KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

AKTIVITAS ANAK GUNUNG RINJANI MENINGKAT
Gunung Barujari, anak Gunung Rinjani, kembali aktif dalam sepekan terakhir, setelah sempat mereda beberapa waktu. Kali ini, selain menimbulkan letusan hingga 2.592 kali, juga menyemburkan api hingga ketinggian 200 meter…BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS, 18 JUNI 2009, HAL. 8

PEMBANGUNAN DI BOSSCHA : ANALISIS LINGKUNGAN DITERUSKAN
Analisis mengenai dampak lingkungan di kawasan wisata Lembang di dekat Observatorium Bosscha tetap diteruskan. "Analisis tetap dilanjutkan oleh tim dari kantor lingkungan hidup daerah," kata Bupati Bandung Barat Abu Bakar. Menurut dia, Departemen Riset dan Teknologi serta Departemen Pendidikan Nasional seharusnya tidak buru-buru menolak rencana itu. Sebab, yang seharusnya berkeberatan terhadap rencana itu adalah Kementerian Negara Lingkungan Hidup……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 18 JUNI 2009, HAL. A9

10.842 Ha Untuk Konservasi
Pengelolaan kawasan konservasi di area perkebunan sawit ini untuk menata keseimbangan kawasan monokultur sawit dengan kawasan hutan alam. Selain dapat merangsang pertumbuhan flora dan fauna endemik serta menjamin ketersediaan air bagi masyarakat sekitar, adanya kawasan konservasi diharapkan tercipta iklim mikro yang lebih baik dan stabil…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS, 18 JUNI 2009 HAL. 22

30 PERSEN TERUMBU KARANG KALIMANTAN TIMUR HANCUR
Sedikitnya 8.850 hektar dari 29.000 hektar terumbu karang di Kalimantan Timur hancur. Kerusakan lingkungan laut ini terjadi akibat penangkapan ikan dengan bom, racundan pukat harimau yang tidak terkendali. Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim Khaerani Saleh terumbu karang seluas 29.500 hektar itu meliputi perairan di Kabupaten Paser, Penajam……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 18 JUNI 2009, HAL. 23

HENTIKAN PEMBERIAN IZIN : PEMBANGUNAN TAK RAMAH LINGKUNGAN
Pemerintah pusat dan daerah di Kalimantan Timur diminta menghentikan pemberian izin baru untuk kegiatan eksploitasi hutan, pertambangan dan perkebunan. Penyebabnya kerusakan lingkungan di Kalimantan Timur sudah mengkhawatirkan. Menurut Direktur Pusat Penelitian Hutan Tropis Universitas Mulawarman Chandradewana Boer saat ini di di Kalimantan Timur ada 11,66 juta hektar lahan kritis dan laju pengrusakan hutan 350.000 hektar per tahun……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 18 JUNI 2009, HAL. 23

WALHI: PRIVATISASI KAWASAN KONSERVASI BUKTI NEOLIBERAL
Pemerintah saat ini dinilai semakin memperkuat sistem neoliberal melalui mekanisme penggadaian aset hutan dan sumber daya alam lainnya Privatisasi kawasan konservasi dengan pemberian izin tambang di kawasan hutan lindung, merupakan wajah pemerintahan yang menganut sistem neoliberal yang memaksa komunitas lokal/adat menyingkir. Demikian Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Berry Nahdian Forqan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (16/6)………BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 17 JUNI 2009, HAL. 19 

KAWASAN GAMBUT RIAU JADI CAGAR BIOSFER
Di tengah isu meluasnya polusi asap ke negara tetangga, Malaysia, akibat kebakaran lahan di Riau beberapa hari terakhir ini, instansi pemerintah pusat dan daerah terkait, Kantor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Jakarta, Selasa (16/6), mengumumkan kepada pers penetapan Giam Siak Kecil-Bukit Batu di Provinsi Riau sebagai cagar biosfer.Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Endang Sukara yang juga menjabat Ketua Komite Nasional Program Man and the Biosphere-UNESCO Indonesia mengatakan, penetapan dilakukan pada sidang ke-21 Session of the International Coordinating Council of the Man and the Biosphere Programme- UNESCO di Korea Selatan……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 18 JUNI 2009, HAL. 13

PENGGUNAAN DANA ADAPTASI TERHAMBAT
Indonesia menerima dana adaptasi dan mitigasi bagi dampak perubahan iklim melalui perjanjian bilateral dengan negara maju sebesar 10 juta poundsterling dan 600 juta dollar AS, sekitar Rp 6,16 triliun. Dana itu belum bisa digunakan karena belum ada peta jalan sektoral.Peta jalan sektoral adaptasi dan mitigasi perubahan iklim itu terbagi ke dalam sektor prioritas pertanian, kelautan dan perikanan, energi, serta kehutanan……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 18 JUNI 2009, HAL. 13

Sumber:
Perpustakaan KLH