KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

TANGGUL LUMPUR AMBLES EMPAT METER : PENURUNAN TANAH SUDAH MENCAPAI 80 SENTIMETER
Tanggul kolam penampung lumpur Lapindo dititik 79-80 desa Karang Bendo Sidoarjo ambles (turun) 4 meter sepanjang 180 meter. Namun upaya perbaikan dihalangi warga pemilik lahan penampungan lumpur yang belum menerima sisa ganti rugi 80 persen………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 25 JUNI 2009, HAL. 23

PEMULUNG BANTAR GEBANG CEMASKAN PEMASUKAN
Ratusan pemulung meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghentikan teknologi dasar yang diprakarsai PT Godang Tua Jaya (GTJ) selaku pengelola tempat pembuangan akhir Bantar Gebang. Dalam aksi, kemarin, di kantor Gubernur DKI Jakarta, pemulung yang bergabung dalam Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) menilai realisasi proyek TPST akan menggerus mata pencarian mereka sebagai tukang pulung sampah………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 25 JUNI 2009, HAL. 6

BANTEN WASPADAI 11 TITIK SEMBURAN
Pemerintah Provinsi Banten mewaspadai 11 titik yang berpotensi mengeluarkan semburan lumpur. Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengatakan 11 titik itu berada di tiga Kecamatan di Kabupaten Serang…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 25 JUNI 2009, HAL. A8
 
JALAN PERKEBUNAN ANCAM GAJAH
Jalan milik perusahaan perkebunan sawit PT Alno Agro Utama, yang memotong Kawasan Konservasi Pusat Latihan Gajah (PLG) Seblat, Kabupaten Bengkulu Utara, mengancam populasi gajah Sumatera di kawasan tersebut karena jalan ini membuka akses terhadap perburuan gajah……..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 25 JUNI 2009, HAL. A8

LUMPUR MUSI 1,8 JUTA METER KUBIK PER TAHUN
Pemerintah Sumatera Selatan akan bekerja sama dengan otoritas Pelabuhan Antwerp Port Education Centre (APEC) untuk mengeruk lumpur Sungai Musi. Pengerukan ini penting karena pendangkalan Sungai Musi akibat lumpur mencapai 1,8 juta meter kubik per tahun………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 25 JUNI 2009, HAL. A8

WARGA PROTES TUMPUKAN SAMPAH MENGGUNUNG
Ratusan warga disekitar Unit Pengolahan Sampah di perumahan Depok Utara Beji merasa terganggu dengan tumpukan sampah yang menggunung sepekan terakhir. Pemicunya karena kerusakan mesin pemindah sampah (sovel) dan salah satu komponen alat pengolah sampah……..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 25 JUNI 2009, HAL. 16

RADIUS AMAN 7 METER : AIR SEMBURAN SERANG DIMANFAATKAN UNTUK IRIGASI
Masyarakat Kampung Astana, Desa Walikukun, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, direkomendasikan tidak beraktivitas dalam radius 7 meter dari pusat semburan. Gas yang keluar bersama semburan lumpur kemungkinan berbahaya bila terhirup.Menurut Surono dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi di Bandung, Rabu (24/6), masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa. Namun, mereka harus membatasinya agar tidak terlalu dekat dengan pusat semburan. Idealnya, aktivitas dilakukan di luar radius 7 meter……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 25 JUNI 2009, HAL. 13

MENGEBOR AIR MENUAI LUMPUR
Berdasarkan data dari Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten Tahun 2006, semburan gas metana di Serang ditemukan di 14 lokasi. Namun, belum ada data jumlah, lokasi, dan volume cadangan gas di sana. Pemerintah daerah baru akan mendatanya tahun ini.Semburan gas beserta lumpur di Walikukun berasal dari dua sumur bor. Sumur pertama kedalamannya 104 meter yang ditutup semen setelah mengeluarkan gas pekan lalu………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 25 JUNI 2009, HAL. 13

PERTAMBANGAN : TEKNOLOGI TINGGI TIDAK MAMPU MENGATASI LIMBAH
PT Meares Soputan Mining dan PT Tambang Tondano Nusajaya mengacu penggunaan teknologi tinggi untuk menangani limbah dari rencana produksi tambang emas di kawasan Toka Tindung, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Namun, mekanisme itu diperkirakan tetap berisiko bencana tinggi dan pencemaran limbah tambang hingga ke laut karena tidak didukung karakteristik kawasan tambang……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 25 JUNI 2009, HAL. 12

Sumber:
Perpustakaan KLH