. Departemen Kehutanan sedang menyusun rancangan konsep pengelolaan seluruh DAS prioritas tersebut yang terintegrasi dari hulu ke hilir……….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 16 JUNI 2009, HAL. 16
 
UDARA PEKAN BARU MEMBAIK
Indeks standar polusi udara (ISPU) di Kota Pekanbaru yang sebelumnya memburuk akibat kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Riau berangsur membaik. "Pantauan terakhir ISPU pada Senin (15/6) hingga Selasa (16/6) menunjukkan angka 63 atau sedang. ISPU yang menunjukan angka 51 hingga 100 berarti sedang," Kata Husni, petugas laboratorium udara Kota Pekanbaru, Selasa (16/6)……….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, RABU 17 JUNI 2009, HAL. 7
 
ABRASI PANTAI: NELAYAN CEMASKAN PENEBANGAN BAKAU
Nelayan dan petambak di pesisir pantai timur di Sidoarjo Jawa Timur mencemaskan maraknya penebangan liar hutan bakau penahan gelombang laut. Dalam lima tahun terakhir luas hutan bakau di wilayah itu berkurang hingga 50 persen. Nelayan dan petambakan khawatir gelombang pantai akan menenggelamkan ratusan hektar tambak…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 17 JUNI 2009, HAL. 23
 
TUDHOYONO JANJIKAN 7,3 JUTA HEKTAR LAHAN
Calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji memanfaatkan sekitar 7,3 juta hektare lahan telantar di Indonesia untuk kesejahteraan rakyat.Yudhoyono menjelaskan, pemanfaatan 7,3 juta hektare lahan sangat berarti untuk mengatasi ketahanan pangan dan energi. Dengan lahan itu, Indonesia bisa membangun pabrik pengolah tebu, minyak sawit, dan karet…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 17 JUNI 2009, HAL. A4
 
AIR TANAH TERSEDOT INDUSTRI
Sebanyak 90 persen air tanah di Kabupaten Tangerang tersedot industri. Akibatnya, sebagian besar warga kesulitan memperoleh air bersih. Mereka terpaksa harus membayar mahal untuk mendapatkan air bersih.Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Hermansyah, saat ini sebagian warga mengalami kekurangan air bersih akibat air tanah tersedot oleh industri dan pabrik. Dalam catatan Hermansyah, industri dan pabrik menyedot air tanah sebanyak 90 persen…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 17 JUNI 2009, HAL. 26
 
TPA SAMPAH CIANGIR : KABUPATEN TANGERANG AJUKAN SEJUMLAH SYARAT
Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah mengkaji rencana menjadikan Ciangir, Kabupaten Tangerang, sebagai tempat pembuangan sampah terpadu warga Jakarta.Kajian itu dilakukan sebelum mereka menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kendati setuju dengan proyek itu, Pemkab Tangerang mengajukan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi Pemprov DKI.Yang paling utama adalah DKI harus menggunakan teknologi yang mampu mengolah sampah hingga benar-benar habis…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 17 JUNI 2009, HAL. 25
 
PERUBAHAN IKLIM : ASPEK KESEHATAN PERLU DALAM KEBIJAKAN LINGKUNGAN
Jakarta, Kompas – Semua pihak terkait perlu segera menyusun peta jalan ke depan mengenai perlunya mempertimbangkan akibat perubahan iklim dalam pembuatan kebijakan kesehatan. Sebaliknya, aspek kesehatan juga perlu dimasukkan dalam kebijakan menyangkut lingkungan hidup.Perlu disadari, perubahan iklim akan berdampak buruk bagi kesehatan umat manusia. Bila tak segera diatasi, beban penyakit dan kematian prematur secara global bisa meningkat……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 17 JUNI 2009, HAL. 13
 
DANA MITIGASI GLOBAL MASIH TERSENDAT-SENDAT : PEMERINTAH HARUS MORATORIUM TEBANG HUTAN
Aliran dana mitigasi perubahan iklim secara global masih tersendat. Sementara itu, negara-negara berkembang mendesak negara-negara maju menyadari kerusakan lingkungan penyebab perubahan iklim global itu sebagai domain penyuplai kebutuhan negara maju.Kebutuhan itu berupa hasil tambang, kayu, kelapa sawit, dan sebagainya. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang turut diperhitungkan emisinya juga harus menurunkan emisinya. Indonesia menduduki peringkat ke-19 emiter terbesar di dunia setelah China dan India…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 17 JUNI 2009, HAL. 13 

Sumber:
Perpustakaan KLH